sign up SIGN UP search


menyusui

Menyusui di Malam Hari Bisa Bantu Cegah Kehamilan, Mitos atau Fakta?

Amira Salsabila   |   Haibunda Senin, 18 Apr 2022 13:06 WIB
Mother breastfeeding her little baby girl in her arms. caption

Jakarta - Setiap pasangan tentu memiliki pertimbangan sendiri kapan waktu tepat untuk memiliki anak atau berapa jumlah anak yang diinginkan. Terutama untuk pasutri yang baru saja memiliki anak, tentu akan berpikir dan memiliki rencana kapan akan menghadirkan anak kedua.

Untuk itu, berbagai upaya pun dilakukan untuk menunda kehamilan, baik itu dengan alat kontrasepsi atau metode alami. Untuk Bunda yang baru saja melahirkan dan sedang menyusui, biasanya akan mengandalkan menyusui sebagai KB alami, tapi ternyata tak sedikit yang tetap saja kebobolan hamil.

Padahal, ada lho metode menyusui yang bisa membantu Bunda menunda kehamilan. Yakni dengan menyusui pada malam hari.  Apakah hal itu efektif? Untuk menjawab rasa penasaran Bunda, yuk simak penjelasannya berikut ini.


Benarkah menyusui di malam hari bisa mencegah pembuahan?

Melansir dari laman Flo Health, beberapa penelitian medis telah mulai menjelaskan bagaimana menyusui memengaruhi tingkat kesuburan seorang wanita. Menurut penelitian, dalam beberapa bulan pertama setelah melahirkan, menyusui mengurangi kemungkinan kehamilan dengan mencegah ovulasi dan menunda kembalinya menstruasi.

Fenomena ini disebut dengan Lactional Amenorrhea, artinya tidak adanya menstruasi karena menyusui. Ini bisa terjadi karena menyusui bayi sepanjang waktu dapat melepaskan prolaktin tingkat tinggi, hormon penghasil susu, di dalam tubuh Bunda.

Menariknya, kadar prolaktin yang tinggi dapat mengganggu rantai hipotalamus-hipofisis-ovarium, mencegah sekresi estrogen dan menghalangi ovulasi. Ini dapat dilihat sebagai metode alami tubuh menghindari kehamilan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan ibu.

Setelah penelitian ilmiah dan uji klinis, Lactational Amenorrhea Method atau LAM telah dikembangkan untuk membantu wanita menggunakan menyusui guna mencegah kehamilan, dalam kondisi tertentu. Ketika semua kondisi yang dibutuhkan oleh LAM terpenuhi, uji klinis telah menghasilkan tingkat keberhasilan sebanyak 98 persen dalam mencegah kehamilan.

Melansir dari laman Planned Parenthood, saat Bunda menyusui secara eksklusif, artinya Bunda perlu menyusui setidaknya setiap 4 jam di siang hari, dan 6 jam di malam hari, dengan melakukan hal ini tubuh Bunda secara alami berhenti berovulasi.

Precious moment. Caring loving woman being involved in an important process of breastfeeding a babyMenyusui di malam hari bisa bantu cegah kehamilan/ Foto: iStock

Namun, peluang Bunda untuk hamil dapat meningkat kembali ketika Si Kecil berusia sekitar 6 bulan. Ini adalah waktu Si Kecil mulai mengonsumsi makanan dan minuman selain ASI Bunda. Bunda dapat memicu ovulasi lebih awal jika:

  • Bunda meninggalkan jeda 6 jam atau lebih di antara waktu menyusui
  • Bunda melewatkan menyusui di malam hari. Kadar prolaktin biasanya lebih tinggi di malam hari. Prolaktin dapat menghentikan ovulasi.

Oleh karena itu, menyusui di malam hari diyakini dapat mencegah kehamilan karena menyusui di malam hari dapat melepaskan kadar prolaktin yang lebih tinggi dan ini bisa mencegah terjadinya ovulasi.

Selain dengan menyusui terutama di malam hari, Bunda juga bisa mencegah kehamilan dengan beberapa cara lainnya yang dipercaya juga efektif mencegah ovulasi. Bagaimana caranya? Simak di halaman selanjutnya, ya Bunda.

Saksikan juga video tentang cara aman cegah kehamilan untuk ibu menyusui:

[Gambas:Video Haibunda]



TIPS LAIN MENCEGAH KEHAMILAN BUNDA
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!