kehamilan

Kebutuhan Asupan Ibu Hamil di Tiap Trimester

Akfa Nasrulhaq Kamis, 01 Nov 2018 - 08.00 WIB
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta - Pada masa kehamilan dalam menanti lahirnya si kecil, Bunda harus memperhatikan aturan seperti asupan makanan yang dikonsumsi. Jadi nggak hanya persiapan mental saja ya,Bun, yang dipersiapkan. Bunda juga tidak boleh menyepelekan asupan nutrisi yang dibutuhkan si kecil.

Dokter fungsional spesialis kebidanan dan kandungan RS Gading Pluit dan RSUD Koja, dr Bram Pradipta, SpOG mengungkapkan ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi dengan jumlah berbeda di setiap tahapan perkembangan janin.

"Pada usia 8 minggu, janin dalam kandungan sekitar seukuran kacang tanah dan mulai terbentuk sistem saraf. Pada periode ini, dibutuhkan asam folat untuk perkembangan otak dan sistem saraf pusat," ujar dr Bram dalam talkshow Bunda PAS (Peduli Asupan Sehat) yang digelar Blackmores di rangkaian acara Mother's and Baby Fair di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu, baru-baru ini.

dr Bram juga menjelaskan pada semester pertama, asam folat dibutuhkan sekitar 400 mikrogram dan pada semester berikutnya dibutuhkan 600 mikrogram. Asam folat bisa diperoleh dari makanan seperti alpukat, sayuran hijau, pepaya, jeruk, atau makanan penambah semacam suplemen.

"Selanjutnya, di usia 12 minggu, jari bayi sudah bisa membuka dan menutup. Kaki juga bergerak secara refleks, tapi bukan ditentukan oleh otak. Pada saat ini diperlukan kalori yang meningkat, 200 kalori lebih banyak dan kalsium," jelasnya.


Sementara itu, di usia kehamilan 17 minggu, bayi sudah bisa menggerakkan sendi dan kepalanya. Dengan gerakan yang semakin aktif, maka diperlukan omega 3 sekitar 4 gram dan omega 6 sekitar 12 gram untuk pembentukan otak yang lebih baik.

"Di usia 26 minggu, rambut bayi mulai tumbuh, ia juga sudah bisa cegukan dan mulai bernapas. Pada masa ini dibutuhkan lebih banyak 350 kalori dari sebelumnya dan dibutuhkan zat besi. Sedangkan pada usia kandungan 32 minggu, dibutuhkan kalori lebih besar lagi, yakni sekitar 452 kalori lebih banyak dari biasanya. Selain itu kalsium juga sangat dibutuhkan di semester ketiga," kata dr Bram.

Maka, Bunda harus memperhatikan pola makan yang berbeda dengan pola makan di luar kehamilan.

"Jangan dianggap kita seperti makan sehari-hari aja atau sebaliknya overestimate, jadi orang berlebihan dalam mengestimasi kebutuhan porsi makannya karena berpikir saat hamil makannya untuk dua orang. Jadi under estimate tidak tepat, juga overestimate yang terlalu berlebihan. Seringkali asupan makan under maupun overestimate ini seringkali menjadi masalah juga terhadap janin," katanya.

Namun, dr Bram menyarankan pola makan yang besar diterapkan saat masih di semester pertama ketika rasa mual dan muntah sering dirasa.


"Tapi pada prinsipnya adalah makan sedikit-sedikit setiap 2 jam atau 3 jam sekali. Ini juga bisa jadi tips supaya lambungnya tidak terisi terlalu penuh agar tidak muntah," paparnya.

Selain itu, dr Bram mengingatkan agar pola makan Bunda dibarengi dengan pengetahuan mengenai apa dan dalam jumlah berapa yang sebaiknya dikonsumsi.

Selain makanan-makanan alami seperti sayuran dan buah, suplemen seperti Blackmores Pregnancy and Breast-feeding Gold juga bisa dikonsumsi karena mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh Bunda dan si kecil di kandungan. (idr/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi