MENYUSUI
6 Tanda Bayi Kurang ASI, Perhatikan Jangan Sampai Si Kecil Kelaparan
Indah Ramadhani | HaiBunda
Rabu, 04 Feb 2026 09:10 WIBSelepas melahirkan, biasanya persediaan air susu ibu atau ASI memang belum begitu banyak. Namun, volume ASI nantinya akan bertambah seiring berjalannya waktu, sehingga Bunda tidak perlu khawatir secara berlebihan.
Meski begitu, setiap Bunda tentu ingin memastikan Si Kecil mendapat nutrisi yang cukup. Karenanya, wajar bila Bunda merasa overthinking apakah ASI yang akan memenuhi kebutuhan Si Kecil sudah tersalurkan dengan baik atau belum
Nah, inilah yang membuat Bunda bertanya-tanya, apakah bisa bayi mengalami kurang ASI? Jika iya, apa saja tanda yang ditunjukkan bila bayi kekurangan ASI. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Tanda-tanda bayi kurang ASI menurut ahlinya
Seperti yang disarankan oleh banyak pakar, ASI eksklusif sebaiknya diberikan hingga bayi berusia enam bulan. Setelah itu, ASI bisa dilanjutkan bersamaan dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI).
Namun demikian, proses pemberian ASI tersebut tidak selalu berjalan lancar pada setiap ibu dan anak. Bahkan dalam pemberian ASI eksklusif pun masih ditemukan berbagai hambatan yang mengakibatkan bayi kurang mendapat asupan nutrisi yang optimal.
Oleh karena itu, dokter anak dari Cleveland Clinic, Kristin Barrett, MD, memberikan informasi mengenai beberapa tanda bayi kurang mendapatkan ASI yang cukup. Berikut penjelasannya, Bunda.
1. Berat badan bayi bertambah dengan lambat
Menurut dr. Barrett, berat badan bayi bisa menjadi catatan penting untuk memastikan dan mengetahui seberapa besar pengaruh ASI terhadap pertumbuhannya. Melalui pemeriksaan rutin, dokter baru bisa menentukan, sekaligus membantu Bunda apabila terdapat kendala.
Umumnya, bayi akan mengalami penurunan berat badan selama beberapa hari setelah mereka lahir. Hal ini dikarenakan tubuh bayi sedang melakukan adaptasi terhadap lingkungan yang berbeda dari lingkungan saat bayi masih di dalam kandungan.
Nah, sekitar dua minggu, dokter mengharapkan berat badan bayi sudah kembali lagi ke berat lahirnya, Bunda. Berlanjut hingga minggu ketiga, sebulan, dan seterusnya, grafik pertumbuhan yang baik akan menunjukkan tren kenaikan berat badan yang stabil.
Namun, jika berat badan bayi justru berkurang atau grafiknya menurun, kemungkinan besar terjadi karena asupan ASI yang diperoleh kurang mencukupi pertumbuhannya.
2. Frekuensi buang air kecil yang sedikit
Selain berat badan, banyaknya popok basah yang diganti Bunda bisa menjadi acuan seberapa banyak bayi mendapatkan makanan dari ASI. Dikatakan bahwa apa yang masuk tentu akan keluar, maka dari itu frekuensi buang air kecil menjadi salah satu tanda bayi mendapat cukup ASI yang terserap ke seluruh tubuh.
Dr. Barrett mengatakan bahwa bayi yang berusia enam hari setidaknya harus memiliki enam popok basah setiap harinya. Namun, jumlah ini masih bersifat rata-rata, sehingga bila popok yang dihasilkan tidak jauh dari angka tersebut, maka dapat dipastikan bayi mendapat asupan ASI yang cukup.
3. Tanda dehidrasi yang sangat terlihat
Nah, berkaitan dengan jumlah popok basah, tanda-tanda dehidrasi pada bayi bisa dikenali melalui indikator tersebut. Namun, selain itu terdapat beberapa tanda lain yang sering muncul, seperti:
- Mulut kering. Umumnya bayi yang terhidrasi pada mulutnya akan dipenuhi saliva. Sementara bayi yang dehidrasi dan tidak mendapatkan ASI yang cukup, mulutnya akan lebih kering serta bibirnya berpasir dan lengket.
- Titik kepala lebih cekung. Bayi memiliki titik lemah atau fontanelles di kepala mereka. Bila titik tersebut cekung ke dalam, kemungkinan besar itu merupakan tanda dehidrasi yang harus segera diperiksa oleh tenaga medis.
- Tidak mengeluarkan air mata. Normalnya saat bayi menangis, mereka akan mengeluarkan air mata. Bila air mata tidak ada saat menangis, maka itu harus diwaspadai karena bisa menjadi tanda dehidrasi, Bunda.
4. Rewel setelah menyusu
Biasanya pada bayi yang cukup mendapat ASI mereka akan lebih bahagia, tenang, dan puas setelah selesai menyusu. Dalam kondisi tertentu, ada pula bayi yang langsung tertidur setelah menyusu karena perutnya merasa kenyang.
Namun, bila bayi tetap rewel dan tidak menunjukkan tanda kepuasan, kemungkinan besar bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup. Tak jarang, mereka juga akan menangis, mendusel, dan terlihat lebih tegang.
5. Terjadi masalah pada pelekatan
Kondisi ini terjadi bila bayi tidak dapat menempel atau mengunci pada payudara Bunda dengan cara yang benar saat menyusu. Pelekatan menjadi kunci keberhasilan dalam menyusui. Apabila pelekatan kurang sesuai, maka akan membuat aliran ASI saat diisap kurang maksimal.
Tanda pelekatan yang kurang sempurna meliputi timbul rasa nyeri saat menyusui, bentuk puting berubah, bayi sering melepas-menghisap, terdengar suara mengecap pada bayi.
6. Hasil pompa ASI mendadak sedikit
Meskipun tanda ini jarang terjadi, kondisi tersebut masih bisa menjadi salah satu kemungkinan. Namun, Bunda tidak perlu panik, karena yang terpenting adalah memastikan bayi mendapatkan asupan ASI yang cukup saat menyusu langsung dari payudara.
Mungkin saja terdapat kendala teknis pada alat ataupun kondisi psikologis Bunda saat memompa. Jika Bunda merasa stres, lelah, atau tertekan ketika melihat botol pompa tak kunjung penuh, aliran ASI justru bisa tersumbat.
Bagaimana agar pemberian ASI eksklusif menjadi lancar dan mampu mencukupi kebutuhan bayi?
Menyusui merupakan proses yang alami, tetapi sebagai orang tua Bunda tetap harus mempelajarinya. Di tengah lifestyle yang serba praktis, cepat, dan mudah, tak sedikit orang tua menganggap produksi ASI bisa langsung menyesuaikan kebutuhan bayi.
Padahal, ada beberapa hal yang masih harus diperhatikan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan Bunda agar ASI mencukupi kebutuhan bayi, dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
- Susui bayi sesuai permintaannya (on demand) dan usahakan Bunda membangunkan bayi setiap dua jam, misalnya dengan membuka bedong, agar ia tetap menyusu.
- Frekuensi ideal dan dianjurkan dari pemberian ASI adalah minimal 8-12 kali dalam sehari.
- Hindari pemberian minuman atau makanan selain ASI.
- Tidak disarankan orang tua memberikan dot atau empeng karena dapat memicu bingung puting.
- Pelajari teknik menyusui yang benar, termasuk posisi dan pelekatan, agar bayi dapat menyusu secara efektif dan aliran ASI lancar.
- Melakukan pemantauan berat badan bayi di beberapa hari pertama kelahirannya.
- Bila penurunan berat badan cukup banyak dan menyusui langsung masih terkendala, ASI pompa bisa diberikan sementara sambil terus mencoba untuk menyusu langsung.
Nah, demikian informasi yang disampaikan, Bunda. Semoga informasi ini bermanfaat dan memberikan wawasan terhadap hal-hal yang perlu diperhatikan orang tua agar pemberian ASI lancar dan mencukupi kebutuhan Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Bunda Wajib Tahu, Ini Aturan Memberi ASI Setelah Bayi Muntah
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Efek Samping Jika Bayi Kurang ASI, Ibu Menyusui Perlu Tahu
Bayi Kurang ASI Dapat Diketahui dari Berat Badannya, Simak Cara Mendeteksinya
5 Tanda Bayi Lapar karena Masih Kurang ASI, Bunda Harus Lebih Peka Nih
5 Tanda Bayi Kurang ASI, Cari Tahu Bagaimana Mengatasinya Bun
TERPOPULER
Fakta di Balik Foto Baby Bump Zendaya yang Viral dan Picu Rumor Hamil
Kaba Anak Zaskia Adya Mecca Jalani Operasi Hidung karena Radang dan Alergi
Jarang Disadari, Ini 10 Ciri Kepribadian Orang Tulus & Baik Hati Menurut Psikologi
500 Contoh Kata Sifat dalam Bahasa Indonesia dan Jenisnya
Korban Keracunan MBG di Jawa Timur Capai 664 Siswa, Begini Kondisinya Saat Ini...
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Membuat Pizza Teflon Roti Tawar, Enak dan Anti Gagal
500 Contoh Kata Sifat dalam Bahasa Indonesia dan Jenisnya
Fakta di Balik Foto Baby Bump Zendaya yang Viral dan Picu Rumor Hamil
Kaba Anak Zaskia Adya Mecca Jalani Operasi Hidung karena Radang dan Alergi
Seberapa Aman Minyak Jarak untuk Bayi? Ketahui Manfaat hingga Risikonya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Wajah Tirus Sebelum Acara Besar? Kenalan dengan Treatment Korean V-Lift
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Tidak Sopan di Pesawat yang Jangan Sampai Dilakukan Penumpang
-
Female Daily
Inspirasi Fashion ala CORTIS yang Bisa Kamu Tiru untuk Tampil Edgy dan Fashionable
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Stylish Celine Dion Sapa Fans, Mendadak Ikut Nyanyi di Jalanan Paris
-
Mommies Daily
Simpan Parfum di Kamar Mandi, Benarkah Bisa Cepat Rusak?