menyusui
Selfie Menyusui Kian Populer di Media Sosial, Begini Respons dan Manfaatnya
HaiBunda
Kamis, 19 Mar 2026 07:30 WIB
Daftar Isi
Fenomena breastfeeding selfie atau selfie menyusui kian populer di media sosial. Tren ini sering muncul di platform seperti Instagram atau Facebook. Begini respons dan manfaat tren selfie menyusui. Ternyata, responsnya beragam seperti banyak hal di dunia digital.
Sebagian orang melihat tren ini sebagai bentuk ekspresi pengalaman sebagai ibu, serta dukungan terhadap normalisasi menyusui. Selfie menyusui ini juga sebagai bukti kebanggaan dengan perjalanan menyusui.
Penting untuk memahami bagaimana dan mengapa para ibu menggunakan media sosial untuk mengakses dukungan menyusui dan ibu mana yang merasa bermanfaat untuk membangun penyediaan ini, menargetkan layanan secara efektif.Â
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal tren selfie menyusui
Breastfeeding selfie adalah foto atau video ketika ibu sedang memberikan ASI kepada bayinya. Kegiatan ini bukan sekadar dokumentasi pribadi, tapi juga bagian dari budaya digital yang melibatkan orang tua untuk berbagi pengalaman parenting mereka di ruang publik media sosial.
Melansir Yourtango, Instagram secara resmi memperbolehkan foto menyusui, tetapi ada beberapa batasan ketika langkah-langkah keamanan diterapkan.
Akun Instagram Heather Bay ditutup setelah ibu dua anak dari Toronto itu mengunggah foto selfie menyusui hitam-putih. Menurut juru bicara aplikasi terkenal itu, ketika mereka menerima banyak keluhan tentang foto yang melibatkan anak-anak, mereka tidak mengambil risiko dan segera menutupnya.
Kebanyakan foto menyusui diperbolehkan karena dilihat dalam konteks kesehatan dan menyusui bayi, termasuk payudara yang terlihat saat menyusui, selama itu bukan pornografi.
Respons publik tentang selfie menyusui
Respons breastfeeding selfie di media sosial beragam. Ada yang mendukung tapi juga ada yang tidak. Berikut penjelasannya:Â
- Dukungan positif: Banyak netizen yang melihatnya sebagai upaya normalisasi menyusui, menghilangkan rasa malu, dan membantu perempuan merasa bangga dengan tubuhnya yang mampu menyusui.
- Kritik atau kontroversi: Sebagian orang merasa tidak nyaman dengan foto yang menampilkan aktivitas menyusui di media umum. Mereka ini menganggapnya kurang pantas untuk konsumsi publik.
- Diskusi soal privasi dan keamanan: Beberapa orang mengkhawatirkan foto anak yang tersebar lua atau konten yang ada bisa disalahpahami orang lain yang tidak memahami konteks kesehatan.
Sebenarnya, beragamnya respons di media sosial menunjukkan bahwa menyusui masih menjadi ruang diskusi yang kuat, bagaimana tubuh perempuan dan menyusui dipandang secara buday.
Manfaat selfie menyusui
Melansir Maternal & Child Nutrition, ibu menyusui saat ini menggunakan media sosial untuk menciptakan jaringan dukungan dan berpotensi menawarkan jalan dan peluang baru untuk melindungi, mempromosikan, dan mendukung pemberian ASI.
Penelitian tentang breastfeeding selfie memang masih terbatas. Tapi, ada beberapa studi yang memberikan gambaran tentang bagaimana dukungan online memengaruhi menyusui secara keseluruhan.
Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa dukungan menyusui, yang diberikan berbagai individu, termasuk profesional, rekan sebaya yang terlatih, dan pendukung awam, merupakan komponen kunci dalam memenuhi tanggung jawab kesehatan masyarakat untuk meningkatkan angka menyusui.
Dukungan ini paling efektif jika berkualitas tinggi, konsisten, dan disesuaikan dengan konteks
Berikut beberapa manfaat yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Meningkatkan rasa keyakinan diri diri
Dukungan berbasis media sosial ternyata dapat meningkatkan self-efficacy atau rasa keyakinan diri ibu ketika menyusui. Dalam laman Pubmed dilaporkan, pada sebuah uji coba randomised controlled di Turki, intervensi dukungan melalui media sosial (misalnya WhatsApp) berdampak signifikan pada peningkatan skor Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form pada ibu selama 3 dan 6 bulan setelah melahirkan.Â
2. Komunitas online meningkatkan dukungan sosial
Pada meta-analisis dan studi ulasan menunjukkan bahwa kelompok dukungan online atau komunitas di media sosial dapat memperkuat kesejahteraan emosional dan self-efficacy ibu menyusui, karena memberikan ruang untuk berbagi pengalaman, tips, dan motivasi.
3. Media sosial dapat memengaruhi perilaku menyusuiÂ
Paparan informasi dan dukungan melalui jejaring sosial dapat berdampak positif terhadap perilaku ibu menyusui, terutama jika informasi yang disampaikan kredibel atau berasal dari komunitas pendukung.
Tips aman ibu menyusui bermain media sosial
Bunda yang ingin berbagi pengalaman atau mencari dukungan melalui media sosial, berikut beberapa saran praktis:
- Konten yang edukatif: Bunda dapat fokus pada pengalaman secara positif dan informatif, bukan hanya estetika foto.
- Privasi: Usahakan menggunakan pengaturan privasi jika Bunda ingin berbagi pengalaman pribadi dengan lingkaran terbatas.
- Bergabung dalam komunitas dukungan yang kredibel: Terlibat dalam grup ibu menyusui atau akun kesehatan terpercaya dapat memperluas dukungan positif serta dalam pemahaman.
- Platform untuk edukasi dan motivasi: Bunda dapat berbagi pengalaman nyata untuk menginspirasi ibu lain, selama disampaikan dengan konteks yang sehat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Dampak Posting ASIP di Medsos, Bisa Jadi Motivasi atau Malah Bikin Insecure
Menyusui
Pujian John Legend untuk Istri yang Prioritaskan Kebutuhan Anak
Menyusui
Pengalaman Buruk Ibu Menyusui tentang Pemakaian CCTV
Menyusui
4 Hal Sepele yang Sering Dilewatkan Ibu Saat Menyusui si Kecil
Menyusui
Yoga Sambil Menyusui Anak, Yes or No?
5 Foto
Menyusui
Potret Aline Adita Nikmati Masa Menyusui Anak Pertama di Usia 45 Th
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Beragam Curhat Viral Bunda Menyusui, Dari yang Kocak hingga Menyentuh Hati
Meski Dihujat, Busui Ini Tetap Lakukan Extended Breastfeeding Demi Anaknya yang Idap IUGR
Tren PumpTok, Bikin Busui Makin Semangat Pompa ASI atau Malah Insecure?