sign up SIGN UP search


menyusui

6 Manfaat Luar Biasa Kolostrum, ASI Perdana Kaya Nutrisi untuk Bayi Baru Lahir

Annisa Afani Rabu, 02 Sep 2020 15:41 WIB
Mothers breastfeed while dating a beautiful golden sunset, golden light shines on the mother and child. caption
Jakarta -

Kolostrum merupakan air susu ibu (ASI) perdana yang dihasilkan payudara Bunda setelah melahirkan untuk si kecil menyusu pertama kali. Kolostrum sangat bernutrisi dan memiliki banyak manfaat untuk bayi baru lahir.

Kolostrum adalah makanan yang ideal untuk bayi baru lahir karena terkonsentrasi, penuh dengan protein serta padat nutrisi yang cocok untuk perut bayi yang mungil. Selain itu, kolostrum juga rendah lemak, mudah dicerna, dan penuh dengan komponen yang penting dalam membangun sistem kekebalan tubuh bayi.

Kolostrum terlihat lebih jernih tetapi seringkali berwarna kuning keemasan atau oranye karena mengandung beta-karoten tingkat tinggi. Kolostrum juga cenderung lebih kental dan kuning dari ASI transisi atau ASI matang.


Mengutip Very Well Family, terkadang darah dari saluran susu bisa masuk kolostrum, Bunda. Dengan begitu, cairan ini juga bisa terlihat merah, merah muda, coklat, ataupun berwarna karat. Namun Bunda tidak perlu khawatir dengan sedikit darah dalam ASI.

Kapan tubuh memproduksi kolostrum?

Tubuh Bunda mulai membuat ASI jauh sebelum bayi lahir. Produksi kolostrum bisa dimulai sejak awal trimester kedua kehamilan.

Jika Bunda melihat tetesan kecil cairan bening atau kuning keluar dari payudara atau menodai bra saat hamil, itu adalah kolostrum.

Semenatra itu, fase kolostrum berlangsung hingga tahap transisi ASI dimulai, Bunda. Ini bisa terjadi antara hari kedua dan kelima setelah kelahiran bayi. Selama waktu tersebut, Bunda akan melihat peningkatan produksi ASI dalam jumlah besar.

Tahap transisi adalah saat terjadi pencampuran kolostrum dan ASI yang matang. Meski tidak lagi disebut sebagai fase kolostrum, namun kolostrum akan terus ada dalam ASI selama sekitar enam minggu.

Biasanya setiap ibu akan memproduksi sedikit kolostrum, Bunda. Dalam 24 jam pertama setelah bayi lahir, payudara akan menghasilkan sekitar dua sendok makan atau 30 mililiter (ml) saja, sedangkan pada hari kedua dan ketiga, akan memproduksi sekitar 60 ml kolostrum.

Di hari ketiga atau setelahnya, ASI transisi akan mulai keluar. Pada saat ini, Bunda akan mulai memproduksi ASI lebih banyak.

Manfaat kolostrum untuk bayi 

Kolostrum memiliki banyak manfaat untuk bayi baru lahir lho, Bunda. Manfaat tersebut, di antaranya:

1. Kolostrum melawan infeksi

Dua pertiga sel di kolostrum adalh sel darah putih yang melindungi dari infeksi dan membantu bayi melawan infeksi.

"Sel darah putih penting sejauh menyangkut respons kekebalan. Mereka memberikan perlindungan dan tantangan patogen," kata Profesor Peter Hartmann, ahli ilmu laktasi di The University of Western Australia, dikutip dari Medela.

Sel darh putih menghasilkan antibodi yang dapat menetralkan bakteri dan virus. Antibodi ini sangat efektif melawan masalah perut dan diare, yang sangat penting bagi bayi baru lahir karena pencernaannya belum sempurna.

2. Kolostrum mendukung kekebalan tubuh

Kolostrum sangat kaya akan antibodi penting yang disebut sebagai sIgA, Bunda. Ini berfungsi untuk melindungi bayi dari penyakit, dengan melapisi saluran pencernaannya.

"Molekul yang memberikan pertahanan kekebalan terhadap infeksi pada ibu diangkut dalam darahnya ke payudara, bergabung bersama untuk membentuk sIgA, dan disekresikan ke dalam kolostrumnya. SIgA ini terkonsentrasi di lapisan lendir usus dan sistem pernapasan bayi untuk melindunginya dari penyakit yang dialami ibu," tutur Peter Hartman.

ilustrasi ibu melahirkanilustrasi bayi baru dilahirkan/ Foto: thinkstock

3. Kolostrum mendukung fungsi usus bayi

Kolostrum juga kaya akan komponen imunologi dan faktor pertumbuhan lain, Bunda. Salah satunya yang berfungsi merangsang pertumbuhan selaput lendir pelindung di usus bayi. Sementara hal tersebut terjadi, prebiotik dalam kolostrum juga memberi makan, mendukung dan menyebarkan bakteri baik di usus bayi.

4. Kolostrum membantu mencegah penyakit kuning

Kolostrum dapat bertindak seperti obat pencahar yang membuat bayi sering buang air kecil. Kolostrum sangat membantu mengosongkan isi perut si kecil dari semua yang ditelan selama berada dalam rahim dalam bentuk mekonium atau kotoran berwarna gelap dan lengket.

Sering buang air kecil juga mengurangi risiko bayi terkena penyakit kuning. Bayi terlahir dengan tingkat sel darah merah yang tinggi, yang mengambil oksigen ke seluruh tubuh. Ketika sel-sel ini rusak, hatinya membantu memproses, menciptakan produk sampingan yang disebut bilirubin.

Hati bayi biasanya belum berkembang dengan optimal untuk mengatasi masalah ini, sehingga dapat menyebabkan penyakit kuning. Nah dengan sifat pencahar kolostrum, cairan ini akan sangat membantu bayi mengatasi masalah tersebut dengan mengeluarkan bilirubin dari tubuh melalui kotorannya.

5. Kolostrum kaya vitamin A dan mineral

Karotenoid dan vitamin A memberikan warna kuning yang khas dalam kolostrum. Vitamin A penting untuk penglihatan bayi serta menjaga kesehatan kulit dan sistem kekebalan tubuhnya, Bunda. Bayi biasanya lahir dengan cadangan vitamin A yang rendah, jadi kolostrum akan sangat membantu mengatasi kekurangan tersebut.

Kolostrum juga kaya akan mineral seperti magnesium yang mendukung jantung dan tulang bayi lho, Bunda. Selain itu, mengandung tembaga dan zinc, yang membantu mengembangkan sistem kekebalannya.

Dalam kolostrum terdapat empat kali lebih banyak zinc dibanding dalam ASI matang. Zinc membantu mendukung perkembangan otak bayi yang berkembang pesat.

6. Kolostrum membantu tumbuh kembang bayi

Kolostrum mengandung banyak komponen lain yang ikut serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi, Bunda.

"Kolostrum mempertahankan komposisi yang sama sampai sekitar 30 jam setelah lahir. Proteinnya relatif tinggi karena semua antibodi di dalamnya adalah protein. Ini relatif rendah laktosa, dan komposisi lemaknya berbeda dengan susu matang," ucap Peter Hartmann.

Transisi dari kolostrum menjadi ASI

Setelah dua hingga empat hari, Bunda akan merasa payudara akan terasa lebih kencang dan penuh. Pada saat ini, payudara tidak lagi memproduksi kolostrum, melainkan ASI transisi, yang warnanya lebih putih dan teksturnya lebih lembut.

"Tiga hari pertama atau lebih dari itu adalah waktu yang penting untuk memantapkan menyusui. Jika Anda bisa melakukan dengan benar dalam waktu itu, kemungkinan besar Anda akan mendapatkan laktasi yang baik dan bayi tumbuh dengan baik," kata Peter Hartmann.

Bunda memang hanya memproduksi kolostrum untuk waktu yang singkat, namun kolostrum yang dihasilkan memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi 12 bulan pertama kehidupan bayi hingga sepanjang hidupnya.

Bunda, simak juga cara menghindari kehamilan saat menyusui dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi