MENYUSUI
Ini Cara Baru Skrining Kanker Payudara, Bukan Lagi Berdasarkan Usia
Indah Ramadhani | HaiBunda
Rabu, 28 Jan 2026 09:10 WIBSeperti yang diketahui, skrining kanker payudara yang menggunakan mammogram dan MRI, umumnya mengandalkan usia sebagai faktor penentu. Padahal, risiko kanker payudara dipengaruhi oleh berbagai faktor dan berbeda setiap perempuan.
Studi terbaru menunjukkan bahwa usia kini bukan lagi satu-satunya patokan dalam skrining kanker payudara. Para peneliti menilai, skrining berbasis risiko individu lebih efektif dan aman dibandingkan mammogram yang masih bergantung pada usia.
Menurut Profesor Kedokteran UCSF, Jeffrey A. Tice, MD, memprioritaskan skrining pada perempuan berisiko tinggi jauh lebih efektif, daripada melakukan skrining yang berlebihan pada perempuan berisiko rendah.
Temuan ini diperoleh dari penelitian terhadap 46 ribu perempuan di seluruh Amerika Serikat yang berpartisipasi dalam studi WISDOM. WISDOM merupakan uji klinis besar yang membandingkan skrining kanker payudara tahunan dengan skrining berbasis risiko individu.
Hasilnya, penelitian ini menunjukkan adanya perubahan besar dalam skrining payudara. Kini tidak lagi mengandalkan basis usia, melainkan juga mempertimbangkan segala risiko yang terdapat di masing-masing individu secara menyeluruh.
Skrining kanker payudara berdasarkan usia sudah tak efektif?
Sejumlah ahli mengemukakan pendapat mengenai hal ini. Termasuk Direktur UCSF Breast Care Center, Laura J. Esserman, MD, MBA, yang mengatakan skrining tersebut seharusnya bisa mempertimbangkan penilaian dari kondisi biologis, genetika, hingga gaya hidup.
Ia menilai, cara seperti itu jauh lebih efektif karena data yang diperoleh juga semakin lengkap, sehingga hasil pun skrining akan jauh lebih optimal. Jika data yang diperoleh memadai maka strategi pencegahan bisa dilakukan lebih awal.
Pendapat ini juga didasari oleh fakta di berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa risiko kanker payudara bisa sangat berbeda antara satu perempuan dan lainnya. Maka, sangat disayangkan bila pedoman skrining selalu menganggap usia sebagai penentu utama.
Terbaru, skrining kanker payudara mulai beralih ke berbasis risiko
Studi WISDOM menggunakan basis risiko telah divalidasi dengan baik. Para peneliti mengelompokkan peserta ke dalam empat kategori yang berbeda. Mereka akan dipertimbangkan berdasarkan usia, informasi genetik, gaya hidup, riwayat kesehatan, dan kepadatan payudara.
Hasil dari pengelompokan tersebut menciptakan berbagai rekomendasi skrining yang berbeda. Dilansir dari laman Science Daily, berikut adalah penjabarannya, Bunda.
- Sebanyak 26 persen peserta dalam kelompok risiko terendah disarankan menunda skrining hingga usia 50 tahun, atau sampai risiko mereka setara dengan wanita usia 50 tahun pada umumnya.
- Sebanyak 62 persen peserta dalam kelompok risiko rata-rata dianjurkan menjalani skrining setiap dua tahun.
- Sebanyak 8 persen peserta dalam kelompok risiko tinggi disarankan melakukan mammogram setiap tahun.
- Sebanyak 2 persen peserta dalam kelompok risiko tertinggi dianjurkan menjalani skrining dua kali setahun dengan menggabungkan mammogram dan MRI, tanpa memandang usia.
Metode skrining berbasis risiko ini tidak membuat angka diagnosis kanker stadium lebih lanjut meningkat. Bahkan, di antara peserta yang diberi kebebasan untuk memilih metode skrining, 89% dari mereka sepakat memilih skrining berbasis risiko.
Penanganan untuk para perempuan berisiko tinggi
Perempuan yang dikategorikan memiliki risiko tinggi dan tertinggi akan memperoleh pendampingan khusus. Dukungan ini mencakup akses pengambilan keputusan online dan konsultasi langsung dengan spesialis.
Ahli pun juga akan memberikan rekomendasi terbaik kepada mereka. Misalnya, saran tentang perubahan gaya hidup, perbaikan pola makan, aktivitas fisik, hingga penggunaan obat-obatan tertentu yang bisa menurunkan risiko kanker payudara.
Saat ini, penelitian tersebut tengah mengembangkan studi lanjutan WISDOM 2.0, yang nantinya akan menyempurnakan metode penilaian risiko. Fokus utama mereka adalah mengidentifikasi perempuan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker payudara ganas.
Demikian informasi ini disampaikan. Semoga bisa menambah pengetahuan dan wawasan Bunda mengenai terobosan baru dalam skrining kanker payudara.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Bunda Wajib Tahu, Ini Aturan Memberi ASI Setelah Bayi Muntah
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
Kenali Perbedaan Tumor Payudara Jinak & Ganas, Busui Perlu Tahu
4 Jenis Tes Kesehatan Payudara dan Kisaran Biayanya, Simak Bun
Cara Bedakan Benjolan Payudara Akibat Masalah Menyusui dan Kanker
TERPOPULER
Fakta di Balik Foto Baby Bump Zendaya yang Viral dan Picu Rumor Hamil
Kaba Anak Zaskia Adya Mecca Jalani Operasi Hidung karena Radang dan Alergi
Jarang Disadari, Ini 10 Ciri Kepribadian Orang Tulus & Baik Hati Menurut Psikologi
500 Contoh Kata Sifat dalam Bahasa Indonesia dan Jenisnya
Korban Keracunan MBG di Jawa Timur Capai 664 Siswa, Begini Kondisinya Saat Ini...
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Membuat Pizza Teflon Roti Tawar, Enak dan Anti Gagal
500 Contoh Kata Sifat dalam Bahasa Indonesia dan Jenisnya
Fakta di Balik Foto Baby Bump Zendaya yang Viral dan Picu Rumor Hamil
Kaba Anak Zaskia Adya Mecca Jalani Operasi Hidung karena Radang dan Alergi
Seberapa Aman Minyak Jarak untuk Bayi? Ketahui Manfaat hingga Risikonya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Wajah Tirus Sebelum Acara Besar? Kenalan dengan Treatment Korean V-Lift
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Tidak Sopan di Pesawat yang Jangan Sampai Dilakukan Penumpang
-
Female Daily
Inspirasi Fashion ala CORTIS yang Bisa Kamu Tiru untuk Tampil Edgy dan Fashionable
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Stylish Celine Dion Sapa Fans, Mendadak Ikut Nyanyi di Jalanan Paris
-
Mommies Daily
Simpan Parfum di Kamar Mandi, Benarkah Bisa Cepat Rusak?