kesehatan

'Anakku Kena Diabetes Tipe 1, Bisakah Dia Punya Keturunan?'

Radian Nyi Sukmasari 30 Nov 2017
Anakku Kena Diabetes Tipe 1, Bisakah Dia Punya Keturunan?/ Foto: Thinkstock 'Anakku Kena Diabetes Tipe 1, Bisakah Dia Punya Keturunan?'/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Life must go on. Saat anak didiagnosis diabetes melitus tipe 1 sejak dini, memang kehidupan mereka harus terus berlanjut. Tapi kita sebagai orang tuanya pasti punya kekhawatiran soal gimana masa depan si kecil. Termasuk untuk urusan reproduksi. 'Apa nanti anakku bisa punya anak?', pertanyaan kayak gitu bisa aja terbesit di benak para orang tua.

Seperti seorang bunda, sebut aja namanya Poppy. Sang putri yang kini berumur 20 tahun didiagnosis diabetes tipe 1. Kata Poppy, dia khawatir apakah anaknya nanti bisa hamil. Soalnya, Poppy banyak mendengar orang-orang bilang kalau wanita punya diabetes nanti pas melahirkan bisa berisiko.

"Kan saya takut jadinya. Saya mikir, namanya perempuan kan. Apalagi dibilang ada yang sampai meninggal. Itu gimana ya. Jujur saya khawatir," kata Poppy.

Senada sama Poppy, bunda tiga anak bernama Aira juga punya kekhawatiran soal putra bungsunya yang didiagnosis diabetes tipe 1. Memang sih, saat ini putra Aira umurnya baru 11 tahun. Tapi namanya orang tua, wajar banget kan ya, Bun, kalau kita khawatir. Nggak berlebihan, karena seorang ibu pastinya cemas bakal terjadi apa-apa sama anaknya terutama yang menyangkut masa depannya.

Aira cerita, dirinya sempat bertanya ke dokter yang merawat sang anak apakah si kecil nantinya bisa punya anak. Kata Aira, si dokter bilang saat ini yang terpenting fokus untuk mengontrol gula darah sang anak supaya dia bisa tumbuh optimal dan punya kualitas hidup yang baik.

"Memang masa itu masih jauh ya. Cuma namanya ibu saya kan khawatir nanti dia nggak bisa punya anak. Kan mikir juga saya. Tapi udah cukup tenang karena dokter bilang selama bisa dikontrol gula darahnya, nggak ada apa-apa, aman," tutur Aira.


Menanggapi hal ini, dr Andi Nanis Marzuki SpA(K) dari RSIA Bunda Jakarta bilang supaya anak dengan diabetes tipe 1 bisa punya kualitas hidup sama baiknya dengan anak seusianya plus tumbuh kembangnya optimal, pengaturan pola hidup perlu diperhatikan. Termasuk konsumsi obat, pengaturan pola makan, dan aktivitas fisik.

"Yang jadi patokan kan HbA1c. Kita usahakan normal dan tetap stabil di angka normal. Saat anak beranjak besar lalu dia menikah, untuk kehamilan pastinya perlu dikonsultasikan ke dokter obgyn. Yang jadi fokus kita adalah mengelola diabetesnya supaya nggak jadi komplikasi dan anak tetap punya kualitas hidup yanh baik," tutur dr Nanis.

Beberapa waktu lalu, dr Yuslam Edi Fidianto SpOG dari Mayapada Hospital Lebak Bulus bilang pada ibu hamil dengan diabetes, supaya janin dan ibunya sehat, pengontrolan gula darah memang mesti dilakukan. Nah, ini perlu kerja sama dokter spesialis penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, bahkan ahli gizi jika dibutuhkan.

Risiko gula darah yang terlalu tinggi pada ibu hamil ketika si kecil lahir, berat badannya bisa over atau bayi lahir besar. Selain itu, bayi juga bisa berisiko mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah.

"Karena pas di perut dia dapat pasokan gula selalu banyak akibat kadar gula darah ibunya nggak terkontrol, pas dikeluarkan dia nggak dapat pasokan gula, jadi drop," tutur dr Yuslam.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi