sign up SIGN UP search


menyusui

5 Makanan Ibu Menyusui agar Bayi Diare Cepat Sembuh

Asri Ediyati Rabu, 29 Jul 2020 08:04 WIB
Ilustrasi makan pisang caption
Jakarta -

Diare pada bayi merupakan masalah yang umum terjadi. Namun, jangan panik berlebihan ya, Bunda. Tidak semua tinja yang lunak menjadi indikator bayi mengalami diare.

Penting nih untuk mengecek terlebih dahulu konsistensi tinja mereka. Ya, mengingat perubahan tinja bayi cukup dinamis dari waktu ke waktu.

"Bayi yang memiliki tinja lunak, secara umum, tidak perlu khawatir," kata Dr. Jean Moorjani, seorang dokter anak di Rumah Sakit Anak Arnold Palmer di Florida, dikutip dari Fatherly.


"Sangat normal memiliki bayi yang buang air besar setelah setiap kali mereka menyusu dan kotoran mungkin lebih ringan dan cair. Itu kotoran yang sangat normal untuk bayi yang disusui," sambungnya.

Nah, yang perlu diingat adalah bahwa diare pada bayi sering kali disertai dengan gejala lain untuk membantu menentukan kapan saatnya untuk menghubungi dokter.

Kalau seperti ini, Bunda segera konsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat. Selain konsultasi ke dokter, menurut Donna Murray, RN, BSN, perhatikan juga diet atau makanan yang Bunda konsumsi.Lalu, bagaimana mengenalinya jika bayi mengalami diare? Kotoran normal untuk bayi yang diberi ASI bisa berwarna terang dan menyerupai mustard, sedangkan saat diare ungkin lebih berair bahkan pada tingkat yang parah, hanya air saja yang keluar, Bunda.

"Beberapa makanan dalam diet Anda dapat menyebabkan alergi dan kepekaan pada bayi yang disusui," ujarnya dikutip dari Very Well Family.

"Anda mungkin harus mengevaluasi diet untuk mencoba mencari tahu apakah sesuatu yang Anda makan dapat menyebabkan diare pada bayi Anda," lanjut Murray.

Sebaliknya, apa saja makanan yang perlu dikonsumsi ibu menyusui agar bayi diare cepat sembuh? Simak daftarnya berikut ini:

1. Pisang

Mengutip dari laman resmi Harvard T.H.Chan School of Public Health, pisang adalah sumber kalium yang sangat baik, mineral penting dan elektrolit dalam tubuh yang membawa muatan listrik kecil. Pisang dapat membantu melengkapi elektrolit seperti kalium yang hilang karena diare atau muntah, dan mengandung pati resisten (terutama jika menggunakan pisang hijau yang dimasak) yang dapat mendukung penyembuhan usus.

2. Nasi

Nasi bisa menjadi makan terbaik ketika bayi mengalami diare. Nasi juga mengandung karbohidrat yang membuat bayi tetap kuat dan tidak lemas. Nasi juga membantu mengeraskan tinja bayi dengan menyerap air.

Anorexic young girl eating pomegranate with disgust in kitchenilustrasi buah delima/ Foto: ilustrasi/thinkstock

3. Delima

Penelitian telah secara ilmiah menunjukkan bahwa menyusui memberikan nutrisi yang optimal untuk bayi, memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka, dan meningkatkan ikatan ibu dan anak. Nah, manfaat kesehatan dari konsumsi buah delima ternyata memiliki efek yang lebih besar bagi ibu menyusui dan bayinya. Buah delima juga memiliki senyawa anti peradangan yang bagus untuk dikonsumsi bayi yang mengalami diare.

4. Ikan

Sebenarnya makanan sehat apapun termasuk ikan, aman dikonsumsi ketika bayi mengalami diare. Ikan adalah sumber protein yang baik. Beberapa, seperti salmon dan tuna, juga memberikan omega-3, yang dibutuhkan tubuh. Tetapi bagaimana dengan merkuri dan kontaminan lainnya? Bunda bisa memasak seafood dua kali seminggu saja.

5. Tempe

Mengambil suplemen probiotik atau makan makanan probiotik seperti tempe, miso, buah-buahan juga dapat menghentikan diare. Terkadang, diare terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri dalam usus. Probiotik membantu memulihkan keseimbangan dengan menyediakan bakteri baik tingkat tinggi. Ini dapat meningkatkan fungsi usus normal dan mempersingkat durasi diare si kecil.

Yang terpenting saat bayi diare adalah tetap susui bayi dan jaga makanan serta kesehatan Bunda untuk mendapatkan kualitas ASI yang baik. Mengutip dari laman resmi IDAI, efektivitas ASI dalam mengendalikan infeksi dapat dibuktikan dengan berkurangnya kejadian beberapa penyakit spesifik pada bayi yang mendapat ASI dibanding bayi yang mendapat susu formula.

Penelitian oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) membuktikan bahwa pemberian ASI sampai usia 2 tahun dapat menurunkan angka kematian anak akibat penyakit diare dan infeksi saluran napas akut.

(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi