menyusui

Perlu Bunda Coba, Perah ASI Pakai Tangan Saat Mati Lampu

Asri Ediyati Senin, 05 Aug 2019 19:33 WIB
Perlu Bunda Coba, Perah ASI Pakai Tangan Saat Mati Lampu
Jakarta - Pemadaman listrik yang terjadi pada hari Minggu (4/8/2019) membuat masyarakat cukup merugi. Belum lagi, hari ini masih terjadi pemadaman listrik secara berkala di sejumlah titik, daerah Kebon Jeruk, Gandaria, Depok, dan Tangerang Selatan. Dilansir detikcom, di Kabupaten Bandung, sudah 18 jam beberapa pemukiman di Kabupaten Bandung padam listrik.

Kita tahu, kebanyakan ibu memakai pompa ASI yang menggunakan energi listrik alias elektrik. Nah, daripada menghabiskan uang untuk membeli pompa manual, Bunda bisa mencoba dengan tangan. Soal banyak atau sedikitnya ASIP yang dihasilkan, jika Bunda sudah terlatih, maka jumlah ASIP-nya bisa melimpah. Hal ini dijelaskan oleh dr.Jeane-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC, dari RS Pondok Indah-Puri Indah.

"Kalau soal hisapan paling kuat itu hisapan bayi, nomor dua memang mesin atau breast pump. Tapi kalau ibu sudah terlatih, memerah pakai tangan kuat hisapannya sama dengan breast pump lho," kata Jeanne, dikutip dari detikcom.


Menurutnya, memerah ASI dengan tangan sebenarnya mudah tapi perlu latihan. Nah, jika Bunda ingin memerah ASI pakai tangan, pastikan tangan kita bersih, kalau perlu cuci tangan dahulu. Untuk memerahnya, Bunda perlu gunakan ujung jari, bukan ruas jari.

ilustrasi ASI perah/ ilustrasi ASI perah/ / Foto: iStock
"Bukan menggunakan ruas jari tapi dengan ujung jari, telunjuk dan jempol seperti membentuk huruf C begitu. Lalu posisikan 1-3 cm dari dasar puting itu ada kelenjar ASI. Kemudian tekan tanpa mengubah ukuran jari dan perah ASI-nya," kata dr Jeanne.

Ketika Bunda di kantor, sebaiknya perah ASI setiap 3 jam sekali selama 20-30 menit pada satu payudara. Disarankan untuk memerah kedua payudara karena semakin rutin dikeluarkan, maka semakin rutin ASI diproduksi. Namun, seiring bertambahnya usia anak, frekuensi memerah ASI bisa disesuaikan dengan kebutuhan si kecil.

Jadi mati lampu bukan lagi hal yang perlu dikhawatirkan. Bunda tetap bisa memerah ASI dengan tangan. Nah, untuk tutorial lengkap melalui video, Bunda juga bisa menyimak penjelasan dari konselor laktasi dari RS Sari Asih Ciputat, dr.Hikmah Kurniasari, MKM, CIMI berikut ini.

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi