menyusui
Mengenal Polymastia, Penyebab Orang Punya Payudara Lebih dari Dua
HaiBunda
Sabtu, 14 Feb 2026 09:10 WIB
Daftar Isi
Pernahkah Bunda mendengar ada seorang perempuan yang memiliki payudara lebih dari dua? Kondisi tersebut benar-benar terjadi, bahkan sejumlah penelitian telah menguji apa yang terjadi di baliknya. Para peneliti menyebut kondisi itu sebagai polymastia.
Meskipun polymastia jarang terlihat, setidaknya sekitar 2-6 persen perempuan mengalami kondisi ini. Untuk itu, ahli menyarankan untuk segera lakukan pemeriksaan medis ketika merasakan sesuatu yang berbeda pada jaringan payudara.
Agar Bunda semakin mengetahui bagaimana kondisi tersebut, simak informasi berikut yang telah dikemukakan oleh sejumlah ahli dari Pusat Rumah Sakit Universitas Mustapha-Bacha.
Mengenal polymastia, payudara tumbuh lebih dari dua
Polymastia merupakan kelainan bawaan ketika seseorang memiliki jaringan payudara tambahan melebihi jumlah normalnya. Umumnya jaringan payudara yang tumbuh pada kondisi polymastia adalah jaringan kelenjar payudara yang lengkap, meskipun dalam beberapa kasus sering kali muncul tanpa disertai puting atau areola.
Jaringan tersebut biasanya tumbuh di sepanjang garis susu atau mammary line yang membentang dari ketiak hingga selangkangan. Meski polymastia biasanya terjadi pada perempuan, beberapa temuan juga mengungkapkan bahwa polymastia dapat terjadi pada laki-laki. Selain itu, kondisi tersebut dapat terjadi pada ibu yang sedang menyusui.
Secara umum, kelainan pada jaringan payudara tidak berbahaya. Namun, tetap memiliki risiko yang harus diwaspadai, diantaranya kanker polymastia dan risiko penyakit yang biasa menyerang payudara normal, seperti kista dan tumor jinak.
Kenali ciri-ciri polymastia
Mengutip dari jurnal yang dipublikasikan dalam Clinic Search Online, polymastia umumnya tidak memiliki puting. Bahkan, beberapa kali seseorang yang mengidap polymastia hanya mengira benjolan yang tumbuh hanyalah tumpukan lemak biasa.
Menurut ahli, polymastia sering muncul di ketiak, dada, atau perut, tepatnya di atas atau di bawah pusar dengan posisi yang simetris dan berpasangan. Pada perempuan, benjolan ini bisa membengkak, terasa nyeri, atau bahkan mengeluarkan cairan seperti susu saat terjadi perubahan hormon atau menyusui.
Dikutip dari detikhealth, kondisi polymastia dapat bervariasi. Hasil penelitian dari British Medical Journal (BMJ) melaporkan setidaknya terdapat delapan kelas yang akan membedakan. Berikut penjelasannya.
- Kelas I: terdiri dari payudara lengkap, termasuk jaringan kelenjang, puting, dan areola
- Kelas II: hanya terdiri dari jaringan kelenjar, puting, dan tanpa areola
- Kelas III: hanya terdiri dari jaringan kelenjar, areola, dan tanpa puting
- Kelas IV: hanya terdiri dari jaringan kelenjar
- Kelas V: disebut sebagai pseudomamma karena hanya terdiri dari puting, areola, dan tanpa jaringan kelenjar
- Kelas VI: disebut sebagai polythelia karena hanya terdiri dari puting susu
- Kelas VII: disebut sebagai polythelia areolaris karena hanya terdiri dari areola
- Kelas VIII: disebut sebagai polythelia pilosa karena hanya terdiri dari rambut
Polymastia diketahui memiliki jumlah yang bervariasi, dan yang paling sering ialah satu hingga dua. Namun, di beberapa kasus polymastia bisa mencapai lima, enam, bahkan sepuluh kelenjar. Ukurannya juga dapat bervariasi, mulai dari 1,3 cm hingga 46 cm.
Penyebab polymastia
Studi dalam jurnal tersebut menyebutkan polymastia disebabkan oleh kegagalan regresi atau penyusutan garis susu selama berkembang di dalam rahim. Sebagian besar kasus terjadi secara acak, dan sebagian lainnya bersifat keturunan.
Peneliti menduga kondisi tersebut berkaitan dengan genetik dominan autosom, sifat atau penyakit yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya, pada kromosom X dengan tingkat gejala dan kelas yang bervariasi pada setiap orang.
Apa yang harus dilakukan setelah mengetahui polymastia?
Bila Bunda mengalami tanda-tanda polymastia, para ahli menyarankan agar segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan. Nantinya, dokter akan memberikan penanganan yang tepat.
1. Pemeriksaan radiologi
Bunda bisa melakukan USG, mamograf, atau MRI untuk memastikan benjolan tersebut benar-benar jaringan payudara, bukan limfoma, tumpukan lemak, ataupun tumor.
2. Melakukan skrining organ terkait
Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan ginjal atau jantung untuk memastikan tidak ada kelainan bawaan lain yang menyertai.
3. Melakukan pemantauan secara rutin
Jika benjolan tidak mengganggu dan tidak menimbulkan nyeri, dokter biasanya menyarankan pemantauan rutin atau observasi.
4. Tindakan pengangkatan atau operasi
Biasanya Bunda akan disarankan untuk operasi apabila kondisinya semakin memburuk. Misalnya, merasa terganggu secara estetika, muncul nyeri yang mengganggu, hingga menduga adanya tanda-tanda tumor atau kanker.
Demikian informasi mengenai polymastia yang membuat seseorang memiliki payudara lebih dari dua. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
10 Mitos dan Fakta Seputar Payudara yang Jarang Diketahui
Menyusui
Warna Areola Payudara yang Sehat dan Normal pada Perempuan
Menyusui
Penyebab Payudara Terlihat Berurat saat Menyusui, Bahayakah untuk Kesehatan?
Menyusui
Nyeri Payudara Tapi Tidak ada Benjolan? Kenali Penyebab & Cara Mengatasinya
Menyusui
5 Cara Menjaga Kesehatan Payudara dalam Masa Menyusui
5 Foto
Menyusui
5 Potret Nola Be3 Galau Menyapih Nakeya meski Telah Menyusui Lebih dari 2 Th
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Amankah Menggunakan Breast Serum untuk Ibu Menyusui?
Alasan Kourtney Kardashian Tak Gunakan Deodoran saat Menyusui, Benarkah Berbahaya?
Kisah Bunda & Anak Alami Kanker Payudara dalam Jarak 1 Tahun, Ini Gejala yang Dialami