menyusui

ASI Eksklusif Pengaruhi Kadar Kolesterol Saat Remaja

Maya Sofia Kamis, 18 Apr 2019 08:02 WIB
ASI Eksklusif Pengaruhi Kadar Kolesterol Saat Remaja
Jakarta - Berbicara tentang sederet manfaat ASI eksklusif memang tak pernah ada habisnya. Mulai dari menurunkan angka kematian bayi, hingga menekan risiko obesitas dan penyakit kronis.


Terbaru, informasi menyebutkan ASI eksklusif juga ternyata punya manfaat kesehatan lain lho, Bunda. Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Pediatrics, bayi yang mengonsumsi hanya ASI eksklusif selama tiga bulan pertama, memiliki kadar kolesterol yang lebih sehat saat remaja dibandingkan bayi yang mengonsumsi susu formula.

Dalam studi ini, peneliti melacak 3.261 bayi yang lahir di Hong Kong pada 1997 hingga mereka berusia rata-rata 17,5 tahun. Sebanyak 7,5 persen bayi tersebut mendapat ASI eksklusif selama tiga bulan pertama, 40 persen mengonsumsi kombinasi ASI dan susu formula, 52 persen mengonsumsi hanya susu formula.


Hasilnya, bayi yang mengonsumsi hanya ASI eksklusif memiliki kadar kolesterol lebih rendah, begitu juga kadar kolesterol 'jahat' LDL saat remaja dibandingkan bayi yang mengonsumsi susu formula. Hanya sekitar satu persen dari remaja dalam penelitian ini yang memiliki kadar LDL tinggi. LDL merupakan jenis kolesterol yang menumpuk dalam pembuluh darah dan dapat menyebabkan pembekuan darah serta serangan jantung.

"Perbedaan yang kami lihat antara bayi yang disusui dan yang diberi susu formula bisa disebabkan oleh perbedaan antara ibu yang menyusui dan yang tidak," kata penulis senior studi, Mary Schooling, dari University of Hong Kong dikutip dari Reuters.

Menyusui/Menyusui/Foto: iStock

Sementara itu, kadar LDL yang sama ditemukan pada remaja yang saat bayi mengonsumsi hanya susu formula dan mereka yang saat bayi mengonsumsi kombinasi ASI serta susu formula.

Perlu dicatat ya Bunda bahwa penelitian ini bukan eksperimen terkontrol yang dirancang untuk membuktikan bagaimana ASI secara langsung berdampak pada kadar kolesterol saat remaja.

Namun, studi tersebut menambah bukti bahwa paparan nutrisi di awal kehidupan dapat mengubah apa yang disebut faktor risiko kardiovaskular, seperti kadar kolesterol.

Berbicara tentang ASI eksklusif, dilansir CNN Indonesia, masih sedikit ibu di negara kita yang menyadari pentingnya memberi ASI eksklusif selama enam bulan, dilanjutkan hingga dua tahun dengan makanan pendamping ASI (MPASI) pada anak.

"Kita sadar, ASI itu luar biasa hebat. Tapi, tetap saja masih banyak yang belum memberikan hak ASI pada anak," ujar Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek.


Data Kementerian Kesehatan mencatat, angka inisiasi menyusui dini (IMD) di Indonesia meningkat dari 51,8 persen (2016) menjadi 57,8 persen (2017). Meskipun ada peningkatan, angka itu disebut masih jauh dari target sebesar 90 persen.

[Gambas:Video Haibunda]

(som/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi