kesehatan

'Kuanggap Wajar Saat Anakku Menggemuk, Tapi Ternyata....'

Radian Nyi Sukmasari 16 Sep 2017
Kuanggap Wajar Saat Anakku Menggemuk, Tapi Ternyata..../ Foto: thinkstock Kuanggap Wajar Saat Anakku Menggemuk, Tapi Ternyata....'/ Foto: thinkstock
Jakarta - Anak kelihatan menggemuk, bisa jadi yang terbesit di benak kita, para orang tua adalah wajar, toh anak sedang dalam masa pertumbuhan. Ibu bernama Antonia Watson juga berpikir begitu saat putranya terlihat menggemuk, Bun. Tapi, siapa sangka kalau itu tanda si kecil mengalami kelainan ginjal yang serius.

Si kecil itu bernama Mckenzie Watson. Usianya 5 tahun. Ketika Mckenzie tampak agak gemuk, Antonia maklum. Tapi, tak dinyanya kondisi kesehatan Mckenzie menurun hingga 11 hari kemudian, si kecil Mckenzie dilarikan ke RS. Hasil pemeriksaan menunjukkan paru-paru Mckenzie bocor dan perutnya terisi carian. Mckenzie didiagnosis kelainan ginjal sindrom nefrotik. Duh! Hati orang tua mana yang nggak pedih mendengar kabar itu.

"Di masa terburuknya, Mckenzie terlihat seperti orang yang sedang hamil 9 bulan. Itu sangat menakutkan. Kulitnya ketat dan benjolan di perutnya benar-benar bulat," tutur Antonia, dikutip dari Daily Mail.

Sebagai seorang ibu, pedih di hati dialami Antonia saat melihat sang anak melewati masa-masa terburuknya. Gimana nggak, Bun. Mckenzie mengeluh kesakitan dan mau nggak mau dia harus bisa menahan rasa sakit itu. Kalau anak lagi sakit kayak gitu, kalau bisa lebih baik kita aja deh yang menggantikannya menahan rasa sakit ya, Bun. Hu hu hu.

Sekarang, Mckenzie lagi menjalani kemoterapi untuk 8 minggu ke depan. Terapi ini bisa menurunkan sistem imunnya. Supaya ginjal Mckenzie nggak mengalirkan protein yang bocor, bocah itu harus mengonsumsi steroid setiap hari. Tapi Antonia bersyukur karena si kecil sudah boleh pulang. Tapi, dia tidak bisa konsumsi makanan asin dan minum pun dibatasi maksimal setengah liter per hari.

"Kami tahu tanda-tanda dia akan kambuh. Biasanya ketika dia nggak buang air besar atau kecil dalam waktu lama. Tubuhnya mulai membengkak karena menahan cairan," kata Antonia.

Baca juga: Anak Maunya Makan Mi Terus, Sehat Nggak Ya?

Mayo CLinic menyebutkan, sindrom nefrotik bisa disebabkan kerusakan pembuluh darah kecil di ginjal yang menyaring limbah dan kelebihan air dari darah. Akibatnya, banyak protein disekresikan dan terjadilah pembengkakkan. Amerinac Kidney Fund menyebut efek sindrom nefrotik bisa terjadi pada 2 dari 10.000 anak.

Sindrom nefrotik biasa terjadi pada anak umur 2-6 tahun. Memang, belum ada obat pasti untuk sindrom ini tapi obat pengencer darah, obat lain, atau kempterapi bisa mengatasi gejala kelainan ginjal tersebut.

Kerabat McKenzie membuat penggalangan dana di situs Go Fund Me. Salah satu anggota keluarga, Andy Watson, menuliskan kondisi si kecil McKenzie membuatnya harus keluar masuk RS. Disuntik jarum dan trasnfusi pun kerap dilakukan. Donasi untuk McKenzie juga didukung gym tinju Ludas Magnus yang sebelumnya rutin didatangi McKenzie tidap dua kali seminggu.

Saat ini, dana yang terkumpul sekitar Rp 36 juta dari target Rp 90 juta. "Para dokter senang dengan kemajuan Mckenzie. Hasil protein yang disekresikan negatif selama tiga hari berturut-turut. Ini baik sekali," kata Andy, dikutip dari Woman's Day.

Baca juga: Dibilang Gendut Sama Anak, Gimana Kita Meresponsnya Ya Bun? (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi