MENYUSUI
Pola Makan Ibu Menyusui dengan Usia 0-6 Bulan yang Tepat dan Menyehatkan untuk Bayi
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Kamis, 07 Dec 2023 15:25 WIBMenjaga pola makan dengan baik selama menyusui membantu menunjang kualitas ASI serta tumbuh kembang bayi. Ketahui yuk, pola makan ibu menyusui dengan usia 0-6 bulan yang tepat dan menyehatkan bayi, Bunda.
Menyusui bukanlah pekerjaan yang ringan sehingga butuh didukung dengan banyak nutrisi. Apalagi, menyusui menguras banyak energi dan nutrisi yang ada di tubuh ibu menyusui. Untuk itu, penting menjaga pola makan busui yang menyediakan nutrisi yang dibutuhkan selama menyusui.
Beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan tersebut diantaranya asupan protein, kalsium, bezi, yodium, vitamin D, dan vitamin lainnya. Serta, usahakan untuk selalu makan secara teratur dan menyertakan beberapa macam makanan sehat.
Pola makan ibu menyusui dengan usia 0-6 Bulan
Makan dengan baik selama menyusui sedianya membantu Bunda memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan dan tuntutan merawat bayi baru lahir. Usahakan juga untuk meluangkan waktu di sela-sela kesibukan Bunda untuk makan secara teratur, termasuk makanan dari semua kelompok makanan, seperti dikutip dari laman Better Health.
Perlu diketahui bahwa menyusui khususnya membakar banyak energi. Sebagian energi yang ada berasal dari lemak yang disimpan selama hamil mungkin akan terkuras. Namun, busui tetap perlu makan camilan ekstra untuk memenuhi kebutuhan energinya.
Penurunan berat badan yang stabil ke berat badan sebelum hamil sebaiknya menjadi tujuannya dan bukan penurunan berat badan yang cepat. Karenanya, gunakan pola makan yang tepat untuk tetap menjaga kebutuhan nutrisi selama menyusui terpenuhi serta mengontrol berat badan di angka yang stabil.
Pilih makanan padat nutrisi selama menyusui
Memproduksi ASI sangatlah menuntut tubuh dan membutuhkan kalori ekstra secara keseluruhan serta nutrisi spesifik yang lebih tinggi. Faktanya, kebutuhan energi ibu menyusui diperkirakan meningkat sekitar 500 kalori per hari. Kebutuhan nutrisi tertentu, termasuk protein, vitamin D, vitamin A, vitamin E, vitamin C, B12, selenium, dan zinc juga meningkat.
Inilah sebabnya mengapa mengonsumsi berbagai makanan utuh yang padat nutrisi sangat penting untuk kesehatan Bunda dan bayi. Memilih makanan yang kaya nutrisi tersebut tentunya dapat membantu memastikan busui mendapatkan semua zat gizi makro dan mikro yang Bunda dan Si Kecil butuhkan.
Berikut ini beberapa pilihan makanan bergizi dan enak yang perlu diprioritaskan saat menyusui:
1. Ikan dan makanan laut seperti salmon, rumput laut, kerang, sarden.
2. Daging dan unggas seperti ayam, sapi, domba, dan lainnya.
3. Buah-buahan dan sayuran seperti beri, tomat, paprika, kubis, kangkung, brokoli.
4. Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti almond, walnut, chia seeds, dan lainnya.
5. Lemak sehat seperti alpukat, minyak zaitun, kelapa, telur, yogurt.
6. Pati kaya serat seperti kentang, ubi jalar, kacang-kacangan, lentil, oat, dan lainnya.
7. Makanan sehat lainnya seperti tahu, kimchi, asinan, dan lainnya.
Selama menyusui, panduan makanan tersebut memang penting dipenuhi tetapi Bunda dapat memenuhinya dengan tidak hanya terbatas pada makanan di atas saja.
Sesekali, Bunda mungkin dapat menikmati makanan favorit yang menyehatkan. Tetapi, sebaiknya Bunda tetap mengurangi asupan makanan olahan seperti makanan cepat saji dan sereal yang manis sebanyak mungkin. Sebaliknya, tetaplah memilih makanan yang lebih bergizi seperti dikatakan Adda Bjarnadottir, MS, RDN, dikutip dari laman Healthline.
Misalnya, jika Bunda terbiasa mengawali hari dengan semangkuk sereal berwarna cerah, cobalah menggantinya dengan semangkuk oat yang diberi kelapa tanpa pemanis, dan sesendok selai kacang sebagai sumber bahan bakar yang mengenyangkan dan menyehatkan.
