kesehatan

Tips Menyapih Si Kecil

dr Jolinda Johary Minggu, 16 Des 2018 - 15.33 WIB
Ilustrasi bayi menyusus/ Foto: go dok Ilustrasi bayi menyusus/ Foto: go dok
Jakarta - Setelah bayi berumur 2 tahun, beberapa ibu ada yang memutuskan menyapih si kecil. Bagi si kecil, proses penyapihan bisa mudah atau sebaliknya, sulit ya, Bun. Tapi tenang, bukan berarti Bunda menyerah gitu aja.

Apalagi, seperti rekomendasi WHO, pemberian ASI dilanjukan sampai anak umur 2 tahun. Ya, karena ASI lebih higienis, aman, dan mengandung antibodi yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit yang biasanya menyerang di usia rentan tersebut. Meskipun demikian, angka menyusui eksklusif di Indonesia menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 baru mencapai 32 persen.

Padahal selain sangat bermanfaat bagi bayi, menyusui juga sangat bermanfaat bagi Bunda, lho. Menyusui ternyata adalah KB alami yang disamping dapat menurunkan risiko kanker payudara dan kanker rahim, juga dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2.



Nah, bagi Bunda yang ingin menyapih si kecil ada lima tips yang bisa diterapkan nih.

Ilustrasi menyapihIlustrasi menyapih/ Foto: iStock
1. Persiapkan botol susu yang sudah teruji sterilisasinya. Pertimbangkan pilihan susu dengan dokter yang bersangkutan. Lalu, sesuaikan dengan kebutuhan si kecil ya, Bun.

2. Latih anak minum susu menggunakan gelas atau dot secara perlahan ya, Bun.

3. Tawarkan botol berisi susu ketika jam lapar si kecil tiba. Lakukan pemberian susu dengan posisi berbeda dari pemberian ASI. Misalnya dengan membuat bayi setengah terduduk dan Bunda memberi susu padanya dengan berhadapan dan tatap matanya.



4. Usahakan nggak menyapih si kecil menggunakan cara yang bikin dia nggak nyaman ya, Bun. Apalagi menggunakan trik seperti mengoleslal sesatu yang pahit pada puting, bisa bikin anak trauma, Bun. Jadi, usahakan menyapih anak dengan cinta alias menerapkan weaning with love ya.

5. Setelah anak beralih ke susu lain karena sudah disapih, perhatikan juga reaksinya. Misalkan, apakah anak mengalami konstitipas dan reksi lain. Contohnya jika anak mencret atau mengalami reaksi alergi, serega konsuultasikan dengan dokter ya, Bun.

*dr Jolinda Johary M.Pd saat ini bergabung dengan go dok (rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi