HaiBunda

MENYUSUI

7 Alasan Mengapa Menyusui di Hari Kedua setelah Melahirkan Terasa Lebih Sulit

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Sabtu, 21 Dec 2024 08:20 WIB
7 Alasan Mengapa Menyusui di Hari Kedua setelah Melahirkan Terasa Lebih Sulit/Foto: iStock
Jakarta -

Setelah melahirkan, perjuangan masih berlanjut, terutama saat mulai menyusui Si Kecil. Banyak Bunda mungkin merasa menyusui di hari kedua setelah melahirkan menjadi titik yang cukup menantang dan terasa sulit karena beberapa alasan.

Baik ibu maupun bayi baru memulai proses menyusui, dan ini adalah pengalaman baru yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Bayi mungkin belum tahu cara menyusu dengan benar, dan ibu mungkin belum terbiasa dengan posisi dan teknik yang tepat.

Seorang dokter anak dan juru bicara American Academy of Pediatrics, Gary Kirkilas, M.D., menyebutnya dengan sindrom hari kedua. Sindrom malam kedua adalah istilah yang menggambarkan pengalaman umum tentang bagaimana hari kedua kehidupan bayi baru lahir dapat terlihat sangat berbeda dari hari pertama.

"Malam kedua adalah saat bayi lebih sadar, mulai menyusu secara berkelompok dan lebih rewel, gelisah, dan gelisah," ujar Kirkilas. 


"Bayi tersebut sekarang harus merasa nyaman tidur di tempat tidur bayi. Alih-alih di rahim mereka yang nyaman, suhu sekitar dapat berfluktuasi di dalam ruangan, dan jumlah lapisan pakaian yang dikenakan bayi dapat menyebabkan rasa terlalu dingin atau terlalu hangat," tambahnya.

Kesulitan menyusui di hari kedua dan solusinya

Hal itu tidak dapat disangkal bahwa pengalaman berpindah dari rahim ke kamar merupakan penyesuaian yang cukup mendadak. Sehingga tak sedikit Bunda yang merasakan hari kedua setelah melahirkan terasa lebih sulit. Berikut adalah beberapa alasan mengapa menyusui bisa terasa sulit: 

1. Nyeri saat menyusui

Sejujurnya: Sangatlah normal jika puting Bunda terasa sedikit (atau sangat) nyeri saat pertama kali menyusui, terutama jika Anda baru pertama kali melakukannya.

Namun, jika nyeri berlangsung lebih dari beberapa detik setelah sesi menyusui, mungkin ada masalah dengan pelekatan bayi. Ingat, Bunda dan bayi sama-sama belajar, jadi pelekatan yang tidak tepat adalah salah satu masalah menyusui yang paling umum muncul.

2. Payudara yang bengkak atau keras

Pada hari-hari pertama setelah melahirkan, banyak ibu mengalami pembengkakan payudara karena produksi ASI yang meningkat. Payudara yang bengkak atau keras bisa membuat bayi kesulitan untuk mendapatkan posisi yang tepat untuk menyusu, dan ini bisa menyebabkan rasa sakit pada ibu.

Selain itu, payudara Bunda juga mungkin membengkak saat ASI pertama kali keluar. Hal itu disebabkan tubuh Bunda masih mencari cara untuk mengatur produksi ASI.

3. Keterbatasan produksi ASI awal

Pada hari-hari pertama setelah melahirkan, Bunda akan menghasilkan kolostrum, yang merupakan ASI awal yang kaya akan nutrisi. Namun, volume kolostrum lebih sedikit dibandingkan dengan ASI yang akan diproduksi beberapa hari kemudian. Ini bisa membuat Bunda khawatir jika bayi tidak mendapatkan cukup ASI.

Menurut The Bump, secara teori, menyusui adalah sistem penawaran dan permintaan. Semakin sering Bunda menyusui atau memompa, semakin banyak ASI yang harus diproduksi tubuh Bunda. Meskipun demikian, ada banyak alasan untuk pasokan ASI yang rendah, jadi sebaiknya konsultasikan dengan konsultan laktasi untuk mengetahui apa yang terjadi.

4. Refleks letdown yang tidak terjadi atau terlambat

Refleks letdown adalah proses ketika ASI mulai mengalir dari payudara ke mulut bayi. Beberapa Bunda mungkin mengalami kesulitan dengan refleks ini, yang bisa memengaruhi seberapa lancar ASI mengalir dan membuat bayi kesulitan menyusu.

5. Kecemasan dan stres Bunda

Kekhawatiran tentang kemampuan untuk menyusui atau kekhawatiran tentang apakah bayi mendapatkan cukup ASI juga bisa membuat Bunda stres. Stres dapat memengaruhi produksi ASI dan kenyamanan Bunda dalam menyusui. So, jangan stres ya Bunda!

6. Posisi dan teknik menyusui yang salah

Salah posisi atau teknik menyusui bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan nyeri lho Bunda. Hal itu membuat bayi bisa kesulitan untuk menyusu dengan efektif. Pelekatan yang tidak tepat bisa menyebabkan bayi tidak mendapatkan cukup ASI.

7. Perubahan hormonal

Setelah melahirkan, tubuh Bunda mengalami perubahan hormon yang dapat memengaruhi proses menyusui. Hormon prolaktin yang mempengaruhi produksi ASI baru mulai stabil, dan kadang ini mempengaruhi kenyamanan dan kelancaran menyusui.



Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

3 Penyakit Kronis yang Bisa Dicegah dengan Bunda Menyusui Bayi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sophie Navita Ungkap Lika-Liku 23 Tahun Pernikahan, Sempat Alami Depresi hingga Menyendiri

Mom's Life Annisa Karnesyia

Viral Perempuan Tetap Nonton Konser Saat Sakit Campak, Ini Kata Dokter

Mom's Life Amira Salsabila

7 Ciri Kepribadian yang Tidak Disukai Orang Narsistik, Tak Mudah Dikendalikan

Mom's Life Annisa Karnesyia

Anak Cerdas Kerap Terlihat Malas? Ini Alasan Tersembunyi yang Jarang Diketahui

Parenting Nadhifa Fitrina

SPMB SMP DKI Jakarta 2026/2027: Aturan, Jadwal Pendaftaran & Pilihan Jalur

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sophie Navita Ungkap Lika-Liku 23 Tahun Pernikahan, Sempat Alami Depresi hingga Menyendiri

SPMB SMP DKI Jakarta 2026/2027: Aturan, Jadwal Pendaftaran & Pilihan Jalur

Viral Perempuan Tetap Nonton Konser Saat Sakit Campak, Ini Kata Dokter

Jogja Financial Festival Ajak Generasi Muda Kenali Aset Digital dan Waspadai Love Scam

7 Ciri Kepribadian yang Tidak Disukai Orang Narsistik, Tak Mudah Dikendalikan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK