kesehatan

Agar Anak Cerdas, Stimulasi Otak Anak dengan Cara Ini Ya, Bun

Asri Ediyati 04 Agu 2017
Stimulasi otak agar anak cerdas/ Foto: Thinkstock Stimulasi otak agar anak cerdas/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Siapa sih yang nggak mau punya anak cerdas. Tapi apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulasi otak anak agar tumbuh cerdas?

Kecerdasan anak memang terkait sama perkembangan otaknya nih, Bun. Nah, di awal kelahirannya, otak anak belum berkembang 100 persen. Perkembangan dan kematangan otak anak ini akan terjadi seiring dengan pengalamannya di masa dini.

Perlu Bunda tahu, otak tumbuh cepat sekali. Di dalam kandungan dan waktu lahir, otak anak sudah mencapai 25 persen otak dewasa, sedangkan pada usia 2 tahun otak sudah 80 persen lho!

Kalau kata dr I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi, SpA, MARS, rangsangan pada panca indra anak sangat berperan penting dalam perkembangan otak anak. Masih menurut perempuan yang akrab disapa dr Tiwi, cinta sang bunda bisa menjadi stimulator perkembangan otak anak. Maksud 'cinta' ini adalah suara, sentuhan, bau tangan dan tatapan mata dari sang bunda.

Kita semua pasti setuju, momen setelah melahirkan adalah momen yang paling indah dan penuh cinta. Begitu pula dengan si kecil, Bun. Dengan adanya cinta, si kecil pun tahu dan ikut merasakannya.

Suara bundanya adalah suara yang pertama kali didengar oleh anak. Hal ini karena sistem indra yang pertama kali berkembang pada saat anak masih di dalam kandungan adalah sistem pendengaran. Makanya Bun, jangan lupa ajak anak ngobrol meskipun si kecil masih di dalam rahim ya. Begitu pula ketika anak sudah lahir, jangan lupa langsung sapa bayi dengan lembut dan penuh cinta.

Selanjutnya, cinta untuk menstimulasi otak anak bisa diberikan melalui dekapan. Soalnya dekapan kita merupakan rangsangan indra peraba. Anak akan merasakan kehadiran kita sebagai 'pelindung'. Mereka akan merasa nyaman dan aman.

Nah, Bun, hal ini nih yang membuat anak kita akan tenang dan berhenti menangis saat berada di dekapan. "Kayak kanguru dalam kantong, mereka merasa aman ketika di dalam kantong ibunya" imbuh dr Tiwi dalam parenting class 'Stimulasi Multiple Intelligence untuk Batita' bersama Klinik dr Tiwi dan Merries di Casa Grande, Kasablanka, Jakarta, baru-baru ini.

"Bau tangan bunda juga merangsang indera penciuman anak, mereka akan terbiasa dan hafal dengan bau bundanya. Dan lagi, mereka merasa aman," terang dr Tiwi.

Otak akan merespons sistem indra dan akan menyimpannya sebagai memori. Makanya Bun, kenapa kadang bayi suka menangis bila dipindah gendongan ke orang lain? Itu karena baunya asing, sehingga membuat bayi merasa 'terancam'.

Tatapan mata bunda juga amat penting. Untuk itu saat menyusui anak, jangan lupa menatap matanya ya. Pertemuan kedua mata ini bisa merangsang visual anak. Mereka akan mengerti dan hafal rupa bundanya.

Kalau kata Dr Rose Mini A. Prianto, M.Psi yang biasa dipanggil Bunda Romi, anak tidak akan menangis bila Bunda berada di dekatnya meskipun tidak menggendongnya. Lagi-lagi ini karena anak merasa aman jika berada di dekat bundanya.

Hmm istilah 'jatuh cinta pada pandangan pertama' ini memang bener-bener terjadi antara kita dan si kecil ya, Bun? (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi