sign up SIGN UP search


Penyebab dan cara mengatasi bayi cegukan

Bundapedia

Cegukan

Tim HaiBunda   |   Haibunda

Bayi cegukan adalah hal yang normal terjadi. Namun, saat mendengar Si Kecil terus mengeluarkan suara dan udara dari mulutnya, tentu kita sebagai orang tua tidak tega melihatnya.

Bahkan, sebagian orang tua terus bertanya-tanya mengapa bayi bisa cegukan. Apakah hal itu berbahaya untuk kesehatan bayi? Seperti misalnya apakah perutnya kembung, atau ada masalah dengan saluran pernapasannya?

Nah, sebelum Bunda dan Ayah menjadi panik saat menghadapi anak cegukan. Kenali lebih jauh yuk apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya!


Cegukan

Mengutip laman Betterhealth Channel, cegukan adalah suara yang tidak sengaja akibat kejang diafragma, Bunda. Diafragma adalah lembaran otot besar yang terletak di bawah paru-paru yang bersama dengan otot-otot interkostal yang membantu kita bernapas.

Saat terjadi cegukan, maka otot-otot kejang ini menyedot udara ke paru-paru, dan penghirupan yang cepat membuat struktur di dalam tenggorokan (epiglotis) tertutup. Epiglotis sendiri merupakan lipatan jaringan yang menutup di atas tenggorokan selama menelan untuk mencegah menghirup makanan, cairan atau air liur.

Nah, penutupan epiglotis yang tajam inilah yang menyebabkan suara cegukan yang khas, Bunda.

Saat anak cegukan, Bunda tak perlu khawatir berlebihan. Cegukan adalah salah satu kebiasaan pertama yang akan dikembangkan anak.

Sama seperti orang dewasa, bayi tidak memiliki kendali atas cegukan mereka. Cegukan adalah refleks yang terjadi ketika diafragma menyebabkan pembukaan dan penutupan pita suara dengan cepat.

Kapan cegukan bisa terjadi?

Cegukan biasanya terjadi saat makan, minum, atau menghadapi peristiwa yang membuat stres. Bayi prematur sangat rentan terhadap cegukan, karena mereka menghabiskan sekitar 1 persen dari waktu mereka untuk cegukan kira-kira 15 menit sehari.

Ternyata cegukan dimulai di dalam rahim hanya pada usia kehamilan sembilan minggu.

Penyebab dan cara mengatasi bayi cegukanPenyebab dan cara mengatasi bayi cegukan/ Foto: iStockphoto

Penyebab bayi cegukan

Cegukan bayi sangat umum, dan biasanya tidak menjadi masalah. Menurut dokter anak dr.Kylie Liermann, DO, cegukan kemungkinan besar disebabkan oleh iritasi pada diafragma, otot di dasar paru-paru. Terkadang, otot itu mulai kejang atau kram. Itu menyebabkan pita suara menutup, menciptakan "hik!"

Tenang, Bunda, cegukan sangat umum terjadi pada bayi baru lahir dan bayi. Bayi yang sedang berkembang bisa mengalami cegukan bahkan sebelum mereka lahir dan banyak wanita hamil merasakan tanda-tanda berdebar di perut mereka. Bunda tentu juga pernah merasakannya kan?

"Kami tidak tahu persis mengapa, tetapi cegukan mungkin disebabkan oleh peningkatan gas di perut," kata dr.Liermann, dikutip dari Health Essentials.

"Jika bayi makan berlebihan atau menelan udara saat makan, itu bisa menyebabkan perut mengembang dan bergesekan dengan diafragma, menghasilkan cegukan itu," lanjutnya.

Cegukan dan refluks gastroesofageal

Biasanya, cegukan tidak mengganggu bayi. Namun, terkadang cegukan merupakan tanda dari gastroesophageal reflux (GERD). Refluks menyebabkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan bayi.

Walaupun bayi menderita GERD, cegukan bukan satu-satunya gejala. Bayi dengan gerd juga memiliki tanda-tanda seperti batuk, meludah, sering rewel, dan melengkungkan punggung, terutama selama atau setelah menyusui.

