sign up SIGN UP search


menyusui

3 Komponen ASI yang Tak Ada di Susu Formula, Apa Saja?

Asri Ediyati Sabtu, 15 Aug 2020 16:31 WIB
Ilustrasi ASI perah caption
Jakarta -

Seperti yang Bunda ketahui, air susu ibu (ASI) begitu istimewa. Saking istimewanya, Badan Kesehatan Dunia (WHO), badan kesehatan di berbagai negara, termasuk Kementerian Kesehatan Indonesia menganjurkan untuk memberi ASI secara eksklusif selama 6 bulan.

Kenapa sih ASI ini begitu istimewa? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), keunggulan dan keistimewaan ASI sebagai nutrisi sudah dibahas di banyak publikasi ilmiah.

Mengutip dari salah satu publikasi ilmiah di jurnal Pediatric Clinics of North America tahun 2013, ASI mengandung ratusan hingga ribuan molekul bioaktif berbeda yang melindungi dari infeksi dan peradangan dan berkontribusi pada pematangan kekebalan, perkembangan organ, dan kolonisasi mikroba yang sehat.


Secara komposisi dan kekentalan, ASI juga memiliki keunggulan dibandingkan susu lainnya (susu formula, susu sapi). Menurut IDAI, kekentalan ASI juga sesuai dengan saluran bayi, sedangkan susu formula lebih kental dibandingkan ASI. Hal tersebut yang dapat menyebabkan kejadian diare pada bayi yang mendapat susu formula.

Kemudian ada beberapa komponen bioaktif yang hanya ditemukan di ASI dan tidak ditemukan di susu lainnya. Zat unik ini diturunkan dari ibu ke anaknya. Apa saja? Berikut uraiannya, dikutip dari Very Well Family:

1. Imunoglobulin (Antibodi)

Imunoglobulin adalah antibodi yang melawan penyakit. Karena zat kekebalan alami ini, ASI hampir dapat dianggap sebagai vaksin pertama bayi. Sifat ASI membantu melindungi dari flu biasa, infeksi telinga, muntah, diare, dan infeksi yang berpotensi berbahaya lainnya.

Antibodi utama dalam ASI adalah Secretory Immunoglobulin A (IgA). IgA melapisi paru-paru dan usus bayi, menyegelnya untuk mencegah kuman memasuki tubuh dan aliran darah. Bayi yang lahir prematur dan bayi yang dititipkan ke daycare banyak mendapatkan manfaat dari dukungan kekebalan tambahan ini yang diperoleh dari ASI.

Young mother breastfeeding her babyilustrasi ibu menyusui/ Foto: Thinkstock

2. Hormon

Seperti yang kita tahu, hormon memiliki banyak tugas dalam tubuh manusia. Hormon mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, metabolisme, stres dan respons nyeri, dan regulasi tekanan darah.

Mengutip dari jurnal yang sama, hormon yang ada di dalam ASI antara lain kalsitonin yang berfungsi untuk perkembangan neuron enterik, lalu somatostatin pertumbuhan epitel lambung. Lalu ada hormon metabolik yaitu adiponektin yang berfungsi untuk anti-inflamasi, leptin untuk regulasi konversi energi dan bayi, indeks massa tubuh, dan pengaturan nafsu makan.

3. Enzim

Beberapa enzim kunci ditemukan dalam ASI manusia. Beberapa enzim membantu pencernaan dengan memecah lemak atau protein, sementara yang lain memberikan dukungan kekebalan

Lalu, banyak enzim dalam ASI memiliki fungsi yang belum diketahui. Meskipun kita mungkin tidak sepenuhnya memahami apa yang dilakukan semua enzim ini, ada kemungkinan besar mereka memainkan peran yang bermanfaat dalam perkembangan bayi.

Yuk, terus semangat mengASIhi, Bunda!


Simak juga cerita perjuangan Winda Viska mengASIhi melalui video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi