sign up SIGN UP search


menyusui

Pola Makan Ibu Menyusui agar ASI Lancar dan Tinggi Nutrisi untuk Si Kecil

Winda Ekayanti, MND, APD Jumat, 20 Aug 2021 14:01 WIB
Breastfeeding baby near crip. Pretty mother holding her newborn child. Mom nursing baby. Beautiful woman and new born relax at home in nursery interior. Blond mother breast feeding baby. caption
Jakarta -

Menyusui merupakan salah satu cara memenuhi kebutuhan nutrisi anak yang paling penting di awal kehidupannya. Salah satu bagian terpenting dalam ASI adalah kolostrum, yaitu cairan yang pertama kali keluar dari payudara Bunda. Cairan ini sangat penting diberikan pada anak.

Warna kolostrum agak lebih kuning dan tidak putih seperti ASI. Meski warnanya berbeda, ini bukan ASI kotor jadi jangan dibuang ya.

Di dalam kolostrum banyak zat-zat yang baik dan berguna untuk bayi. Kandungan ASI kolostrum adalah zat antibodi yang ditransfer dari Bunda ke bayi, protein sebagai sumber energi, vitamin, dan sel darah putih yang berfungsi melawan bibit penyakit.


Kenapa ASI berbeda dengan susu formula?

ASI yang diproduksi setiap Bunda itu unik. Komposisinya mengikuti kebutuhan bayi. ASI setiap Bunda memiliki komposisi yang berbeda. Bahkan, terkadang komposisi ASI yang diminum bayi di pagi bisa berbeda dengan yang diberikan di sore hari, meski dari Bunda dan bayi yang sama.

Sementara susu formula memiliki komposisi yang sama untuk semua bayi. Susu formula berbeda dengan ASI karena komposisinya tidak bisa menyesuaikan kebutuhan nutrisi bayi secara spesifik.

Kandungan ASI pada Bunda yang kurang gizi

Komposisi ASI pada Bunda yang kurang gizi kemungkinan tidak bisa melengkapi kebutuhan bayi. Pada kondisi ini, bayi bisa saja kekurangan vitamin B kompleks, seperti B6, 12, dan Vitamin A, Vitamin C.

Jadi, pastikan Bunda yang sedang menyusui memerhatikan kebutuhan gizi dengan menjaga pola makan yang baik. Perbanyak makan sayur, buah, dan sumber protein untuk membantu produksi ASI lebih lancar dan banyak.

Bagi Bunda yang khawatir ASI kurang atau tidak keluar, disarankan untuk segera ke ahli laktasi. Tapi perlu dipahami bahwa produksi ASI sedikit di minggu pertama menyusui merupakan hal yang wajar. Ditambah lagi ukuran lambung bayi yang masih kecil (±22-27ml, seperti sebutir anggur). Hal ini sebenarnya wajar, jadi Bunda tak perlu buru-buru mencari susu formula untuk menggantikan ASI.

Tanda Bayi tidak cukup ASI

Jumlah ASI yang tidak sesuai kebutuhan bisa membuat bayi tidak cukup ASI. Kita bisa lihat bayi cukup ASI atau tidak dari:

- Seberapa sering dia menyusu. PD akan terasa lebih lunak/ kosong setelah menyusui.
- Rewel atau tidak, rewel mungkin disebabkan karena bayi lapar.
- Lihat berapa banyak bayi buang air kecil dan besar (BAK dan BAB) dari jumlah popok basah. Bayi umumnya 4-6 kali ganti popok dalam sehari dan hingga 3 kali BAB.

Kita bisa melihat tanda bayi yang mendapatkan cukup ASI dari kenaikan berat badan yang sesuai dengan kurvanya. Penurunan berat badan di awal minggu kelahiran wajar asalkan tidak melebihi 10 persen.

Biasanya berat badan bayi akan naik kembali secara perlahan setelah periode ini terlewati. Tapi kalau terus-menerus turun dan lebih dari 10 persen, lebih baik konsultasikan ke dokter spesialis anak.

Gaya hidup memengaruhi kualitas ASI

Gaya hidup yang buruk bisa memengaruhi kualitas ASI seperti:

  1. Penggunaan zat terlarang, seperti narkoba.
  2. Konsumsi alkohol.
  3. Faktor eksternal, seperti stres dan depresi.
  4. Pola makan tidak baik (konsumsi makanan instan)
  5. Jarang makan whole food (nasi, lauk, sayur, dan buah).
  6. Terlalu sering makan camilan tidak bergizi atau empty calories, makanan yang secara kalori besar tapi tidak bernilai gizi.
  7. Konsumsi minuman bersoda atau kopi.

Untuk mendapatkan kandungan ASI yang bernutrisi tingi, sebaiknya pilih sumber makanan dengan gizi seimbang.

Kondisi ibu yang tidak bisa menyusui

Menurut panduan WHO, berikut beberapa kondisi membuat Bunda tidak dianjurkan untuk menyusui bayinya:

1. Infeksi HIV.
2. Sedang dalam kondisi sakit sepsis/infeksi.
3. Mengalami koma.
4. Mengidap herpes tipe 1.
5. Sedang menjalani pengobatan psikoterapi, seperti minum obat-obatan penenang (jenis opioid).
6. Usai terpapar zat radioaktif iodin.
7. Menjalani sesi kemoterapi biasanya harus berhenti menyusui selama terapi.

Saat Bunda ingin memenuhi nutrisi anak, kadang dibutuhkan untuk memerah ASI. Simak yuk serba-serbi menyimpan hingga memanaskan ASIP agar tak merusak nutrisinya di halaman selanjutnya!

Pola makan pada ibu menyusui di bawah ini juga menarik untuk ditiru lho, Bunda. Klik videonya ya:

[Gambas:Video Haibunda]



CARA MENYAJIKAN ASIP AGAR TAK MERUSAK NUTRISI DAN MAKANAN YANG DIANJURKAN UNTUK BUSUI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!