Pemicu cegukan

Jika sebelumnya Bunda sudah memelajari mengenai penyebab cegukan, kini kenali juga faktor pemicunya. Berikut di antaranya:

  • Makanan terlalu cepat, pada anak mungkin saja bayi menyusu dengan cepat di payudara ibunya.
  • Gangguan pencernaan.
  • Mencium bau tak sedap

Apakah cegukan bayi berbahaya?

Saat bayi terlalu sering cegukan, seringkali orang tua menjadi khawatir menganai kondisi kesehatannya. Cegukan perlu dicurigai ketika terjadi selama berhari-hari atau berlangsung selama berminggu-minggu.

Hal itu biasanya karena ada penyakit yang mendasarinya. Gangguan paru-paru atau orak tertentu, terkadang dapat mengganggu fungsi diafragma sehingga rentan cegukan.

Selain, cegukan juga bisa menjadi efek samping dari operasi atau obat-obatan tertentu.

Namun, cegukan pada bayi baru lahir umumnya bukan masalah besar dan hanya menjadi tanda dari pertumbuhan dan perkembangannya. "Cegukan yang terjadi di saluran pencernaan hampir tidak pernah menunjukkan masalah pada bayi baru lahir atau bayi yang berusia lebih besar," ungkap Christal Joy Forgenie, MD, seorang dokter anak di Soha Pediactric New York.

Dikutip dari TheBump, cegukan pada bayi baru lahir palings ering disebabkan oleh karena kebanyakan menyusu atau melan udara. "Semua hal ini dapat menyebabkan perut kembung," lanjut Forgenie.

Saat perut membuncit, maka perut bayi akan mendorong diafragma yang menyebabkan kejang hingga terjadi cegukan. Menurutnya, ini adalah hal yang wajar dialami anak usai menyusu.

Selain khawatir mengenai cegukan, Bunda juga perlu mengetahui bahwa cegukan juga memiliki manfaat lho.

Manfaat bayi cegukan

Banyak yang belum tahu kalau cegukan ternyata memiliki manfaat, Bunda. Studi yang dipublikasikan di Clinical Neurophysiology, meneliti tentang otak bayi. Penelitian ini didasarkan pada pemindaian otak bayi yang baru lahir.

"Alasan mengapa kita cegukan tidak sepenuhnya jelas, tetapi mungkin ada alasan perkembangan, mengingat janin dan bayi yang baru lahir sangat sering cegukan," kata penulis utama studi tersebut, Kimberley Whitehead dikutip dari laman resmi UCL.

Penelitian tersebut melibatkan 13 bayi baru lahir yang mengalami cegukan. Bayi-bayi itu prematur dan cukup bulan, mulai dari usia kehamilan 30 hingga 42 minggu, sehingga perkembangan mereka dapat mencerminkan apa yang khas pada trimester terakhir kehamilan. Berikut temuan mereka:

1. Mengembangkan koneksi otak

Para peneliti menemukan bahwa kontraksi otot diafragma dari cegukan membangkitkan respons yang diucapkan di korteks otak, yaitu dua gelombang otak besar diikuti oleh yang ketiga.

Karena gelombang otak ketiga mirip dengan yang ditimbulkan oleh suara, otak bayi yang baru lahir mungkin dapat menghubungkan suara 'cegukan' dengan rasa kontraksi otot diafragma. Para peneliti mengatakan bahwa pemrosesan input multi-indera pascakelahiran penting untuk mengembangkan koneksi otak.

2. Tonggak perkembangan penting bagi bayi

Manfaat bayi cegukan juga ternyata dapat menjadi tonggak perkembangan penting. Hal ini lantaran aktivitas yang dihasilkan dari cegukan disebut dapat membantu otak bayi untuk belajar memonitor otot-otot pernapasan mereka.

"Sehingga pada akhirnya pernapasan dapat dikontrol secara sukarela dengan menggerakkan diafragma ke atas dan ke bawah," kata penulis senior studi tersebut, dr.Lorenzo Fabrizi dari UCL Neuroscience.

"Saat kita lahir, sirkuit yang memproses sensasi tubuh belum sepenuhnya berkembang, sehingga pembentukan jaringan semacam itu merupakan tonggak perkembangan penting bagi bayi baru lahir," lanjutnya.

Penyebab dan cara mengatasi bayi cegukanPenyebab dan cara mengatasi bayi cegukan/ Foto: iStockphoto

Batas normal cegukan bayi

Bayi dapat mengalami cegukan beberapa kali dalam sehari, dan biasanya berlangsung selama 10 menit atau lebih. Sebagai panduan umum, jika bayi terlihat tetap bahagia dan tetap nyaman sebaiknya berhenti untuk khawatir.

"Ini bisa mengkhawatirkan untuk para orang tua baru, tetapi cegukan cenderung hilang setelah beberapa menit," ungkap Robin Jacobson, MD, asisten professr klinis pediatri di Rumah Sakit Anak Hassenfeld di NYU Langone di New York.

Mencegah bayi cegukan

Seperti diketahui sebelumnya, bayi cegukan bisa disebabkan karena makan yang terlalu banyak dan cepat. Nah, untuk mencegah bayi cegukan biasakan anak untuk pelan-pelan saat menyusu. Berikan posisi menyusui dengan pelakatan yang nyaman agar bayi bisa menikmati sesi makan mereka.

Selain itu, Bunda juga bisa mencegah cegukan pada bayi atau anak dengan cara lain. "Bunda dapat membantu meringankan cegukan dengan memberi makan dalam jumlah sedikit namun sering, dan ingat untuk sering menyendawakan bayi," imbuh Karen Fratantoni, MD,MPH, seorang dokter spesialis anak.

Cara mengatasi bayi cegukan

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi anak cegukan? Berikut di antaranya:

Jika bayi tak memiliki gejala GERD, sebaiknya cegukan tak perlu dikhawatirkan menurut Liermann. Namun, jika dirasa mengganggu dan merasa kasihan pada bayi, ada beberapa hal yang dapat Bunda coba:

1. Ubah posisi menyusui

Cobalah susui Si Kecil dalam posisi yang lebih tegak. Sangga bayi di atas bantal sehingga mereka tidak berbaring rata, yang dapat membantu mereka tidak menghirup udara terlalu banyak pada saat menyusu.

2. Bersendawa lebih sering

Sendawakan bayi selama menyusui untuk mencegah cegukan menyerang. Cobalah istirahat bersendawa setelah beberapa menit menyusui. Manfaatkan waktu ketika akan memindah dari payudara satu ke yang lainnya. "Sendawa biasanya membantu mengatasi cegukan," kata Liermann.

3. Gunakan empeng

Dikutip dari Healthline, cegukan bayi tidak selalu dimulai dari menyusu. Ketika bayi mulai cegukan sendiri, cobalah membiarkan mereka mengisap empeng, karena ini akan membantu mengendurkan diafragma dan dapat membantu menghentikan serangan cegukan.

4. Mengusap punggung bayi

Mengusap punggung dan mengayunkan bayi ke depan, ke belakang dapat membantu mereka rileks. Ini dapat menghentikan cegukan.

Penyebab dan cara mengatasi bayi cegukanPenyebab dan cara mengatasi bayi cegukan/ Foto: iStockphoto

5. Pelekatan menyusui harus benar

Jika menelan udara menjadi pemicu utamanya, ada baiknya mengevaluasi lagi pelekatan menyusui. Pastikan bibir bayi tertutup rapat di sekitar areola payudara dan bukan hanya putingnya.

6. Teknik menyusui dari botol harus tepat

Jika bayi menyusu melalui botol, beri jeda minum antara 5-10 menit. Atur ulang posisi botol susu sehingga udara tidak berada di dekat puting, melainkan di bagian bawah botol.

Namun, jika tak kunjung berhenti segera hubungi dokter untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

Bunda, kenali juga serba-serbi cegukan pada janin dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!