MENYUSUI
Fenomena Baru: Para Bunda Ramai Kumpulkan Kolostrum Sebelum Bayi Lahir, Amankah?
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Selasa, 13 Jan 2026 09:10 WIBBelakangan ini, media sosial ramai membahas praktik mengumpulkan kolostrum sebelum bayi lahir atau dikenal dengan istilah antenatal kolostrum harvesting. Banyak ibu hamil membagikan pengalaman memerah cairan kekuningan dari payudara sejak akhir kehamilan, lalu menyimpannya di freezer untuk persiapan menyusui.
Namun, muncul pertanyaan penting: apakah praktik ini aman untuk semua Bunda?
Apa itu kolostrum dan mengapa dianggap 'emas cair'?
Kolostrum adalah ASI pertama yang diproduksi tubuh ibu, biasanya keluar sejak akhir kehamilan hingga beberapa hari pertama setelah melahirkan. Warnanya kekuningan dan jumlahnya sedikit, tetapi kaya manfaat.
Kolostrum mengandung:
- Antibodi (terutama IgA) untuk melindungi bayi dari infeksi.
- Protein dan vitamin A tinggi.
- Faktor imun yang membantu pematangan usus bayi.
- Efek laksatif ringan untuk membantu bayi mengeluarkan mekonium.
Karena kandungannya yang sangat berharga, kolostrum sering dijuluki 'emas cair' bagi bayi baru lahir. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal dari FMIPA UNP menyebutkan bahwa kandungan antibodi dalam kolostrum berperan penting dalam membentuk sistem kekebalan bayi di awal kehidupan.
Praktik mengumpulkan kolostrum sebelum melahirkan?
Praktik ini dikenal secara medis sebagai antenatal colostrum expression atau antenatal colostrum harvesting yaitu memerah kolostrum sebelum bayi lahir, biasanya mulai usia kehamilan 36–37 minggu.
Beberapa alasan yang sering dikemukakan antara lain:
- Persiapan jika bayi berisiko hipoglikemia (gula darah rendah).
- Antisipasi keterlambatan ASI keluar setelah persalinan.
- Ibu dengan diabetes gestasional.
- Rencana persalinan caesar.
- Ingin menghindari pemberian susu formula di hari-hari awal.
Awalnya, praktik ini direkomendasikan secara terbatas untuk ibu hamil dengan kondisi tertentu, seperti:
- Diabetes gestasional.
- Risiko bayi mengalami hipoglikemia (gula darah rendah).
- Rencana persalinan caesar.
- Kekhawatiran ASI terlambat keluar setelah melahirkan.
Kolostrum yang diperah kemudian disimpan secara steril dan dibekukan untuk diberikan pada bayi setelah lahir.
Amankah mengumpulkan kolostrum sebelum bayi lahir?
Jawabannya: Bisa aman, tetapi tidak untuk semua ibu ya Bunda.
Secara medis, pemijatan atau pemerahan payudara dapat merangsang hormon oksitosin, yang berperan dalam kontraksi rahim. Pada kondisi tertentu, hal ini berpotensi memicu kontraksi dini.
Sebuah tinjauan ilmiah dalam International Breastfeeding Journal menyebut, pada kehamilan tertentu dan dengan pengawasan medis, praktik ini tidak terbukti meningkatkan risiko persalinan prematur.
Karena itu, praktik ini umumnya hanya dianjurkan dengan pengawasan tenaga kesehatan, terutama pada:
- Kehamilan usia ≥ 37 minggu
- Kehamilan risiko rendah
- Tidak memiliki riwayat persalinan prematur
- Tidak mengalami perdarahan atau masalah plasenta
- Ada risiko jika dilakukan sembarangan
Penelitian juga mengingatkan adanya potensi risiko jika antenatal colostrum harvesting dilakukan tanpa panduan tenaga kesehatan, seperti:
- Rangsangan puting yang memicu hormon oksitosin dan kontraksi rahim.
- Mastitis sebelum melahirkan.
- Kecemasan berlebihan soal produksi ASI
- Tekanan sosial untuk 'harus bisa' mengumpulkan kolostrum.
Karena itu, praktik ini tidak dianjurkan untuk ibu dengan riwayat persalinan prematur, perdarahan, atau gangguan kehamilan tertentu.
Apa kata tenaga kesehatan?
Tenaga kesehatan menegaskan bahwa mengumpulkan kolostrum sebelum bayi lahir bukanlah prosedur rutin yang wajib dilakukan semua ibu hamil. Praktik ini hanya disarankan pada kondisi tertentu dan harus melalui pertimbangan medis.
Dokter kandungan dan konselor laktasi sepakat bahwa stimulasi payudara saat hamil tidak boleh dilakukan sembarangan, karena dapat memicu pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam kontraksi rahim.
Dalam tinjauan ilmiah International Breastfeeding Journal, para peneliti menyebutkan bahwa antenatal colostrum expression sebaiknya bersifat selektif, bukan anjuran umum untuk semua kehamilan.
Di banyak layanan kesehatan, praktik ini lebih sering direkomendasikan pada ibu dengan diabetes gestasional, karena bayi dari kelompok ini berisiko mengalami hipoglikemia setelah lahir. Dalam konteks tersebut, pengumpulan kolostrum dinilai dapat membantu menghindari pemberian susu formula di hari-hari awal.
Namun, tenaga kesehatan juga menekankan bahwa keberhasilan menyusui tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya kolostrum yang diperah sebelum lahir. Faktor yang justru lebih berpengaruh adalah:
- Inisiasi menyusu dini (IMD).
- Kontak skin to skin.
- Dukungan menyusui yang adekuat setelah persalinan.
Karena itu, dokter dan bidan mengingatkan agar ibu hamil tidak merasa tertinggal atau gagal sebagai ibu hanya karena tidak mengikuti tren mengumpulkan kolostrum.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Masalah Menyusui di Tiga Bulan Pertama & Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kolostrum Hanya Keluar Sedikit, Bunda Nggak Perlu Khawatir Bayi Kelaparan
7 Manfaat Luar Biasa Kolostrum untuk Bayi Baru Lahir
6 Manfaat Luar Biasa Kolostrum, ASI Perdana Kaya Nutrisi untuk Bayi Baru Lahir
Kandungan Luar Biasa Kolostrum yang Perlu Bunda Tahu
TERPOPULER
Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?
4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Merek Bantal Anti Peyang, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil!
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kartu Ucapan Kelahiran Aesthetic untuk Bayi Perempuan & Laki-laki
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kasur Lantai Lipat Terbaik, Ada yang Orthopedic
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Cuaca Panas Bikin Rambut Cepat Lepek? Ini 7 Produk Perawatan Rambut yang Wajib Dicoba
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Outfit Hijab untuk Ibu Hamil, Nyaman Dipakai dan Tetap Stylish
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa
Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?
5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Ke Banda Aceh, Lebih Enak Nginap di Pusat Kota atau Dataran Tinggi yang Lebih Adem?
-
Beautynesia
7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kulit Wajah Breakout
-
Female Daily
VIDA Spa Hadirkan Swissline Professional dan IV Vitamin Therapy untuk Pengalaman Wellness yang Lebih Holistik
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Pernikahan Mewah Gadis Tercantik di Dunia, Menawan dengan Gaun Miu Miu
-
Mommies Daily
12 Rekomendasi Bra Menyusui yang Nyaman, Seamless hingga Big Size