kesehatan

Hiks! Wajah Bayi Ini Melepuh Setelah Pakai Tabir Surya

Amelia Sewaka 29 Mei 2018
Hiks! Wajah Bayi Ini Melepuh Setelah Pakai Tabir Surya/ Foto: Thinkstock Hiks! Wajah Bayi Ini Melepuh Setelah Pakai Tabir Surya/ Foto: Thinkstock
Newfoundland, Kanada - Namanya orang tua pasti akan melakukan apa saja demi melindungi buah hatinya. Seperti ibu asal Kanada ini. Tapi nggak disangka upaya proteksinya malah berakibat nggak oke.

Maksud hati ingin melindungi kulit si kecil, tapi kulit putrinya itu malah rusak. Awalnya, ibu bernama Rebecca Cannon ini pergi dengan putrinya yang berumur 14 bulan, Kyla. Tapi, Rebecca lupa membawa tabir surya. Alhasil, Rebecca memakai tabir surya lain dengan SPF 50 di hidung dan pipi Kyla.

"Saya pikir memberikannya tabir surya adalah cara yang tepat. Karena waktu itu menurut saya, lebih baik pakai sunscreen daripada tidak sama sekali," kata Rebecca kepada Today.



Tapi dalam waktu singkat, wajah Kyla membengkak, Bun. Besok paginya keadaan Kyla memburuk, kulit wajahnya jadi merah dan melepuh. Duh, kasihan banget. Rebecca lantas membawa Kyla ke RS dan bocah kecil itu didiagnosis dengan luka bakar tingkat dua. Rebecca bingung karena anaknya nggak pernah terpapar api sebelumnya.

"Hanya Kyla yang satu-satunya pakai sunsreen saat itu dan hanya dia pula yang terbakar," kata Rebecca.

Si kecil Kyla diberi obat krim. Meski awalnya wajah Kyla sempat memerah lagi tapi kondisinya perlahan stabil. Rebecca mengajukan protes ke produsen tabir surya yang dia pakai dan pihak produsen bersedia mengembalikan uang dan berjanji akan melakukan ujiulang produk tabir surya itu. Health Canada (lembaga federal yang membantu pemerintah untuk meningkatkan kesehatan rakyat Kanada) melakukan penyelidikan terhadap tabir surya tersebut karena telah menerima keluhan tentang luka bakar yang sama.



Dilansir Daily Mail, dr Adam Friedman mengatakan lecet atau melepuh yang dialami Kyla kemungkinan disebabkan oleh iritasi kontak dermatitis. Penyebabnya bisa karena zat-zat berbahaya seperti vitamin C dan alkohol yang keduanya dapat ditemukan di tabir surya.

"Untuk anak, ada tabir surya khusus untuk beberapa usia yang berbeda karena ada perbedaan biologis yang unik di tiap tahap usia. Kulit bayi lebih mudah iritasi. Saya lebih menyarankan orang tua pakai tabir surya berunsur mineral yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide, sampai seorang anak tersebut cukup usianya memakai produk tabir surya tertentu," kata dr Adam.

Kini, setahun sudah kejadian itu dialami Kyla. Memang nggak ada bekas luka di wajahnya tapi Rebecca tetap memperingatkan orang tua agar hati-hati memilih tabir surya untuk anak atau produk lain untuk kulit si kecil.

Penggunaan tabir surya memang penting untuk melindungi kulit dari penuaan dini sampai kanker kulit yang disebabkan sinar UV dari matahari. Tapi, penggunaannya juga tidak boleh asal, Bun, jika kita mengharapkan perlindungan yang maksimal. Dijelaskan dr Sri Prihianti Gondokaryono SpKK, perlindungan sinar UV oleh tabir surya tidak hanya ditentukan oleh pemilihan nilai SPF, tapi juga cara penggunaannya.

"Nilai SPF dalam tabir surya yang tersedia di pasaran sangat beragam, dari yang 15 sampai 100. Untuk di negara tropis, minimal nilai yang direkomendasikan adalah yang SPF 30. Tapi supaya nilainya tidak berkurang, tabir surya harus sering direplikasi dan digunakan dalam dosis yang cukup, yaitu dua sendok atau jari untuk seluruh tubuh," kata dr Sri seperti dikutip dari detikHealth.


(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi