MENYUSUI
Kisah Bunda Alami 3 Kali Mastitis dalam 2 Bulan, Penyebabnya Ternyata..
Indah Ramadhani | HaiBunda
Sabtu, 21 Feb 2026 06:40 WIBSeorang Bunda asal Los Angeles membagikan pengalamannya saat mengalami mastitis ketika masa menyusui. Ia pun mengaku tak menyangka kondisi tersebut bisa terjadi hingga tiga kali hanya dalam waktu dua bulan.
Kisah ini bermula saat seorang Bunda yang tidak disebutkan namanya merasakan gejala aneh saat hendak menjemput anaknya yang berada di taman kanak-kanak. Meski cuaca di saat itu sedang panas, tetapi tubuhnya justru tiba-tiba menggigil hebat.
Awalnya, sang Bunda mengira kondisi tersebut hanya kelelahan biasa akibat terlalu banyak mengurus anak serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Terlebih, saat itu ia juga memiliki bayi yang berusia sekitar enam minggu.
Tak hanya itu, sang Bunda juga merasakan bra olahraga yang dikenakannya tiba-tiba terasa sempit dan tidak nyaman, padahal sebelumnya baik-baik saja. Dan saat berganti pakaian, ia menyadari bahwa payudaranya terasa panas, nyeri, dan tampak kemerahan.
Saat gejala tersebut muncul, sang Bunda merasa bahwa dirinya mungkin terkena mastitis, yang dikenal sebagai masalah serius saat menyusui. Dalam beberapa bulan berikutnya, ia pun semakin yakin, sebab gejala mastitis tersebut kambuh hingga dua kali lagi.
Dikarenakan mastitis yang dialaminya kambuh sebanyak tiga kali dalam waktu dua bulan, sang Bunda akhirnya memutuskan untuk berhenti menyusui. Dari pengalaman tersebut, ia belajar banyak tentang mastitis, mulai dari gejalanya, cara mencegahnya, hingga pengobatannya.
Mengenal kondisi mastitis
Mastitis adalah peradangan payudara, yang dalam beberapa kasus bisa disertai infeksi. Gejalanya meliputi pembengkakan payudara, rasa nyeri, kemerahan, rasa panas, kelelahan, demam, serta gejala yang serupa saat Bunda terkena flu, yakni menggigil.
Berdasarkan data, kondisi tersebut setidaknya menyerang hampir 10 persen ibu menyusui di Amerika Serikat. Namun, hal ini tidak bergantung pada pengalaman menyusui dan bisa terjadi kapan saja apabila cara menyusui belum dilakukan dengan tepat, Bunda.
Infeksi payudara akibat mastitis tidak berkaitan dengan lamanya seorang ibu menyusui, melainkan berkaitan dengan cara pengeluaran ASI serta frekuensi dan jumlah ASI yang dikeluarkan,” tutur seorang direktur perawatan di Mahmee, Linda Hanna, R.N., I.B.C.L.C.
Penyebab mastitis yang perlu diketahui
Saat sang Bunda memeriksakan diri ke dokter spesialis anak, dokter menduga bahwa proses menyusui bayinya tidak berlangsung secara efektif. Besar kemungkinan, ASI sang Bunda tidak tersalurkan secara optimal dari payudara ke bayi akibat masalah perlekatan.
Dugaan tersebut sejalan dengan apa yang dialaminya selama ini. Saat menyusui putra pertamanya, sang Bunda melakukan proses menyusui dengan sangat baik, dibantu dengan konsultan laktasi dan pemberian susu formula untuk menjaga kenaikan berat badan sang bayi.
Berbeda dengan sebelumnya, anak keduanya yang perempuan justru mengalami kesulitan menambah berat badan sejak awal. Demi meningkatkan berat badannya, Bunda tersebut memilih memompa ASI secara eksklusif. Metode ini sempat berhasil, namun mastitis kemudian kambuh hingga tiga kali.
Namun, terdapat beberapa penyebab lain yang harus Bunda ketahui dan perhatikan selama proses menyusui berlangsung.
1. Masalah perlekatan
Memompa ASI secara eksklusif tidak selalu berdampak baik untuk semua ibu menyusui. Bila perlekatan kurang maksimal, bayi tidak akan mendapatkan ASI yang dibutuhkannya. Dengan begitu, payudara Bunda pun juga tidak dapat dikosongkan secara optimal.
Membiarkan ASI menetap di payudara terlalu lama tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman dan pembengkakan, tetapi juga dapat menyebabkan saluran ASI tersumbat hingga berujung mastitis, Bunda. Kondisi inilah yang mungkin menjadi penyebab mastitis Bunda tersebut.
“Ibu menyusui perlu memastikan ASI tetap mengalir melalui payudara. Aliran ASI yang lancar dapat mengurangi risiko cairan mengendap di payudara dan menurunkan kemungkinan terjadinya mastitis,” tegas Hanna, yang dikutip dari laman What to Expect.