Intinya, untuk memenuhi peningkatan kebutuhan kalori dan nutrisi selama menyusui, penuhi tubuh dengan makanan utuh dan padat nutrisi. Sesuaikan juga pola makan selama menyusui untuk kedua kelompok nutrisi. Karena, nutrisi dalam ASI dapat dikategorikan menjadi dua kelompok tergantung pada sejauh mana nutrisi tersebut disekresikan ke dalam ASI.
Adapun nutrisi kelompok 1 ditemukan dalam beberapa sumber makanan umum. Seperti vitamin B1 dalam ikan, daging, kacang-kacangan. Kemudian vitamin B2 dalam keju, almond, daging merah, telur, dan lainnya. Serta, vitamin D dalam minyak hati ikan kod, jamur, dan lainnya.
Dan, nutrisi kelompok dua bersumber dari beberapa makanan umum seperti folat yang ada dalam kacang-kacangan, lentil, sayuran hijau, dan lainnya. Kemudian, nutrisi kalsium yang ada dalam susu, yogurt, keju, dan lainnya. Dan juga nutrisi zinc yang ada dalam tiram, daging merah, unggas, dan lainnya.
Jika Bunda kekurangan nutrisi kelompok 1, nutrisi tersebut tidak akan mudah dikeluarkan ke dalam ASI. Jadi, melengkapi nutrisi ini dapat meningkatkan konsentrasinya dalam ASI dan sebagai hasilnya dapat meningkatkan kesehatan bayi.
Di sisi lain, konsentrasi nutrisi kelompok 2 dalam ASi tidak bergantung pada seberapa banyak ibu mengonsumsinya, sehingga pemberian suplemen tidak akan meningkatkan konsentrasi nutrisi ASI. Meski begitu, hal ini tetap dapat meningkatkan kesehatan ibu dengan mengisi kembali simpanan nutrisi.
Sedianya, bayi tetap akan mendapatkan jumlah yang tepat tetapi simpanan dalam tubuh akan habis jika Bunda tidak mendapatkan jumlah yang cukup dari makanan. Untuk menghindari kekurangan tersebut, nutrisi ini harus berasal dari makanan atau suplemen.
Penting bagi Bunda untuk memenuhi nutrisi kelompok makanan 1 dan kelompok makanan 2 dengan cukup. Meskipun konsentrasi zat gizi kelompok 1 dalam ASI dipengaruhi kadar zat gizi ibu, namun konsentrasi zat gizi kelompok 2 tidak.
Pertimbangkan mengonsumsi suplemen menyusui
Meskipun pola makan sehat merupakan faktor penting dalam hal nutrisi selama menyusui, tidak diragukan lagi bahwa mengonsumsi suplemen tertentu dapat membantu mengisi kembali simpanan vitamin dan mineral tertentu.
Ada sejumlah alasan mengapa ibu baru mungkin kekurangan nutrisi tertentu, termasuk tidak mengonsumsi makanan yang tepat dan meningkatnya kebutuhan energi untuk produksi ASI serta menjaga bayi.
Mengonsumsi suplemen dapat membantu meningkatkan asupan nutrisi penting ibu menyusui. Namun, busui harus berhati-hati saat memilih suplemen, karena banyak suplemen yang mengandung herbal dan bahan tambahan lain yang tidak aman untuk ibu menyusui.
Selalu konsultasikan apa yang akan dikonsumsi dengan dokter atau konsultan laktasi untuk keamanan Bunda dan Si Kecil selama menyusui. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tips Menyusui Bayi saat Mengalami Growth Spurt
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Cara agar Si Kakak Tetap Anteng saat Bunda Menyusui Si Kecil
6 Trik Turunkan Berat Badan dengan Cepat saat Menyusui, Kualitas ASI Tetap Oke Bun
Menyusui Bisa Menghemat Rp 37 Juta dalam 6 Bulan Lho
Ibu Menyusui Makan Pedas Bisa Picu Bayi Diare?
TERPOPULER
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Pada 2030 Umat Islam akan Puasa Ramadan Dua Kali Setahun, Ini Penjelasannya
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Beruang atau Pegunungan yang Pertama Kamu Lihat? Ini Artinya...
-
Female Daily
Meal Prep Is The New Self-Care: Rahasia Cewek Produktif Anti Ribet Setiap Hari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
5 Gaya Seksi Jennie BLACKPINK Pakai Bikini Hasil Rancangan Sendiri
-
Mommies Daily
MD New Parents 101: Rekomendasi Sampo dan Sabun Bayi hingga Balita, Ada yang Punya Kandungan Ceramide dan Prebiotik!