HaiBunda

MENYUSUI

Perjuangan Para Ibu di Kemiliteran AS Menyusui Bayinya

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Senin, 13 Nov 2017 13:03 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/kdshutterman
Jakarta -

Apapun profesinya, seorang wanita yang sudah punya anak tetaplah seorang ibu. Kewajiban merawat si kecil termasuk menyusuinya tetap dilakukan. Seperti yang dilakukan para wanita angkatan udara di AS ini, mereka tetap menyusui anaknya saat melayani negara, Bun.

Memang, dua tahun belakangan kemiliteran AS bisa dibilang sudah jadi 'tempat' ramah keluarga. Pada tahun 2015, pekerjaan tempur dibuka juga untuk wanita dan di tahun 2016 Pentagon (Departemen Pertahanan AS) memperpanjang cuti melahirkan sampai 12 minggu untuk semua cabang militer.

Menyusui sedang berada di kamp militer memang nggak mudah. Mengingat selain melayani negara, mereka nyatanya bekerja di tempat yang didominasi oleh pria. Sehingga, proses menyusui si kecil bisa penuh perjuangan.

Menurut Robyn Roche-Paull BSN RNC-MNN IBCLC, pensiunan militer yang pernah menyusui buah hatinya, kendala terbesar yang sering dihadapi para ibu militer di saat ingin menyusui adalah kurangnya dukungan dari komando.

"Selain kurangnya dukungan dari komando, nggak sedikit juga sesama rekan kerja saya yang membuat komentar buruk, yang membuat saya merasa bersalah karena membutuhkan waktu ekstra untuk menyusui atau pun pumping," kata Robyn dikutip dari BabyCenter Blog.

Kata Robyn, jika memang kemiliteran AS adalah tempat yang ramah keluarga, edukasi pentingnya menyusui perlu diadakan di seluruh kalangan militer. Mulai dari sesama pekerja militer, supervisor hingga komandan. Nggak hanya tentang pentingnya menyusui tapi juga soal perlunya memerah ASI dan privasi bagi ibu menyusui ketika melakukannya.



Tak hanya Robyn yang mengalami masalah itu, beberapa ibu militer lainnya juga mencurahkan isi hatinya melalui Facebook. Ada ibu baru yang curhat soal perjuangannya untuk memompa ASI tiap tiga jam sekali sementara ia sedang tugas shift 24 jam. Ada juga ibu yang meminta saran bagaimana cara terbaik mengirim ASI jarak jauh ketika kebetulan ditugaskan keluar kota.

"Ibu militer itu sangat spesial! Mereka menghadapi tantangan dalam menyusui. Di militer didominasi oleh budaya kaum pria. Sedangkan menyusui adalah hal yang feminin. Jadi, dari awalnya ibu militer ini menghadapi kultur yang sama sekali tak ada nilai keibuan dan kewanitaanya. Latihan fisik, menembak, mengendarai kendaraan tempur atau pergi melaut berhari-hari bahkan berbulan-bulan," kata Robyn.

Keren banget ya, Bun, para ibu militer ini. Di tengah-tengah pekerjaannya yang bersifat maskulin, para wanita ini tetaplah ibu yang ingin tetap menyusui sang anak meski untuk melakukannya butuh perjuangan. Salut!


(aci/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sudah Remaja, Intip Potret Dua Cucu Gus Dur yang Mulai Curi Perhatian

Parenting Amira Salsabila

Alyssa Daguise Berhasil Kumpulkan Banyak Kolostrum ASI untuk Baby Soleil, Ini Manfaatnya untuk Anak

Menyusui Annisa Karnesyia

100 Ucapan Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih atau Yesus Kristus 2026 Penuh Makna

Mom's Life Azhar Hanifah

Gigi Anak yang Berlubang Parah Tidak Dapat Disembuhkan? Ini Jawaban Dokter

Parenting Indah Ramadhani

Jarang Tersorot, Ini Potret Aishakyra Zara Anak Teuky Zacky yang Warisi Wajah Bule Ibunda

Parenting Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

3 Film Anak tentang Kenaikan Yesus yang Wajib Ditonton Bareng Si Kecil

Sudah Remaja, Intip Potret Dua Cucu Gus Dur yang Mulai Curi Perhatian

Gigi Anak yang Berlubang Parah Tidak Dapat Disembuhkan? Ini Jawaban Dokter

Alyssa Daguise Berhasil Kumpulkan Banyak Kolostrum ASI untuk Baby Soleil, Ini Manfaatnya untuk Anak

Flamingo Era, Fase Perubahan 'Warna' Perempuan Pasca Melahirkan sampai Anak Beranjak Dewasa

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK