MENYUSUI
Cara Menjaga Nutrisi ASI saat Ibu Menyusui Puasa
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Sabtu, 08 Mar 2025 11:20 WIBIbu menyusui berpuasa memang sah-sah saja ya, Bunda. Tetapi, pastikan Bunda memenuhi nutrisi bayi secara maksimal. Simak cara menjaga nutrisi ASI saat ibu menyusui puasa.
Menjalani ibadah di bulan Ramadhan dengan segala pahala berlipat di ganda di dalamnya membuat setiap umat muslim berlomba-lomba menjalani sebanyak-banyaknya ibadah. Tak terkecuali para ibu menyusui yang ingin turut serta berpuasa di bulan Ramadhan ya, Bunda.
Perihal para ibu menyusui yang berpuasa ataupun tidak ikut berpuasa, hal ini memang keputusan pribadi masing-masing ya, Bunda. Tentunya, ada banyak pertimbangan sebelum Bunda memutuskan untuk ikut berpuasa atau tidak.
Bagi sebagian ibu, mereka tidak mengalami kendala dengan produksi ASI-nya ketika berpuasa. Sehingga, mereka tetap aman dan nyaman menjalani ibadah Ramadhan. Tetapi, tak sedikit pula yang mengalami kendala pada stok ASI mereka sehingga mereka tidak ikut berpuasa dengan pertimbangan memenuhi nutrisi ASI secara maksimal pada bayinya.
Apakah puasa memengaruhi ASI?
Penelitian yang mengamati komposisi ASI selama dan setelah puasa menunjukkan bahwa tidak ada perubahan besar pada kandungan energi atau nutrisi utama dalam ASI selama dan setelah puasa, dan tidak ada pengaruh pada pertumbuhan bayi.
Memang ya, Bunda, kemungkinan ada perubahan jangka pendek pada beberapa vitamin dan mineral dalam ASI selama puasa. Meskipun sebagian besar penelitian telah mengamati perempuan yang berpuasa selama Ramadan, hasil ini juga dapat meyakinkan perempuan yang menjalankan puasa lainnya.
Penting Bunda ketahui bahwa sebenarnya puasa tidak memengaruhi pasokan ASI Bunda. Biasanya, pasokan ASI dapat menurun akibat dehidrasi parah, tetapi penelitian memberitahukan bahwa puasa jangka pendek tidak memengaruhi jumlah ASI yang Bunda hasilkan.
Penelitian tentang menyusui di negara-negara yang menghadapi kondisi kelaparan menunjukkan bahwa penurunan asupan kalori dalam jangka pendek tidak mengurangi pasokan ASI. Sebaliknya, energi dan nutrisi dapat diambil dari simpanan tubuh yang disimpan selama kehamilan. Ibu yang sehat dan bergizi baik menghasilkan ASI dalam jumlah normal saat menghadapi pengurangan asupan kalori jangka pendek.
Penelitian tentang komposisi ASI dan perilaku bayi selama berpuasa 24 jam menunjukkan bahwa komposisi ASI berubah. Kandungan natrium, kalsium, dan proteinnya lebih tinggi serta kandungan fosfor dan laktosanya lebih rendah. Penelitian ini hanya mengamati para ibu selama 24 jam setelah puasa berakhir, yang pada saat itu masih terjadi sedikit perubahan pada komposisi ASI.
Sementara pada puasa Ramadhan berlangsung selama 30 hari. Penelitian telah mengamati para ibu muslim untuk melihat apakah periode pantang makan dan minum yang lebih lama pada siang hari akan memengaruhi produksi ASI dan kesehatan gizi ibu.
Dari pengamatan tersebut, ditemukan bahwa selama Ramadhan, tingkat asupan energi dan nutrisi umumnya di bawah asupan harian yang dianggap perlu bagi ibu menyusui. Namun, secara keseluruhan tidak ada pengaruh pada tingkat nutrisi dalam ASI para ibu ini dan tidak ada pengaruh signifikan pada pertumbuhan bayi mereka seperti dikutip dari laman La Leche League Canada.
Beberapa ibu yang berpuasa dalam waktu yang lebih lama memilih untuk minum pada malam hari dengan tujuan mengurangi dehidrasi pada siang hari. Ada beberapa kekhawatiran bahwa konsumsi air yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Jika Bunda mempertimbangkan untuk mencoba hal ini, sebaiknya bicarakan ide ini dengan dokter. Sebab, hidrasi berlebihan dan dehidrasi yang signifikan dapat menyebabkan penurunan suplai ASI.
Selama masa puasa, bayi mungkin ingin menyusu lebih sering atau mungkin tampak lebih rewel dari biasanya. Hal ini mungkin terkait dengan puasa itu sendiri atau reaksi terhadap perubahan lain dalam rutinitas harian yang terjadi selama periode puasa. Jika Bunda merasa ragu dan memiliki kendala, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi sehingga nutrisi ASI bayi tetap terpenuhi dengan baik.
Cara menjaga nutrisi saat busui berpuasa
1. Ibu yang sehat cenderung dapat mengatasi puasa jangka pendek dengan baik. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum Bunda memutuskan untuk ikut berpuasa.
2. Jika Bunda menyusui dan berpuasa, bayi biasanya akan menyusui seperti biasa pada hari puasa. Tetapi, mungkin mereka akan menyusu lebih sering pada satu atau dua hari berikutnya. Bunda mungkin dapat menyusuinya lebih sering di malam hari untuk memaksimalkan nutrisi yang didapatkan bayi.
3. Selain itu, minumlah lebih banyak cairan (air putih adalah yang terbaik) selama satu atau dua hari sebelum puasa. Ini membantu Bunda terhidrasi dengan baik saat memulai puasa.
4. Hindari makanan asin dan pedas yang dapat membuat Bunda merasa haus.
5. Lakukan lebih sedikit aktivitas dan sebisa mungkin menghindari panas selama berpuasa seperti dikutip dari laman Breastfeeding.asn.
6. Pastikan bayi tetap terhidrasi dengan baik ya, Bunda. Teruslah menyusui seperti biasa dan memeriksa produksi popok basahnya.
Guna mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan selama menyusui, ikutilah rutinitas makan yang sehat. Pilihlah makanan sehat yang Bunda sukai dari setiap kelompok makanan seperti berikut ini:
1. Buah utuh seperti apel, jeruk, mangga, dan pisang
2. Sayuran seperti brokoli, bayam, paprika, edamame
3. Biji-bjian utuh seperti beras merah, oatmeal, dan roti gandum
4. Protein seperti daging tanpa lemak dan ayam, telur, makanan laut
5. Produk susu rendah lemak seperti susu, yogurt, keju, minuman kedelai
6. Cobalah untuk memilih makanan dan minuman dengan lebih sedikit gula tambahan, lemak jenuh, dan natrium (garam).
7. Minumlah banyak cairan agar tetap terhidrasi.
8. Hindari kafein yang membuat bayi lebih rewel.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Hukum Puasa Ramadhan bagi Ibu Hamil dan Menyusui dalam Islam
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Aturan Berpuasa saat Menyusui Bayi 1 Tahun
Bolehkah Ibu Menyusui Puasa Setengah Hari? Ini Pandangan Medis dan Islam
Ketahui Persiapan Puasa Ibu Menyusui dari Tips hingga Makanan agar ASI Lancar
Busui Ingin Puasa Penuh? Lihat Lagi yuk Apakah BB Si Kecil sudah Sesuai Usia
TERPOPULER
Ciri Perempuan Dewasa Secara Emosional Menurut Psikologi, Tidak Hanya Terlihat Kalem
11 Kebiasaan Suami di Rumah yang Diam-diam Tanda Tidak Bahagia, Bunda Perlu Tahu
Curi Perhatian, 5 Potret Kalu Anak Selebgram Abel Cantika Nonton Konser Band Rock Bareng Ayah
7 Ciri Kepribadian Orang yang Terbiasa Tidur Lebih Awal Setiap Malam
Mengenal Prosedur Sperm Freezing: Syarat, Cara, hingga Biayanya
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Sterilizer Botol Bayi Terbaik, Ada yang Low Watt
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Panci Kukus Terbaik dari Ukuran Kecil Hingga Besar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Bumbu Tongseng Instan yang Enak & Terbaik untuk Masak Daging Kambing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eyeshadow Palette yang Bagus untuk Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Panci Presto Terbaik untuk Memasak Beragam Makanan Cepat & Mudah
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Perempuan Dewasa Secara Emosional Menurut Psikologi, Tidak Hanya Terlihat Kalem
Curi Perhatian, 5 Potret Kalu Anak Selebgram Abel Cantika Nonton Konser Band Rock Bareng Ayah
11 Kebiasaan Suami di Rumah yang Diam-diam Tanda Tidak Bahagia, Bunda Perlu Tahu
Mengenal Prosedur Sperm Freezing: Syarat, Cara, hingga Biayanya
Ciri Kepribadian Anak Zodiak Taurus, Bertanggung Jawab dan Dapat Diandalkan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Insert Story: Evan Sanders Belajar Cara Mengolah Daun Teh di Wonosobo
-
Beautynesia
5 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Orang Jepang, Jadi Rahasia Panjang Umur!
-
Female Daily
Kolaborasi Calvin Klein Jung Kook “CKJK” Akhirnya Tiba! Langsung Sold Out?
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
7 Gaya 'Lady Boss' Raline Shah di Cannes Festival, Elegan dengan Power Suit
-
Mommies Daily
7 Cara Mengatasi Kulit Wajah Kering di Usia 40 agar Tetap Awet Muda