2. Sesi memompa yang tidak efisien
Terkadang, Bunda merasa lelah saat memompa ASI dan memilih untuk beristirahat atau menundanya karena menganggap persediaan ASI sudah cukup untuk jadwal makan bayi berikutnya. Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini berisiko memicu saluran ASI tersumbat hingga mastitis, lho.
Selain itu, Hanna menambahkan bahwa penggunaan corong pompa dan pengaturan pompa, seperti kecepatan dan tekanan yang tidak tepat juga dapat menghambat pengeluaran ASI dan menyebabkan penumpukan, Bunda.
3. Penyapihan yang terlalu cepat
Seperti yang dialami Bunda tersebut saat menyusui anak keduanya, keputusan untuk langsung berhenti menyusui dan beralih ke susu formula saat mastitisnya kambuh untuk kedua kalinya, ternyata bukanlah solusi yang tepat.
Justru, berdasarkan pengalaman menyusui anak pertamanya, penyapihan yang aman sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan mengurangi sesi memompa atau menyusui agar tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.
Bunda dapat melakukan teknik seperti pemerahan tangan yang lembut dan mengurangi durasi menyusui secara bertahap, bukan mendadak. Dengan begitu, Bunda memberi sinyal kepada tubuh untuk memperlambat produksi ASI dan mengurangi risiko infeksi.
Selain itu, Bunda juga bisa konsultasikan dengan dokter atau konsultan laktasi untuk memastikan proses penyapihan yang aman bagi Bunda dan Si Kecil.
Cara mengobati mastitis sejak awal
Bunda tersebut pun membagikan sejumlah tips untuk mengobati mastitis sejak awal. Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Bunda.
1. Kompres dingin dan gunakan NSAID
Apabila Bunda merasakan gejala seperti payudara memerah, membengkak, panas, serta tubuh terasa menggigil dan demam, segeralah lakukan kompres dingin pada payudara yang membengkak dan meradang. Kompres dingin membantu mengecilkan pembuluh darah dan mengurangi rasa nyeri.
Bersamaan dengan kompres dingin, Bunda juga bisa mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi peradangan serta memulihkan kondisi tubuh. NSAID seperti ibuprofen Motrin atau Advii diketahui aman bagi ibu yang menyusui maupun pumping.
2. Antibiotik, jika gejala tidak kunjung membaik
Jika gejala tersebut tidak membaik dalam sehari setelah diberikan dua penanganan pertama, segeralah temui dokter kandungan untuk mendiskusikan apa yang sedang terjadi. Kemungkinan besar dokter akan meresepkan serangkaian antibiotik untuk mengobati kondisi mastitis Bunda.
Demikian informasi mengenai pengalaman mastitis yang dialami oleh seorang Bunda selama menyusui. Semoga informasi ini menjadi pembelajaran dan pengetahuan untuk Bunda sekalian, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Tak Lagi Berdasarkan Usia, Ini Cara Baru Skrining Kanker Payudara
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kenali Ciri-ciri Mastitis akan Sembuh dan Pencegahan agar Tak Terulang Kembali
Acha Sinaga Gercep Lakukan Ini untuk Cegah Mastitis Seperti saat Menyusui Anak Pertama
Bunda Terkena Mastitis, Berbahaya kah Bila Menyusui Bayi?
5 Cara Alami Mengatasi Saluran ASI Tersumbat
TERPOPULER
Curhat Shenina Cinnamon Pertama Kali Kerja setelah Melahirkan: Rasanya Campur Aduk!
Terpopuler: Zahwa Massaid Kunjungi Rumah Sang Nenek di Belanda
Curhatan Bunda Alami Breastfeeding Gaslighting hingga Berhenti Menyusui setelah Sebulan
4 Emosi yang Sering Sulit Diungkapkan Anak, Begini Cara Membantunya
Ciri Orang Pura-Pura Bahagia Padahal Sedang Sedih, Jangan Tertipu dari Senyumnya
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Momen Haru Shanty Lepas Sang Putra Kuliah di Luar Negeri, Tak Kuat Tahan Tangis
4 Emosi yang Sering Sulit Diungkapkan Anak, Begini Cara Membantunya
Curhatan Bunda Alami Breastfeeding Gaslighting hingga Berhenti Menyusui setelah Sebulan
Sedang Naik Daun, Ini 5 Potret Jing Boran Pemeran Luke di Drama China 'The Early Spring'
Curhat Shenina Cinnamon Pertama Kali Kerja setelah Melahirkan: Rasanya Campur Aduk!
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Pakai Lip Produk Sering Transfer ke Masker atau Gelas? Ini Cara Pakainya
-
Beautynesia
Lagi Cepat Lelah dan Nggak Semangat? Yuk, Coba 5 Cara Mengatasi Burnout Ini
-
Female Daily
Adidas Originals Sport: Koleksi Baju Olahraga yang Bikin Workout Makin Stylish
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Pangeran George Hari Pertama Sekolah, Pakai Seragam Ikonik Eton College
-
Mommies Daily
Cari Krim Ruam Popok Terbaik? Ini 10 Pilihan Favorit Mommies Berdasarkan Survei 2026