MENYUSUI
5 Tips Menyusui Bayi Cegukan, Ketahui Cara Menghentikan & Kapan Harus ke Dokter
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 22 Oct 2023 08:10 WIBCegukan tak cuma dialami orang dewasa, tapi juga bayi yang masih aktif menyusu. Seringkali, cegukan pada bayi dikhawatirkan bisa mengganggu atau membuatnya tak nyaman.
Lalu bagaimana cara menyusui bayi cegukan? Apakah aman tetap menyusui Si Kecil saat ia cegukan?
Menurut dokter anak Mia Armstrong, MD., cegukan pada bayi terjadi akibat kontraksi diafragma dan pita suara yang tertutup saat bernapas. Cegukan bisa menjadi bagian khas dari perkembangan bayi, Bunda.
"Cegukan cenderung mengganggu pada orang dewasa. Namun, bayi biasanya tidak akan terpengaruh saat mengalaminya. Faktanya, banyak bayi yang bisa tidur saat cegukan tanpa merasa terganggu, dan cegukan jarang memengaruhi pernapasan bayi," kata Armstrong, dilansir Healthline.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Neurophysiology tahun 2019 menunjukkan bahwa cegukan mungkin penting bagi perkembangan otak dan pernapasan bayi. Cegukan pada bayi bahkan sudah terjadi sejak di dalam kandungan.
Dokter anak Kylie Liermann, DO, mengatakan bahwa cegukan sangat umum terjadi pada bayi baru lahir. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti, namun kemungkinan karena penumpukan gas di perut.
"Kami tidak tahu persis alasannya, tapi cegukan mungkin disebabkan oleh peningkatan gas di perut. Jika bayi terlalu banyak makan atau menelan udara saat makan, hal itu dapat menyebabkan perutnya membesar dan bergesekan dengan diafragma sehingga menyebabkan cegukan," ujar Liermann, dikutip dari Cleveland Clinic.
Menyusui bayi cegukan
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan Bunda saat menyusui bayi cegukan, yakni:
1. Mengubah posisi menyusui
Cegukan dapat dihentikan dengan menyusui Si Kecil, Bunda. Liermann menjelaskan bahwa cegukan yang dialami bayi menyusu dapat diatasi dengan mengubah posisi saat memberi makan Si Kecil.
"Cobalah memberi makan Si Kecil dengan posisi tegak. Menopang bayi di atas bantal agar ia tidak terbaring lurus dapat membantu mencegah masuknya udara saat menyusu," ujar Liermann.
2. Menyendawakan bayi di sebelum menyusui
Bila khawatir cegukan bayi akan semakin parah, Bunda dapat menunda waktu menyusui. Menurut Armstrong, berhenti menyusu untuk membuat bayi bersendawa dapat membantu menghilangkan cegukan.
"Bersendawa dapat menghilangkan kelebihan gas yang mungkin menyebabkan cegukan," kata Armstrong.
Sebelum berganti payudara, Bunda dapat menyendawakan Si Kecil terlebih dulu. Tepuk lembut punggung bayi saat ia cegukan agar bisa bersendawa dengan baik.
3. Menyusui secara perlahan
Pemberian makan (menyusui) terlalu cepat juga dapat membuat anak cegukan. Coba perlambat ritme menyusui untuk menurunkan kemungkinan bayi mengalami cegukan.
Bunda juga perlu menyusui bayi saat ia tenang. Cobalah menyusui bayi sebelum ia lapar atau mulai menangis.
4. Pastikan botol susu terisi penuh
Pada bayi yang sudah menyusu lewat botol, Bunda perlu memerhatikan cara pemberiannya. Pastikan botol susu penuh ketika diberikan ke anak.
Susu atau ASI yang penuh dalam botol akan mengurangi udara di dalamnya. Udara berlebih dapat memperburuk cegukan pada anak. Demikian seperti melansir dari Web MD.
5. Memilih dot botol yang sesuai untuk bayi
Penggunaan dot botol susu juga harus menyesuaikan mulut bayi, Bunda. Pastikan dot botol tidak mengeluarkan susu atau ASI dengan sangat cepat atau sangat lambat.
Bentuk dot botol yang sesuai ini biasanya dapat dibeli sesuai usia bayi. Bunda mungkin harus mengganti dot botol setiap beberapa bulan sekali.
Cara menghentikan cegukan pada bayi
Selain memerhatikan cara menyusui, ada beberapa cara yang dapat Bunda lakukan bila bayi mengalami cegukan. Melansir dari beberapa sumber, berikut 3 caranya:
1. Menggunakan empeng
Cegukan pada bayi tidak selalu dimulai dari pemberian makan. Ketika bayi mulai cegukan, cobalah biarkan mereka mengisap empeng. Penggunaan empeng dapat membantu mengendurkan diafragma dan menghentikan cegukan.
"Empeng terkadang dapat menghentikan cegukan. Gerakan menghisap dapat membantu mengendurkan diafragma," ujar Liermann.
2. Dibiarkan sampai berhenti sendiri
Seperti dijelaskan sebelumnya, cegukan pada bayi adalah hal normal dan umumnya tidak menyebabkan masalah atau rasa tidak nyaman. Bayi di bawah 1 tahun cukup sering mengalami cegukan, Bunda.
Bila Si Kecil mengalaminya, coba diamkan karena biasanya akan berhenti dengan sendirinya. Seringkali, cegukan pada bayi akan berhenti dalam 5 sampai 10 menit.
Kapan harus ke dokter?
Cegukan sering terjadi pada bayi. Namun, bila cegukan terjadi sering, terutama anak sampai gelisah dan rewel, Bunda sebaiknya segera periksa ke dokter.
Selain itu, ada beberapa kondisi cegukan pada bayi yang perlu mendapatkan perhatian dan dikaitkan dengan indikasi medis, yakni:
- Bayi mengalami masalah pernapasan atau gangguan makan.
- Bibir bayi tampak biru, yang mengindikasikan kadar oksigen rendah.
- Cegukan membuat tidur bayi menjadi terganggu.
- Cegukan sering terjadi pada anak di atas 1 tahun.
- Cegukan sering terjadi dan berlanjut selama lebih dari 2 jam.
Saat anak mengalami cegukan, Bunda sebaiknya tidak memberikan obat-obatan tanpa konsultasi dengan dokter ya. Selain itu, jangan mengagetkan bayi atau menarik lidahnya saat mengalami cegukan.
"Cegukan biasanya akan hilang saat bayi mencapai usia 1 tahun. Namun, bila bayi sering cegukan dan tampak rewel dari biasanya, segera bicarakan dengan dokter untuk mencari penyebabnya," kata Armstrong.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/ank)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tips Pumping agar ASI Melimpah dan Mengalir dengan Lancar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Apakah Boleh Bayi yang Cegukan Disusui Bunda?
Pengalaman Buruk Ibu Menyusui tentang Pemakaian CCTV
4 Hal Sepele yang Sering Dilewatkan Ibu Saat Menyusui si Kecil
Yoga Sambil Menyusui Anak, Yes or No?
TERPOPULER
Audy Item Umumkan Kehamilan Ketiga di Usia 43 Th, Sempat Jalani Diet untuk Turunkan BB
Cara Mengenali Gejala yang Sering Terlewat Sebelum Serangan Jantung di Usia Muda
Tinggal Serumah dengan Ortu Lansia? Kenali Pertolongan Pertama saat Stroke hingga Jatuh
5 Potret Biby Alraen, Selebgram yang Kini Jadi Manajer Mantan Istri Suaminya
GERD pada Bayi: Ketahui Penyebab & Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
REKOMENDASI PRODUK
10 Matcha Bubuk yang Enak, Berkualitas hingga Terjangkau
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin D untuk Promil, Bagus untuk Suami Istri
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Deep Fryer Kecil Multifungsi Stainless Steel Anti Lengket dan Tahan karat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sampul Buku Lengkap dari Aesthetic, Plastik Bening, Cokelat, dan Warna
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Alat Pel Lantai yang Bagus dari Putar, Tanpa Bilas & Otomatis
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
10 Matcha Bubuk yang Enak, Berkualitas hingga Terjangkau
Audy Item Umumkan Kehamilan Ketiga di Usia 43 Th, Sempat Jalani Diet untuk Turunkan BB
GERD pada Bayi: Ketahui Penyebab & Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Cara Mengenali Gejala yang Sering Terlewat Sebelum Serangan Jantung di Usia Muda
Tinggal Serumah dengan Ortu Lansia? Kenali Pertolongan Pertama saat Stroke hingga Jatuh
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Buka Suara Soal Kasus Penganiayaan Pacar, Nijiro Murakami Minta Maaf
-
Beautynesia
5 Pekerjaan Bergaji Tinggi di Jepang untuk Warga Asing Tahun 2026
-
Female Daily
L’Oréal Groupe x Shopee Hadirkan House of Beauty Hyper Brand Day, Festival Belanja Kecantikan dengan Promo hingga 70%
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Mingyu dan The8 SEVENTEEN Buka-bukaan Ungkap Tipe Pacar Idealnya
-
Mommies Daily
10 Makanan Kaya Probiotik yang Mudah Ditemukan di Indonesia, Baik untuk Usus dan Pencernaan