kesehatan

Tentang Sunat Saat Bayi Seperti Anak Zaskia Mecca

Nurvita Indarini 31 Mar 2018
Ini tentang Sunat Saat Bayi Seperti Anak Zaskia Mecca/ Foto: Instagram/ Istimewa Ini tentang Sunat Saat Bayi Seperti Anak Zaskia Mecca/ Foto: Instagram/ Istimewa
Jakarta - Bhre Kata, si kecil yang belum lama dilahirkan sang bunda, Zaskia Adya Mecca, disunat di usia kurang dari seminggu. Warganet pun penasaran apakah hal itu membuat Kata jadi rewel setelahnya. Tapi kata Zaskia, Kata anteng-anteng saja.

"Banyak yang tanya gimana sunat bayi? Anaknya rewel apa nggak? Surprisingly anak kelar sunat si baby dikasih ke kita bisa pake diaper, nggak rewel sama sekali," kisah Zaskia di akun Instagram-nya.

Menurutnya, Kata juga tidur dengan pulas dan sama sekali nggak tampak kesakitan. Selain itu bekas sunat di hari kedua pun sudah bagus.

"Emang nggak dimandiin cemplung air selama tiga hari biar nggak basah terus, rajin gantiin diaper 1-2 jam sekali," sambung istri Hanung Bramantyo itu.

Perawatannya, lanjut Zaskia, juga simpel. Hanya dengan menyiramkan NaCl setap selesai membersihkan bekas sunat, lalu di jahitannya diolesi salep. "Sudah, simpel banget, bayi nggak tersiksa, mama nggak drama ngadepin anak rewel atau ngurusin luka, ilang deg-degan kalau ke depannya ada fimosis atau infeksi saluran kencing (ISK), dan pastinya lebih bersih," lanjut Zaskia.



Jadi Zaskia dan Hanung memutuskan menyunat Kata yang belum genap seminggu karena pengalaman fimosis yang dialami anak sebelumnya, Kaba, juga keponakan Zaskia, Keefe. Menurutnya, fimosis benar-benar traumatis, apalagi sampai harus bolak-balik ke rumah sakit dan operasi lantaran mampet saluran kencingnya.

"Surprise juga pas tahu dari adik ipar yang tinggal di Madinah, kalau ternyata di Saudi sudah hal biasa bayi baru lahir sebelum pulang disunat dulu di RS. Setelah dirasa emang lebih banyak manfaatnya kenapa juga harus ditunda, lebih bersih, meminimalisir ISK, recovery pada bayi lebih cepat, dan traumatis pun jauh lebih nggak ada," papar Zaskia.

[Gambas:Instagram]



Soal sunat di usia bayi nih, Bun, dr Arry Rodjani SpU dari RS Asri Jakarta bilang umur berapapun, anak bisa disunat dan ini tergantung dari si anak dan keluarganya. dr Arry menjelaskan asalkan penis anak normal, tidak terlalu kecil atau mengalami masalah lain pada penis, anak bisa saja disunat.

Nah, yang perlu kita ingat, setelah anak disunat memang bisa ada risiko infeksi. Karena itu penting banget memperhatikan perawatan pasca si kecil disunat supaya terhindar dari infeksi.

Sementara itu dr Mahdian Nur Nasution, SpBS dari Rumah Sunat dr Mahdian, bilang usia bayi merupakan usia di mana perubahan jumlah sel manusia terjadi paling cepat dan paling banyak. Jadi, sepanjang usia manusia dari bayi sampai tua, sel berlipat ganda untuk sembuh dan tumbuh paling banyak saat usia bayi. Apalagi saat usia bayi kurang dari 6 bulan, biasanya anak kan belum bisa tengkurap nih, Bun. Jadi, bakal lebih memudahkan proses keringnya luka.




Sedangkan soal fimosis, dr Nugroho Budi Utomo, SpU, beberapa waktu lalu menjelaskan fimosis adalah kondisi penis di mana kulit preputium (kulit kulup penis) tidak dapat ditarik ke arah pangkal (belakang), yang mengakibatkan glans (kepala) penis dan lubang kencing tertutup kulit preputium.

Fimosis yang tak ditangani bisa menimbulkan infeksi saluran kemih berulang. Biasanya kondisi ini ditandai dengan demam yang hilang timbul, nyeri saat buang air kecil, berat badan tidak naik, serta nafsu makan menurun. Jika belum terdapat keluhan atau komplikasi, dokter biasanya memberikan obat berupa salep yang mengandung kortikosteroid. Namun jika sudah terdapat komplikasi maka pilihan pengobatannya adalah sirkumsisi atau sunat. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi