kehamilan

Usia Pengaruhi Kesuksesan Program Bayi Tabung

Dwi Indah Nurcahyani Kamis, 14 Mar 2019 - 19.32 WIB
Ilustrasi bayi tabung/ Foto: iStock Ilustrasi bayi tabung/ Foto: iStock
Jakarta - Program bayi tabung menjadi solusi bagi pasangan yang lama mendambakan momongan. Memakan biaya yang tak sedikit, program in vitro fertilization (IVF) ini tak pernah menjanjikan keberhasilan 100 persen.

Ada yang langsung sukses, tapi tak sedikit pula yang mengulang beberapa kali tetap saja gagal mendapatkan buah hati. Bahkan, ada seorang pasangan Asal Malaysia yang tabah mencoba hingga 12 kali program bayi tabung, di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya.

Berbagai faktor mempengaruhi tingkat keberhasilan program bayi tabung ya, Bun. Salah satunya yakni faktor usia calon Bunda. Disebutkan banyak sumber jika wanita berusia lebih muda memiliki kemungkinan keberhasilan program IVF lebih tinggi.


Salah satunya diungkap Dr Elizabeth Fino, MD, asisten profesor di Departemen Obstetri dan Ginekologi di NYU Langone Fertility Center, bahwa program bayi tabung lebih berpeluang sukses di usia muda.

"IVF sering dibicarakan dalam konteks wanita di atas 35 tahun yang mencoba untuk hamil (yang dianggap 'usia lanjut' pada tahun-tahun kesuburan). Tetapi peluang seseorang untuk hamil dengan program IVF sebenarnya akan lebih baik pada usia yang semakin muda. Pasalnya, tingkat keberhasilan mulai menurun setelah usia pertengahan tiga puluhan. IVF tidak benar-benar memperbaiki usia telur wanita, jadi seorang wanita harus memikirkannya lebih awal,"jelas Dr Fino, dikutip dari Glamour.

Usia Pengaruhi Kesuksesan Program Bayi TabungIlustrasi bayi tabung/ Foto: Istock

Melansir Your Fertility Friend, tingkat keberhasilan IVF biasanya lebih potensial di usia 25-29 tahun atau lebih muda dari usia tersebut. Alasannya, karena wanita berusia 20-an berada di puncak usia subur mereka, Bun.

Seperti dilaporkan The Centers for Disease Control (CDC) bahwa wanita di bawah usia 35 tahun yang memilih menjalani IVF memiliki peluang tertinggi untuk hamil, dibandingkan wanita yang berusia di atas 35 tahun. Berdasarkan data CDC diketahui peluang seorang wanita di bawah usia 35 tahun untuk hamil dari satu putaran IVF sebanyak 52 persen. Meskipun pada faktanya setiap kasus kesuburan berbeda satu sama lain ya, Bun. Satu-satunya orang yang dapat menentukan apakah IVF akan bekerja efektif untuk seseorang, tentunya adalah dokter spesialis kesuburan.

Mengutip Attainfertility, ada dua alasan yang membuat wanita berusia muda memiliki potensi keberhasilan dalam menjalankan bayi tabung. Pertama, kualitas atau susunan genetik telur wanita yang lebih muda seringkali lebih baik.


Kedua, wanita yang lebih muda biasanya menghasilkan lebih banyak sel telur untuk pengambilan dengan IVF. Wanita yang memiliki lebih banyak telur tentu akan menghasilkan lebih banyak embrio. Sehingga, memungkinkan dokter memilih embrio yang terbaik dari kelompoknya untuk kemudian dipindahkan ke tabung khusus.

Nah, mengingat program bayi tabung atau IVF ini tidaklah murah, tentu saja berbagai hal harus dipertimbangkan secara matang. Jika Bunda dan pasangan ingin memutuskan mengambil program bayi tabung, tak ada salahnya mencobanya sejak usia di bawah 30 tahun ya, Bun. Sehingga, tingkat keberhasilan yang didapatkan pun lebih tinggi. Semoga sukses, Bun. (rap/rap)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi