sign up SIGN UP search


menyusui

Kolostrum Hanya Keluar Sedikit, Bunda Nggak Perlu Khawatir Bayi Kelaparan

Melly Febrida Minggu, 09 May 2021 11:24 WIB
Asian mother holding her newborn baby boy and breastfeeding, Milk mother for child concept caption

Jakarta - Bunda tentu sering mendengar kolostrum, ASI pertama yang umumnya didapat bayi saat pertama kali menyusu pada ibunya. Jangan sedih dulu dan langsung beralih ke susu formula saat memompa pertama kali hanya menghasilkan beberapa tetes kolostrum. Beberapa hari pertama menyusui memang menjadi tantangan tersendiri bagi banyak para Bunda baru.

"Kolostrum yang tersedia dalam beberapa hari sejak kelahiran sudah mencukupi kebutuhan bayi  hanya jika bayi menyusu dengan tepat," kata Dr Jack Newman, dokter spesialis anak dalam The Ultimate Breastfeeding Book of Answer.


Menurutnya, perasan ASI dalam beberapa hari pertama sangat bermanfaat walaupun hanya menghasilkan beberapa tetesan saja.

Rebecca Agi, MS, IBCLC, konsultan laktasi bersertifikat, mengatakan hal yang senada. Apabila Bunda hanya menghasilkan sedikit kolostrum tetap harus sesering mungkin menyusui bayi selama tahap ini. Perlu Bunda ingat ya, perut bayi itu kecil dan hanya sedikit kolostrum yang mereka butuhkan untuk beberapa hari pertama.

"Kolostrum mungkin hanya ada dalam jumlah kecil, tetapi dikemas penuh dengan nutrisi terkonsentrasi. Terkadang disebut 'cairan emas' karena mengandung semua yang dibutuhkan bayi Anda di beberapa hari pertama kehidupan," Agi menjelaskan.

Tubuh Bunda membuat kolostrum sebelum mulai memproduksi ASI transisi (ASI tahap kedua dan kombinasi kolostrum dan ASI matang), dan ASI matur (ASI tahap akhir).  


Agi menambahkan, dalam 24 jam pertama setelah bayi lahir, Bunda menyusui akan menghasilkan rata-rata sekitar 2 sendok makan atau 1 ons (30 mililiter).  

Meskipun Bunda hanya menghasilkan 1 hingga 2 ons kolostrum sehari, yakinlah bahwa bayi mendapatkan cukup ASI selama beberapa hari pertama.  

Dalam kebanyakan kasus, bayi tidak membutuhkan susu formula kok, Bunda.  Bayi tidak membutuhkan lebih dari apa yang Bunda hasilkan.

Kolostrum mungkin terlihat bening, tetapi seringkali berwarna kuning keemasan atau oranye terang karena mengandung beta-karoten yang tinggi.

Kolostrum juga cenderung lebih kental daripada ASI transisi dan matur.

Apabila bayi lahir sehat dan cukup bulan, Bunda tidak perlu melengkapi dengan susu formula selama menyusui secara rutin selama tahap kolostrum. Namun, suplementasi mungkin disarankan jika bayi prematur atau memiliki masalah kesehatan tertentu, atau jika Bunda mengalami keterlambatan dalam produksi ASI.

"Pada hari kedua dan ketiga, Anda akan membuat sekitar 2 ons (60 mililiter) kolostrum. ASI transisi Anda akan mulai keluar sekitar hari ketiga, pada saat itu Anda akan mulai memproduksi lebih banyak ASI," ujar Agi dilansir Very Well Family.

ASI pada tahap kedua ini mengandung campuran kolostrum dan ASI yang matang. Meskipun tidak lagi secara resmi disebut fase kolostrum, kolostrum akan terus ada dalam ASI.  


Jejak kecil kolostrum masih dapat ditemukan di ASI selama sekitar enam minggu.  Selama waktu ini, Bunda akan melihat peningkatan besar dalam jumlah ASI, yang terkadang menyebabkan pembengkakan payudara.

Kolostrum penuh dengan antibodi, sel darah putih, dan sifat kekebalan lainnya - berfungsi seperti imunisasi pertama anak, Bunda.  Kolostrum juga mengandung asam lemak rendah kolesterol berantai panjang.

Simak juga yuk ASI Booster yang nikmat dalam video di bawah ini:

(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi