sign up SIGN UP search


menyusui

10 Jurus Lancar Menyusui untuk Ibu Bekerja, Sukses ASI Eksklusif

Asri Ediyati Minggu, 02 Aug 2020 12:38 WIB
A Japanese mother breastfeeding her baby girl in a home nursery. Ilustrasi ibu menyusui sukses ASI eksklusif/ Foto: iStock
Jakarta -

Telah kita ketahui bersama bahwa menyusui menghasilkan manfaat kesehatan secara langsung maupun jangka panjang yang penting bagi bayi dan ibu. Ini termasuk dampak positif pada perkembangan kognitif anak-anak dan kesehatan mereka sebagai orang dewasa di masa depan.

Mengutip dari sebuah jurnal yang diterbitkan oleh American Journal of Public Health, menyusui dikaitkan dengan produktivitas yang lebih tinggi dan pengangguran yang lebih rendah untuk ibu menyusui. Jadi, enggak ada halangan nih bagi Bunda yang ingin bekerja namun tetap menyusui.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan merekomendasikan pemberian ASI eksklusif melalui 6 bulan pasca persalinan dan menyusui lanjutan sampai bayi berusia setidaknya 24 bulan atau 2 tahun. Begitu pula dengan Kementerian Kesehatan RI dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan hal serupa.


Sementara itu, Lindsey Murtagh, JD, MPH dari Harvard School of Public Health dan Anthony D. Moulton, Ph.D, dari University of Chicago dalam publikasi ilmiahnya menjelaskan ada manfaat ekonomi yang bisa dirasakan ibu bekerja saat menyusui bayinya.

"Produktivitas karyawan yang lebih tinggi dan absensi yang lebih rendah, meningkatkan retensi pekerjaan oleh ibu yang bekerja yang menyusui, serta penghematan biaya keluarga dengan menghindari pembelian susu formula bayi," tulis Murtagh dan Moulton.

Wah, tambah semangat mengASIhi nih setelah tahu manfaat yang dirasakan ibu bekerja sambil terus menyusui si kecil. Dalam rangka Pekan Menyusui yang jatuh pada tanggal 1 - 7 Agustus 2020, yuk simak jurus lancar menyusui untuk ibu bekerja yang dikutip dari Buku Indonesia Menyusui terbitan IDAI.

Mother breastfeeding a new born baby boy in a hospital roomilustrasi ibu menyusui/ Foto: iStock

Selama Bunda bekerja, lakukan dengan rutin hal-hal yang dirasakan mendukung kegiatan menyusui seperti pada waktu menjelang bekerja ditambah dengan beberapa hal berikut:

1. Berusaha agar hari pertama kali kembali bekerja di akhir pekan, sehingga hari kerja Bunda pendek dan dapat lebih menyesuaikan diri.

2. Berusaha agar tidak menumpuk pekerjaan sehingga Bunda tidak stres.

3. Berusaha untuk istirahat cukup, minum cukup serta mengkonsumsi makanan bergizi.

4. Menyusui bayi di pagi hari sebelum meninggalkan bayi ke tempat kerja dan pada saat pulang kerja.

5. Menyusui bayi lebih sering di sore/malam hari dan pada hari libur agar produksi ASI lebih lancar serta hubungan Bunda-bayi menjadi lebih dekat.

6. Mempersiapkan persediaan ASI perah di lemari es selama Bunda bekerja.

7. Berusaha agar dapat memerah ASI setiap 3 jam selama Bunda bekerja.

8. Bila tidak ada pompa/pemerah ASI di tempat kerja, siapkan pompa/pemeras ASI, wadah penyimpan ASI dan pendinginnya sebelum pergi bekerja.

9. Memerah ASI di ruangan yang nyaman sambil memandang foto bayi atau mendengarkan rekaman tangis bayi.

10. Mendiskusikan masalah yang dialami dengan ibu bekerja lainnya atau dengan atasan agar dapat mencari jalan keluar.

Simak juga video posisi dan perlekatan menyusui yang benar:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi