MENYUSUI
KB Andalan Laktasi: Manfaat, Dosis, Efek Samping, Cara Minum & Tanda bila Tak Cocok
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Selasa, 05 Sep 2023 09:33 WIBUsai persalinan, tak sedikit ibu yang langsung menggunakan alat kontrasepsi. Nah, kira-kira apa sih, KB andalan laktasi dan cari tahu yuk manfaat, dosis, efek samping, cara minum dan ketahui tandanya bila tidak cocok, Bunda.
Menyusui sedianya memang mengurangi peluang Bunda untuk hamil hanya jika Bunda memberikan ASI eksklusif. Dan cara ini hanya bisa diandalkan selama enam bulan setelah melahirkan bayi seperti dikatakan Stacy A. Heningsman, DO, dikutip dari laman Healthline.
Agar berhasil, Bunda harus memberi makan bayi Bunda setidaknya setiap empat jam di siang hari, setiap enam jam di malam hari, dan tidak memberikan suplemen apa pun. Artinya, bayi tidak makan apa pun selain ASI.
KB Andalan Laktasi
Bunda akan berovulasi terlebih dahulu, dan kemudian jika Bunda tidak hamil, Bunda akan mendapat menstruasi pertama sekitar dua minggu kemudian. Bunda mungkin tidak akan mengetahui apakah Bunda sedang berovulasi, sehingga ada bahaya hamil saat menyusui. Cara ini tidak efektif jika menstruasi Bunda sudah kembali.
Jika Bunda khawatir tentang mencegah kehamilan saat menyusui, ada baiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter tentang pilihan Bunda. Bunda mungkin ingin menghindari alat kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen. Estrogen telah dikaitkan dengan penurunan suplai ASI pada ibu menyusui.
Meskipun demikian, masih banyak pilihan yang tersedia untuk mencegah kehamilan dan melindungi Bunda dari infeksi menular seksual (IMS). Berbagai pilihan KB andalan laktasi seperti berikut ini dapat Bunda coba dan menyesuaikan dengan kebutuhan bersama dengan pasangan:
1. IUD
Alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) lebih dari 99 persen efektif, menjadikannya alat kontrasepsi paling efektif di pasaran. IUD adalah salah satu bentuk kontrasepsi reversibel jangka panjang. Ada dua jenis IUD yang tersedia, hormonal dan non-hormonal. Keduanya hanya tersedia dengan resep dokter.
IUD hormonal mengandung progestin, yang merupakan bentuk sintetis dari hormon progesteron. Hormon tersebut mengentalkan lendir serviks untuk mencegah sperma mencapai rahim. IUD hormonal juga dapat membuat menstruasi Bunda lebih ringan. Beberapa wanita mungkin berhenti mengalami menstruasi sama sekali.
Bunda dapat memasang IUD segera setelah melahirkan, namun ada baiknya Bunda bertanya kepada dokter apakah ini pilihan terbaik bagi Bunda. Efek sampingnya termasuk kram setelah pemasangan, pendarahan tidak teratur atau berat, dan bercak di antara periode menstruasi.
Efek samping ini biasanya mereda dalam enam bulan pertama setelah pemasangan. Jika Bunda memutuskan ingin hamil lagi, IUD Bunda dapat dilepas dan segera mulai mencobanya.
2. Pil
Alat KB andalan laktasi ini banyak dipakai busui. Pil diketahui mengandung campuran hormon estrogen dan progestin. Sebagian wanita mengalami berkurangnya suplai ASI dan akibatnya durasi menyusui menjadi lebih pendek saat menggunakan pil kombinasi. Diperkirakan bahwa estrogen mungkin menjadi penyebab hal ini.
Jika Bunda ingin menggunakan kontrasepsi oral, pil mini bisa menjadi pilihan. Pil ini hanya mengandung progestin sehingga dianggap lebih aman bagi ibu menyusui. Pil ini biasanya hanya tersedia dengan resep dokter.
Karena setiap pil dalam kemasan 28 pil mengandung progestin, kemungkinan besar Bunda tidak akan mengalami menstruasi bulanan. Bunda mungkin mengalami bercak atau pendarahan tidak teratur saat tubuh Bunda menyesuaikan diri.
Seperti banyak alat kontrasepsi lain yang mengandung progestin, Bunda dapat mulai meminum pil mini antara enam dan delapan minggu setelah Bunda melahirkan. Efektif antara 87 dan 99,7 persen dalam mencegah kehamilan.
3. Kondom
Alat KB dengan metode penghalang dapat menghalangi sperma memasuki rahim dan membuahi sel telur. Kondom bekerja dengan menghalangi sperma masuk ke dalam vagina. Jika digunakan dengan 'sempurna', kondom memiliki efektivitas sekitar 98 persen. Artinya, gunakan kondom setiap saat, dari awal hingga akhir. Dengan kata lain, tidak ada kontak alat kelamin sebelum kondom dipakai. Penggunaan yang sempurna juga mengasumsikan kondom tidak pecah atau terlepas saat berhubungan.
4. KB suntik 3 bulan
Suntikan ini merupakan bentuk kontrasepsi yang tahan lama. Ia menggunakan hormon progestin untuk mencegah kehamilan. Suntikan ini memberikan perlindungan selama tiga bulan, jadi jika Bunda tidak menepati janji tindak lanjut triwulanan, Bunda tidak akan terlindungi.
Suntikannya sekitar 97 persen efektif. Wanita yang menerima suntikan tepat waktu setiap 12 minggu memiliki tingkat kemanjuran yang lebih tinggi dibandingkan wanita yang melewatkan suntikan atau tidak sesuai jadwal.
Efek sampingnya antara lain sakit perut, sakit kepala, hingga penambahan berat badan. Beberapa wanita juga mengalami hilangnya kepadatan tulang saat menggunakan metode kontrasepsi ini.
5. KB steril
Jika Bunda tidak ingin memiliki anak lagi, sterilisasi mungkin merupakan pilihan yang baik untuk Bunda. Sterilisasi wanita dikenal dengan nama tubektomi. Ini adalah bentuk kontrasepsi permanen dengan saluran tuba dipotong atau diblokir untuk mencegah kehamilan.
Ligasi tuba tidak mempengaruhi siklus menstruasi Bunda. Beberapa wanita memilih untuk menyelesaikan prosedur ini setelah melahirkan melalui vagina atau selama operasi caesar. Risiko prosedur ini sama dengan risiko operasi perut besar lainnya, termasuk reaksi terhadap anestesi, infeksi, dan nyeri panggul atau perut.
Ya memilih alat KB andalan laktasi memang seringkali membuat galau ya, Bunda. Agar lebih mengetahui mana yang cocok dan juga plus minusnya, ada baiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter sebelum menjatuhkan pilihan.
Kemudian, bagi Bunda yang sudah menjalani KB, perhatikan juga tanda-tandanya bila alat KB yang digunakan tidak cocok ya, Bunda. Misalnya jika Bunda justru merasakan keputihan yang tidak wajar saat menggunakan KB suntik, Bunda dapat berkonsultasi ke dokter lebih lanjut.
Atau, jika Bunda mengalami efek samping apa pun, seperti sakit kepala, mual, mudah tersinggung dan perubahan suasana hati, nyeri payudara, atau bercak abnormal atau pendarahan hebat, bicarakan dengan dokter tentang pilihan alat kontrasepsi tersebut. Efek samping ini umum terjadi dan biasanya dapat diatasi oleh dokter seperti dikutip dari laman Greatcitymedical.
Dan, jika menurut Bunda, alat KB yang dipakai saat ini tidak cocok dan menimbulkan efek samping yang menimbulkan ketidaknyamanan, Bunda dapat mencoba metode lainnya dengan terlebih dahulu mendapatkan arahan dari dokter. Bunda dapat mencoba berbagai alat KB lainnya baik yang hormonal ataupun non hormonal.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Tips Tangkal Komentar Negatif dari Keluarga tentang Ibu Menyusui
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ciri-ciri Tidak Cocok Minum Pil KB Andalan Laktasi yang Perlu Diketahui Busui
5 Pilihan KB yang Tidak Mempengaruhi ASI Jadi Turun dan Seret
Pil KB untuk Busui, Jenis Apa saja yang Aman Digunakan?
4 Hal Sepele yang Sering Dilewatkan Ibu Saat Menyusui si Kecil
TERPOPULER
Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?
4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Merek Bantal Anti Peyang, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil!
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kartu Ucapan Kelahiran Aesthetic untuk Bayi Perempuan & Laki-laki
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kasur Lantai Lipat Terbaik, Ada yang Orthopedic
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Cuaca Panas Bikin Rambut Cepat Lepek? Ini 7 Produk Perawatan Rambut yang Wajib Dicoba
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Outfit Hijab untuk Ibu Hamil, Nyaman Dipakai dan Tetap Stylish
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa
Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?
5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Fitur ABP di Donic Waldner 700, Satu Bet Bisa Dua Gaya Main?
-
Beautynesia
7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kulit Wajah Breakout
-
Female Daily
Leeteuk Super Junior hingga Jisung NCT Adu Kekuatan di Variety Show ‘ALL or NOTHING’, Siapa yang Jadi Pemenang?
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
5 Mitos tentang Introvert yang Masih Banyak Dipercaya
-
Mommies Daily
12 Rekomendasi Bra Menyusui yang Nyaman, Seamless hingga Big Size