HaiBunda

MENYUSUI

Mengenal Weight Faltering saat Kenaikan BB Bayi Tak Sesuai, Apakah karena Kurang ASI?

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Sabtu, 08 Jun 2024 11:20 WIB
Mengenal Weight Faltering saat Kenaikan BB Bayi Tak Sesuai, Apakah karena Kurang ASI?/Foto: Getty Images/Graphicscoco
Jakarta -

Kenaikan berat badan bayi tak melulu aman ya, Bunda. Sebagian ibu kerap dibuat pusing karena BB bayi yang sulit naik sesuai tahapan usianya. Yuk, mengenal weight faltering saat kenaikan BB bayi tak sesuai secara lebih lanjut, Bun.

Permasalahan berat badan memang tak selalu mudah bagi para ibu. Apalagi, banyak juga ibu yang mengalami kesulitan menaikkan BB bayinya dan justru cenderung turun. Padahal, sesi menyusui terus berjalan. Hmm, apakah karena kurang berkualitas ASI atau cairan ASI-nya yang kurang maksimal ataukah ada faktor lain ya, Bun?

Mengenal weight faltering

Weight faltering merupakan pertumbuhan yang terhambat pada anak. Dalam hal ini, growth faltering digunakan untuk menggambarkan anak-anak yang berat badannya jauh lebih kecil atau pertumbuhannya jauh lebih lambat dibandingkan anak-anak lain seusianya. Ini disebut juga kegagalan untuk berkembang.


Biasanya, hal yang menjadi perhatian utama ialah bayi yang pertumbuhannya jauh lebih rendah dari yang diharapkan (dengan mempertimbangkan pola pertumbuhan keluarga dan lainnya), ataupun telah melewati dua garis tengah utama dalam grafik pertumbuhannya.

Dalam grafik pertumbuhan, ada panduan kenaikan berat badan yang diharapkan (dapat disesuaikan dengan kelahiran prematur pada 24 bulan pertama). Berikut ini rekomendasinya ya, Bunda:

  • 26 hingga 31 g/hari untuk usia 0 hingga 3 bulan
  • 17 hingga 18 g/hari untuk 3 hingga 6 bulan
  • 12 hingga 13 g/hari untuk 6 hingga 9 bulan
  • 9 hingga 13 g/hari untuk 9 hingga 12 bulan
  • 7 hingga 9 g/hari untuk 1 hingga 3 tahun 

Penyakit organik atau kelalaian teridentifikasi pada sekitar 5 persen kasus weight faltering. Di negara-negara maju, penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pertumbuhan yang melemah, status sosial ekonomi yang rendah, atau pencapaian pendidikan ibu seperti dikutip dari laman Starship.

Meski demikian, ada beberapa alasan yang perlu dipertimbangkan diantaranya sebagai berikut:

1. Asupan kalori yang tidak memadai. Dalam hal ini makanan yang ditawarkan tidak mencukupi atau asupan buruk
2. Malabsorbtion yakni adanya fibrosis kistik atau penyakit celiac ataupun keadaan malabsorbsi lainnya
3. Peningkatan beban kalori dikarenakan adanya penyakit kronis atau infeksi berulang

Apa penyebab growth faltering?

Terkadang, anak-anak dengan weight faltering tidak mengalami kenaikan berat badan yang cukup untuk perkembangan normal yang sehat. Seorang dokter dapat mengetahui apakah anak tersebut mengalami gangguan pertumbuhan dengan melihat berat dan tinggi badan yang diukur dari waktu ke waktu.

Weight faltering terjadi ketika seorang anak tidak mendapatkan cukup kalori untuk tumbuh normal. Hal ini dapat disebabkan oleh masalah dalam makan atau makan, anak membutuhkan lebih banyak nutrisi dibandingkan kebanyakan anak seusianya, atau masalah medis yang menyebabkan anak kesulitan dalam menyerap nutrisi dari makanannya.

Kondisi ini juga bisa terjadi kapan saja selama masa kanak-kanak. Hal ini lebih mungkin terjadi pada saat terjadi perubahan, seperti ketika anak beralih dari ASI atau susu formula ke makanan rumahan, atau ketika ada perubahan dalam rutinitas atau rencana pengasuhan anak.

Cara mengatasi weight faltering?

Biasanya, dokter akan menanyakan pertanyaan seputar kesehatan dan kebiasaan makan anak, memeriksa anak, dan melihat grafik pertumbuhan. Grafik pertumbuhan kemudian akan memetakan pertumbuhan anak dari waktu ke waktu. Dari informasi ini, dokter dapat memberikan rencana untuk membantu anak mendapatkan lebih banyak kalori bergizi untuk menambah berat badan.

Rencana perawatan akan mencakup kunjungan dokter lanjutan untuk memeriksa kemajuan anak tersebut. Dokter juga dapat memberi Bunda informasi tentang program yang dapat membantu Bunda mendapatkan banyak hal baru untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kebanyakan anak akan membaik ketika menggunakan rencana pengobatan seperti dikutip dari laman Aafp.

Jika berat badan anak Bunda tidak bertambah, dokter mungkin akan melakukan tes laboratorium atau menyarankan Bunda menemui dokter spesialis. Rawat inap di rumah sakit biasanya tidak diperlukan.

Setelah anak menunjukkan tanda-tanda perbaikan, anak dapat kembali melakukan pemeriksaan normal. Dokter akan memantau pertumbuhan dan perkembangan anak pada setiap kunjungan. Pastikan untuk memberi tahu dokter setiap kali Bunda mengkhawatirkan kemajuan anak ya, Bunda.

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Penyebab Berat Badan Bayi Tidak Bertambah Meski Sudah ASI Eksklusif

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK