menyusui
Ini Khasiat Daun Bangun-bangun sebagai ASI Booster seperti yang Diolah Nino Fernandez
HaiBunda
Jumat, 20 Feb 2026 07:20 WIB
Daftar Isi
Selama ini, Bunda mungkin lebih mengenal daun katuk dan kelor sebagai sayur andalan untuk meningkatkan ASI. Namun, apakah Bunda pernah mendengar tentang daun bangun-bangun?
Daun bangun-bangun atau Coleus amboinicus dikenal luas dalam pengobatan tradisional Asia Tenggara sebagai tanaman herbal pendukung kesehatan ibu menyusui. Popularitasnya kembali meningkat setelah aktor Indonesia Nino Fernandez membagikan pengalamannya mengolah daun bangun-bangun sebagai menu rumahan untuk membantu produksi ASI sang istri.
Olahan daun bangun-bangun oleh Nino Fernandez
Sejak Steffi Zamora hamil anak pertama, Nino memang kerap membagikan beragam masakannya untuk menunjang kesehatan sang istri, begitu pun kini setelah masuk masa menyusui. Nino berusaha mengolah beragam makanan dengan bahan-bahan yang dipercaya mampu melancarkan ASI.
Seperti dapat dilihat dari akun TikTok miliknya, @ninofernandez__, aktor ini mengolah beberapa bahan seperti daun kelor, oat, katuk, beragam buah, hingga daun bangun-bangun.
Nino megolah daun bangun-bangun menjadi dua sajian lezat yakni opor ayam asam daun bangun-bangun dan jus kiwi daun bangun-bangun. Lantas benarkah khasiat daun bangun-bangun sebagai ASI booster? simak yuk Bunda penjelasan selengkapnya.
Mengenal daun bangun-bangun
Daun bangun-bangun atau daun Coleus amboinicus (Plectranthus amboinicus) merupakan galaktagog tradisional yang digunakan di Indonesia dan dikenal dengan sebutan torbangun atau bangun-bangun dalam bahasa daerah.
Menurut publikasi di National Center for Biotechnology Information (NCBI), Coleus amboinicus mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Untuk bentuknya daun bangun-bangun diketahui memiliki batang lunak, daun berbulu bulat telur, dan aroma yang khas.Â
Bukti ilmiah khasiat daun bangun-bangun sebagai ASI booster
Mengutip laman Ncbi, ada beberapa bukti ilmiah khasiat dari daun bangun-bangun sebagai ASI booster.Â
1. Studi perbandingan dengan fenugreek dan produk kontrol
Sebuah penelitian terhadap 67 wanita sehat yang melahirkan bayi cukup bulan membandingkan torbangun, fenugreek, dan produk kontrol yang mengandung ekstrak plasenta serta vitamin B12.
- Sup torbangun dibuat dari 150 gram daun, dikonsumsi 6 hari per minggu selama 30 hari dimulai pada hari kedua setelah melahirkan, dan dikonsumsi sepanjang hari. Bayi ditimbang sebelum dan sesudah setiap sesi menyusu pada interval dua minggu selama penelitian untuk mengukur volume ASI 24 jam.Â
- Pada hari ke-28, volume ASI kelompok torbangun meningkat 33 persen dibandingkan hari ke-14.
- Sebaliknya, kelompok kontrol dan fenugreek justru mengalami penurunan 14 persen volume ASI.
- Analisis ASI menunjukkan tidak ada penurunan kualitas nutrisi pada kelompok torbangun.
Namun, produksi awal ASI pada kelompok torbangun 20–23 persen lebih rendah dibandingkan kelompok lain, dan tidak terdapat perbedaan statistik pada volume ASI kapan pun jika dibandingkan dengan volume awal kelompok kontrol. Analisis ASI menunjukkan tidak ada penurunan kualitas nutrisi pada kelompok torbangun.
2. Studi nonacak di Indonesia
Penelitian lain di Indonesia menunjukkan bahwa ibu yang mengonsumsi sup daun bangun-bangun mulai memproduksi ASI beberapa jam lebih cepat (rata-rata 2,37 hari) dibandingkan ibu yang tidak mengonsumsinya (sekitar 3 hari). Mereka juga lebih jarang memberikan susu tambahan pada bayinya.
Daun bangun-bangun/ Foto: Dok. detikFood |
3. Kombinasi herbal dengan katuk dan daun pepaya
Sebuah studi tidak dibutakan membandingkan rebusan kombinasi daun katuk, torbangun, dan daun pepaya dengan ekstrak katuk saja. Rebusan herbal yang mengandung 25 gram daun Sauropus androgynus (katuk), 10 gram daun Coleus amboinicus (torbangun), dan 5 gram daun pepaya (n = 60), atau 500 mg ekstrak Sauropus androgynus (CV Al-Ghuroba, Indonesia; n = 60).Â
Pasien diminta mengonsumsi produk tersebut dan menimbang bayinya dua kali sehari selama 28 hari. Kadar prolaktin serum ibu diukur pada hari ke-14 dan ke-28. Volume ASI dan berat badan bayi meningkat pada hari ke-14 dan ke-28, serta kadar prolaktin serum menurun pada kedua kelompok, namun perubahan tersebut tidak bermakna secara statistik.Â
Rata-rata berat badan bayi meningkat tanpa perbedaan antara kedua perlakuan. Dua ibu pada kelompok kombinasi dan tiga ibu pada kelompok ekstrak mengalami peningkatan kadar aspartat aminotransferase atau alanin aminotransferase.
Kesimpulan dari penjelasan di atas khasiat daun bangun-bangun sebagai ASI booster didukung oleh penggunaan tradisional dan beberapa penelitian awal yang menunjukkan potensi peningkatan produksi ASI. Namun, bukti ilmiahnya masih terbatas dan belum cukup kuat untuk memberikan rekomendasi pasti.
Pendekatan terbaik tetap mengombinasikan pola menyusui yang optimal, nutrisi seimbang, istirahat cukup, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengandalkan herbal sebagai solusi utama ya, Bunda.
Semoga informasinya bermanfaat.Â
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Intip 5 Resep Masakan Nino Fernandez untuk Steffi Zamora yang Tengah Menyusui
Menyusui
Ketahui Manfaat Kurma untuk Ibu Menyusui & Resep Olahannya untuk ASI Booster
Menyusui
Pakar Minta Ibu Menyusui Hati-hati Pilih Suplemen ASI Booster, Ini Alasannya
Menyusui
Resep Mengolah Daun Bangun-Bangun untuk Melancarkan ASI
Menyusui
Bun, Daun Bangun-Bangun Bisa Jadi ASI Booster Alami!
7 Foto
Menyusui
7 Potret Steffi Zamora Ikut Kelas Breastfeeding Bareng Sang Suami Nino Fernandez
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Daun bangun-bangun/ Foto: Dok. detikFood
5 Pilihan ASI Booster Alami yang Bisa Dicoba untuk Perbanyak ASI dari Kemenkes
5 Resep Sayur Daun Katuk yang Bagus Kaya Manfaat untuk Ibu Menyusui
Pakar Minta Ibu Menyusui Hati-hati Pilih Suplemen ASI Booster, Ini Alasannya