menyusui

Jadwal DBF dan Pumping ASI yang Tepat, Bunda Bekerja Perlu Tahu!

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 08 Aug 2023 15:25 WIB

Jakarta -

Menyusui secara langsung atau direct breastfeeding (DBF) dan pumping ASI tetap dapat dilakukan secara beriringan saat Bunda bekerja. Nah, agar sukses melakukannya, Bunda dapat membuat jadwal DBF dan pumping ASI.

Tapi perlu diketahui dulu, ibu menyusui yang bekerja memiliki hak untuk tetap bisa mengASIhi anaknya. Mereka juga punya hak untuk mendapatkan sarana dan prasarana selama proses ini.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menyusui adalah hak setiap ibu, termasuk ibu bekerja atau wanita karier. Hasil penelitian menunjukkan, ibu yang bekerja cenderung tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya dibandingkan ibu yang tidak bekerja atau ibu rumah tangga (IRT).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"ASI eksklusif memiliki manfaat yang sangat penting bati ibu dan bayi," demikian penjelasan Kemenkes.

Manfaat menyusui dan pemberian ASI juga dijelaskan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) di dalam laman resminya. WHO menjelaskan bahwa menyusui merupakan salah satu cara paling efektif untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Nah, ASI sendiri merupakan makanan yang ideal untuk bayi.

"ASI juga asupan yang aman, bersih, dan mengandung antibodi yang dapat membantu melindungi bayi dari banyak penyakit umum pada masa kanak-kanak," tulis WHO.

Anak-anak yang disusui tampil lebih baik dalam tes kecerdasan, cenderung tidak kelebihan berat badan atau obesitas dan kurang rentan terhadap diabetes di kemudian hari. Wanita yang menyusui juga memiliki risiko kanker payudara dan ovarium yang lebih rendah."

Persiapan DBF dan pumping ASI bagi ibu bekerja

Persiapan untuk mengASIhi Si Kecil sudah dapat dilakukan sebelum Bunda masuk kerja. Dokter Spesialis Obgyn, dr. Fredrico Patria, SpOG, mengatakan bahwa persiapan ini menyangkut jadwal menyusui dan memerah ASI.

"Susunlah jadwal dalam mempersiapkan pemberian ASI eksklusif serta tabung ASI kira-kira dua minggu sebelumnya," kata Fredrico dalam buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal.

Menyusui langsung anak memang penting. Tapi, memerah ASI juga tak kalah penting terutama bila Bunda mulai bekerja.

Memerah ASI merupakan cara terbaik untuk memenuhi nutrisi anak. Sebab, semakin sering ASI diperah, semakin banyak tubuh memproduksinya.

Ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum Bunda melakukan DBF dan pumping ASI saat mulai bekerja, yakni:

  1. Kebutuhan gizi ibu harus cukup dan hindari stres karena itu bisa memengaruhi produksi ASI untuk kebutuhan bayi.
  2. Pastikan ada keluarga atau orang terpercaya yang dapat memberikan ASI perah ke anak sesuai jadwal bila Bunda bekerja.
  3. Bunda perlu melakukan relaksasi selama 10 hingga 15 menit sebelum pumping ASI.

Hal khusus yang juga perlu diperhatikan adalah menjaga kesehatan fisik dan mental sebelum mulai menyusui dan pumping ASI. Kondisi fisik dan mental yang menurun dapat memengaruhi produksi ASI.

Ilustrasi MenyusuiIlustrasi Menyusui/ Foto: Getty Images/iStockphoto/comzeal

Jadwal DBF dan pumpingĀ ASI bagi ibu yang bekerja

Dalam buku buku 7 Jurus Sukses Menyusui karya Arie Nurani, memerah ASI dapat dilakukan ketika cuti melahirkan, yakni setelah Si Kecil lahir. Jangan menunggu ketika mulai bekerja, sehingga Bunda memiliki persediaan ASI yang cukup saat meninggalkan anak di rumah.

Ketika sudah mulai bekerja, buatlah jadwal memerah ASI. Di kantor, Bunda bisa memerah setiap 3 jam sekali, kemudian ASI perah (ASIP) dapat disimpan sementara di cooler bag atau tempat penitipan ASIP di kantor.

"Jadwal 3 jam sekali memerah ASI diasumsikan pada jam kantor yang mulai dari pukul 07.30 sampai dengan 17.00 WIB, dengan jarak antara kantor dan rumah tidak memakan waktu yang cukup lama, atau rata-rata berkisar kurang lebih 30 menit," ujar Arie.

Berikut contoh jadwal menyusui dan memerah ASI untuk ibu bekerja:

  • Jam 05.30: Pindahkan ASI perah yang disimpan di frezeer ke kulkas dan beri label baru. Siapkan 6 sampai 7 botol ASI perah yang berisi kurang lebih 100 mililiter (ml) ASI atau tergantung kebutuhan bayi.
  • Jam 06.00: Perah ASI di pagi hari sebelum pergi kerja. ASI perah jangan langsung dimasukkan ke kulkas, melainkan diberikan ke bayi setelah Bunda berangkat kerja. Hal ini dilakukan untuk memberikan waktu ASI perah yang dipindahkan ke kulkas telah mencair.
  • Jam 06.30: Persiapan pergi ke kantor.
  • Jam 07.00: Susui bayi secara langsung sebelum berangkat kerja.
  • Jam 08.30: Perah ASI pertama di kantor.
  • Jam 11.30: Perah ASI kedua di kantor.
  • Jam 12.00: Istirahat makan siang.
  • Jam 14.30: Perah ASI ketiga di kantor.
  • Jam 17.00: Perah ASI keempat di kantor.
  • Jam 17.30: Pulang ke rumah dan bertemu anak untuk menyusui langsung.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/ank)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT