menyusui

Jangan Salah Bun, ASI Terlalu Banyak pun Bisa Bikin Bingung

Nurvita Indarini Selasa, 05 Dec 2017 09:00 WIB
Jangan Salah Bun, ASI Terlalu Banyak pun Bisa Bikin Bingung
Jakarta - Selalu ada saja ya cerita soal meng-ASI-hi alias saat kita memberikan air susu ibu (ASI) untuk anak tercinta. Dulu, saya pernah galau karena stok ASI buat si kecil pas-pasan banget, padahal cuti melahirkan sudah hampir habis. Alhasil 'kejar tayang' pun dilakukan.

Tapi cerita bunda yang satu ini berbeda, Bun. Bunda bernama Fitri Windawati ini sempat bingung karena produksi ASI-nya yang berlimpah ruah. Lho, bukannya malah senang ya, Bun?

"Bayi saya jadi susah menyusu langsung. Mungkin karena alirannya terlalu deras, jadinya tersedak," tutur perempuan yang akrab disapa Pipit ini saat ngobrol bareng HaiBunda di sela-sela perayaan ulang tahun pertama anak-anak yang tergabung dalam Birth Club November 2017 di Istana Nelayan, Serpong, Tangerang.




Untuk menyiasatinya, Pipit pun memerah ASI dan memberikan ASI perah tersebut kepada si kecil. Dalam sehari, Pipit bisa memerah ASI sampai tiga liter lho, Bun. Wah, banyak banget ya. Nggak heran, freezer di rumahnya penuh dengan plastik dan botol berisi ASI perah.

"Saya sempat donor ASI selama tujuh bulan. Jadi bayi itu saya jatah 1,5 liter setiap hari," sambungnya.

Tapi Pipit sedih juga nih, Bun. Soalnya dia jadi jarang menyusui langsung buah hatinya. Alhasil, si kecil jadi bingung puting. Untuk mengatasi masalahnya, Pipit pun bertanya ke ibu-ibu di komunitasnya.

"Saya tanya ada yang pernah bingung puting nggak bayinya, lalu gimana ngatasinnya. Saya dapat banyak tips sih," imbuh Pipit.

Kondisi yang dialami Pipit ini dikenal sebagai hiperlaktasi, Bun. Produksi ASI yang berlebihan ini bisa terjadi karena dipengaruhi kelenjar susu yang dimiliki ibu. Jadi umumnya, ibu dengan hiperlaktasi punya kelenjar susu dengan jumlah maksimal, sekitar 100 sampai 300 ribu. Demikian dikutip dari Baby Center.



Nah, kalau Bunda juga mengalami hal yang sama seperti dialami Pipit, ada beberapa hal yang bisa dilakukan nih agar keluarnya ASI nggak terllau deras, sehingga bisa bikin si kecil tersedak, yakni:

1. Perah ASI sebelum menyusui.
2. Susui bayi saat si kecil belum terlalu lapar, sehingga isapannya tidak terlalu kencang.
3. Mengurangi gravitasi dengan menyusui si kecil dalam posisi tiduran miring.
4. Kalau bayi kewalahan dengan aliran ASI saat menyusu, lepas dulu si kecil dari payudara. ASI bisa kita tampung dulu di wadah. Nah, kalau bayi sudah tenang dan bersendawa, kita bisa menyusuinya lagi. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi