kesehatan

Ini Risikonya Kalau Kita Sering Makan Makanan Manis Saat Hamil

Asri Ediyati 13 Agu 2017
Ilustrasi ibu hamil/ Foto: Ari Saputra Ilustrasi ibu hamil/ Foto: Ari Saputra
Jakarta - Ketika hamil, terkadang kita ngidam ini itu ya, Bun, termasuk makanan yang manis-manis. Tapi, jangan juga kita turuti semua kemauan, akhirnya kita makan makanan manis terlalu banyak. Hati-hati Bun, ada risikonya kalau kebanyakan makan makanan manis saat hamil.

Jadi, menurut penelitian yang baru-baru ini dipublikasi di European Respiratory Journal, diketahui kalau ibu hamil (bumil) yang terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis bisa meningkatkan risiko asma pada anak, lho.

Menurut World Health Organization (WHO), sebanyak 235 juta orang di dunia mengidap asma dan penyakit tersebut sudah jadi hal yang umum. Bahkan, diperkirakan di tahun 2025, jumlah pengidap asma di dunia meningkat hingga 400 juta orang. Ya ampun banyak banget ya, Bun.

Baca juga: Lagi, Peneliti Pastikan Kaitan antara Asma dan Berat Badan Anak

Menurut Annabelle Bedard, peneliti dalam studi ini, peningkatan jumlah pengidap asma yang dramatis di Barat terjadi sejak 50 tahun terakhir. Pada periode ini pula jumlah konsumsi gula meningkat. Untuk mengetahui hubungan potensial antara makanan wanita hamil dan asma pada anak, Bedard dan rekan membandingkan anak-anak yang bundanya pada saat hamil mengonsumsi gula kurang dari 34 gram atau 7 sendok teh dengan yang mengonsumsi gula 82 hingga 345 gram atau setara dengan 16-69 sendok teh per hari.

"Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak dari ibu yang saat hamil banyak mengonsumsi makanan manis (mengandung gula) memiliki peningkatan risiko asma sebesar 101 persen," kata Bedard yang akan melanjutkan studinya ini.

Akan tetapi, Sheen Cruickshank, dosen senior bidang imunologi di Universitas Manchester menegaskan bahwa hasil studi tersebut belum bisa membuktikan dengan kuat adanya hubungan konsumsi makanan yang manis-manis saat hamil dengan risiko asma anak. Kata Cruickshank, harus ada studi yang lebih banyak untuk membuktikan hubungan antara konsumsi gula pada bumil dengan risiko asma anaknya ketika lahir. Hal ini dikarenakan penyebab asma itu banyak, bisa genetis juga efek lingkungan (mikroba dan polutan).

Baca juga: Punya Asma Saat Anak-anak, Mungkinkah Hilang Ketika Dewasa?

Namun, WHO tetap merekomendasikan untuk membatasi konsumsi gula, Bun. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko diabetes gestasional pada bumil. Penyakit ini bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan ukuran besar, persalinan dengan operasi caesar dan preeklampsia. Bayi yang lahir dari bumil dengan diabetes gestasional juga lebih rentan mengalami masalah pernapasan, kadar glukosa rendah dan penyakit kuning.

"Akan lebih baik ibu hamil mengikuti pedoman nutrisi umum yang dikeluarkan oleh WHO untuk tidak mengonsumsi banyak produk gula. Terlebih, jika hasil penelitian ini terbukri sangat kuat di mana asupan makanan manis saat hamil terlalu banyak meningkatkan risiko anak asma," kata Bedard, dikutip dari CNN. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi