sign up SIGN UP search


menyusui

10 Persiapan Penting Menyusui Sebelum Cuti Berakhir Demi Sukses ASI Eksklusif

Asri Ediyati Kamis, 06 Aug 2020 08:53 WIB
Mother breastfeeding baby son in bedroom, they enjoy in this moment together caption
Jakarta -

Masuk kembali ke kantor bukan halangan ibu bekerja untuk tetap bisa menyusui bayinya. Ya, menyusui merupakan hak setiap ibu, termasuk ibu bekerja. Dalam Konvensi Organisasi Pekerja Internasional tercantum bahwa cuti melahirkan selama 14 minggu dan penyediaan sarana pendukung ibu menyusui di tempat kerja wajib diadakan.

Lalu, mengutip laman resmi Ikatan dokter Anak Indonesia (IDAI), Undang-Undang Perburuhan di Indonesia No.1 tahun 1951 memberikan cuti melahirkan selama 12 minggu dan kesempatan menyusui 2 x 30 menit dalam jam kerja.

Sayangnya, ibu bekerja masih dianggap sebagai salah satu faktor penyebab tingginya angka kegagalan menyusui, padahal di negara-negara industri 45 - 60 persen tenaga kerja merupakan wanita usia produktif.


Badan Kesehatan Dunia (WHO), American Academy of Pediatrics (AAP), American Academy of Family Physicians (AAFP) dan IDAI merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan pemberian ASI dapat dilanjutkan sampai 2 tahun.

"Telah dibuktikan dalam beberapa jurnal bahwa ibu menyusui memberikan berbagai keuntungan bukan hanya bagi bayi dan ibu saja namun juga bagi tempat kerja sang ibu. Angka absensi ibu pada perusahaan lebih rendah karena anak lebih jarang sakit," tulis IDAI, dikutip Selasa (4/7/2020)

Nilai tambahnya, dengan memberikan ASI, kedekatan ibu dengan bayi tetap terjaga, bahkan pada saat berjauhan. Yang tak kalah penting, menyusui secara eksklusif bisa menghemat pendapatan ibu karena tidak perlu membeli susu formula.

Menyusui eksklusif juga secara tidak langsung berdampak pada lingkungan dan iklim bumi. Hal ini sesuai dengan tema Pekan Menyusui Sedunia 2020, 'Menyusui untuk Bumi yang Lebih Sehat'.

Sudah cukup membahas manfaat menyusui eksklusif, apa saja nih hal yang perlu dilakukan ibu menyusui menjelang masuk kerja lagi?

Young mother breastfeeding  her newborn baby boy at homeIlustrasi ibu menyusui/ Foto: iStock

Pada masa nifas sampai 2 minggu menjelang ibu bekerja, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan, antara lain:

1. Menyusui bayi langsung dari payudara. Hindari empeng/dot, botol susu dan minuman lain selain ASI.

2. Mengonsumsi cairan cukup, makanan yang bergizi dan hindari stres agar produksi ASI tidak terganggu.

3. Relaksasi selama 20 menit setiap hari di luar waktu memerah ASI.

4. Memakai pakaian yang memudahkan Bunda untuk memerah ASI.

5. Berlatih cara memerah ASI menggunakan tangan, pompa manual ataupun pompa elektrik kemudian perhatikan berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengosongkan payudara. Biasanya diperlukan 15 - 20 menit untuk mengosongkan kedua payudara.

Latihan memerah ASI ini dapat dimulai sejak saat ASI pertama keluar atau payudara mulai terasa penuh yang pada umumnya terjadi di minggu pertama setelah kelahiran.

6. Menetapkan jadwal memerah ASI, biasanya setiap 3 - 4 jam sekali.

7. ASI yang diperah dapat dibekukan untuk persediaan atau tambahan saat Bunda mulai bekerja.

8. Berlatih memberikan ASI perah melalui cangkir, sendok, atau pipet pada jam kerja. ASI perah sebaiknya tidak diberikan dengan botol karena akan mengganggu proses mehyusui langsung dari payudara. Menghisap dari botol berbeda dengan menyusu langsung dari Bunda.

9.Mencari pengasuh (nenek, kakek, anggota keluarga lain, baby sitter, pembantu) yang dapat memberikan ASI dan menjaga bayi selama Bunda bekerja. Satu sampai dua minggu menjelang Bunda bekerja, biarkan pengasuh menghabiskan waktu lebih sering dengan bayi agar mereka dapat lebih mengenal satu dengan lainnya. Melatih pengasuh bayi agar trampil memberikan ASI perah dengan cangkir, sendok atau pipet

10. Bila tidak ada pengasuh, Bunda sebaiknya mencari tempat penitipan anak.

Semoga tipsnya membantu ya, Bunda.

Simak juga tips memperbanyak ASI pada saat menstruasi:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi