kehamilan

Cerita Pippa Middleton yang Tetap Aktif Olahraga Saat Hamil

Niken Widya Yunita Jumat, 08 Jun 2018 - 14.50 WIB
Cerita Pippa Middleton yang Tetap Aktif Olahraga Saat Hamil (Foto: Tim P. Whitby/Getty Images) Cerita Pippa Middleton yang Tetap Aktif Olahraga Saat Hamil (Foto: Tim P. Whitby/Getty Images)
London - Apa yang paling Bunda ingat saat hamil pertama kali? Ya, setiap kehamilan tentu punya cerita masing-masing. Nah, ini ada cerita tentang kehamilan pertamanya Pippa Middleton, adik Kate Middleton.

Perempuan 34 tahun ini bercerita tentang kehamilannya yang saat ini berada di trimester pertama di kolom tamu untuk majalah Waitrose Inggris. Kata Pippa, di kehamilannya ini, dia bersyukur bisa berolahraga seperti biasa. Jadi perutnya yang membesar bukan halangan baginya untuk tetap aktif berkegiatan fisik.

Memang sih, Pippa tidak lagi jogging seperti dulu. Tapi dia tetap aktif berolahraga.

"Saya fanatik pada olahraga dan telah melihat banyak buku dan situs web tentang olahraga selama kehamilan. Tetapi saya kecewa dengan informasi teknis terbatas tentang apa yang bisa dan tidak bisa lakukan," tulis Pippa, seperti dilansir dari Pop Sugar.

Istri James Matthews ini menambahkan dia dan James memang merahasiakan kehamilannya. Itu makanya selama awal kehamilanya tidak latihan nge-gym bersama instruktur kebugarannya.

Ya, dia memilih olahraga sendiri di awal-awal kehamilannya. Dia berusaha menyesuaikan kegiatan rutin dan intensitas latihannya.

Pippa mengaku dirinya berolahraga tiga hingga empat kali seminggu selama 45 menit. "Saya olahraga tergantung pada kemampuan saya. Tetapi saya pastikan rutinitas yang saya lakukan lebih ringan dari biasanya," imbuh Pippa.

Pippa menambahkan, dirinya beruntung melewati 12 minggu kehamilan tanpa morning sickness. Kondisi Pippa berbeda dengan kakaknya, Kate Middleton, yang di tiga kehamilan mengalami hiperemesis gravidarum alis morning sickness ekstrem.

Nah, bagi Bunda yang sedang hamil dan tetap ingin bugar, simak dulu nih studi yang diterbitkan di European Journal of Obstetrics and Gynecology. Studi tersebut menemukan ibu yang rutin olahraga selama hamil, proses persalinannya bisa terbantu jadi lebih cepat.

Ibu yang rutin berolahraga dalam studi itu dilaporkan memiliki risiko lebih sedikit menggunakan epidural, Bun. Meski demikian, tetap mesti memperhatikan kondisi ibu hamil juga ya.

Sementara itu, The Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians and Gynaecologists (RANZCOG), dikutip dari Essential Baby, olahraga yang disarankan untuk ibu hamil yakni aerobik dan kekuatan. Misalnya jalan santai, berenang, atau naik sepeda statis. Untuk frekuensi olahraga, setiap hari bisa sekitar 30 menit. Intensitas olahraga disesuaikan dengan kebiasaan olahraga sebelum hamil.

[Gambas:Video 20detik]

(nwy/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi