MENYUSUI
11 Ciri Gumoh yang Berbahaya pada Bayi ASI dan Cara Mengatasinya
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Sabtu, 04 Apr 2026 08:50 WIBGumoh pada bayi mungkin tampak sepele dan tak banyak dikhawatirkan para orang tua. Padahal, ada juga gumoh yang perlu diwaspadai karena cukup berbahaya untuk kesehatan bayi, Bun. Yuk, ketahui ciri gumoh yang berbahaya pada bayi ASI dan cara mengatasinya.
Gumoh pada bayi memang bisa terjadi karena berbagai penyebab ya, Bunda. Sebenarnya, gumoh menjadi hal umum yang dialami bayi dan gejalanya cukup ringan. Namun, ternyata ada juga gumoh yang cukup berbahaya dan perlu diwaspadai kondisinya.
Ya, gumoh merupakan kondisi sebagian susu dan asam di perut kembali ke mulut. Kondisi ini biasanya memengaruhi 4 dari 10 bayi. Sebagian besar di antaranya memang tidak memerlukan perawatan dan tes apa pun. Biasanya, kondisi ini terjadi karena saluran makanan (esofagus) masih dalam tahap perkembangan.
Seiring pertambahan usia bayi, biasanya akan membaik dengan sendirinya ya, Bunda. Bahkan 9 dari 10 bayi dengan kondisi tersebut diketahui membaik pada saat mereka berusia 1 tahun.
Mengenal gumoh pada bayi
Istilah gumoh lebih umum disebut sebagai refluks, regurgitasi, muntah, atau gumoh. Namun, gumoh tidak sama dengan muntah. Cara mudah membedakannya ialah pada muntah, susu dikeluarkan melalui sendawa atau menetes tanpa usaha. Sedangkan pada muntah, Bunda dapat melihat otot-otot di tenggorokan bayi menegang.
Hal ini terjadi ketika isi perut bayi kembali naik ke saluran makanan (esofagus) atau mulutnya, bukannya melewati usus besar dan usus kecil seperti dikutip dari laman Smababy.
Gejala gumoh pada bayi umumnya meliputi sering muntah susu, batuk dan cegukan saat menyusu dan lainnya. Bayi sedianya tetap dapat terus menyusui dan menambah berat badan dengan baik tanpa mengalami gejala lain.
Apakah gumoh pada bayi normal?
Gumoh merupakan gejala yang normal dan umum dialami bayi. Hal ini karena volume yang sangat kecil yang dapat ditampung kerongkongan bayi. Di luar itu, faktor lainnya juga bisa berpengaruh terhadap kondisi ini, termasuk makanan cair mereka yang terlalu banyak dan jumlah waktu yang mereka habiskan untuk berbaring.
Mereka yang mengalami kondisi ini sebenarnya tidak ada penyakit di baliknya ya, Bunda. Meski gejalanya nyata sebenarnya tidak ada penyakit yang dialaminya seperti dikutip dari laman Aboutkidsgi.
11 Ciri gumoh yang berbahaya pada bayi ASI
Gumoh memang menjadi hal normal yang terjadi pada bayi ya, Bunda. Meski demikian, ada ciri gumoh yang berbahaya pada bayi ASI dan perlu Bunda waspadai. Berikut ini di antaranya ya, Bunda:
1. Menolak menyusu
2. Pertambahan berat badan yang buruk
3. Rewel atau gelisah selama dan setelah menyusui
4. Batuk atau mengi selama menyusui
5. Memiliki masalah tidur
6. Gejala pernapasan
7. Menangis dan mudah marah
8. Tersedak, muntah, atau kesulitan menelan
9. Kehilangan nafsu makan atau menolak makan
10. Melengkungkan punggung dan gerakan abnormal leher dan dagu
11. Iritabilitas terutama terjadi berasamaan dengan regurgitasi seperti dikutip dari laman Niddk.
Jika berbagai gejala serius tersebut muncul pada Si Kecil, ada baiknya segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut ya, Bunda.
Penyebab bayi sering gumoh
Penyebab dari gumoh sendiri bisa beragam ya, Bunda. Salah satunya dikarenakan sistem pencernaan bayi yang masih berkembang saat mereka masih kecil. Gumoh terjadi pada bayi ketika otot di dasar saluran makanan belum sepenuhnya berkembang.
Pada bayi yang mengalami gumoh, otot ini tidak cukup kuat yang artinya otot tersebut terbuka ketika seharusnya tidak memungkinkan isi perut kembali naik ke esofagus. Hal inilah yang menyebabkan gejala umum refluks seperti regurgitasi atau muntah setelah menyusu.
Dalam kondisi ini, faktor gravitasi juga tidak membantu karena sebagian besar bayi menghabiskan sebagian besar waktunya dengan berbaring. Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena seiring pertumbuhan bayi, otot ini akan berkembang dan mereka akan sembuh dengan sendirinya.
Cara mengatasi gumoh pada bayi
Mencegah gumoh pada bayi memang bisa dilakukan dengan beberapa tindakan preventif yang bisa Bunda praktikkan saat menyusui. Berikut ini beberapa langkah-langkahnya ya, Bunda:
1. Selalu menyusui bayi dalam posisi tegak
2. Pastikan bayi tidak hanya menempel pada puting tetapi pada bagian tengah payudara
3. Setelah menyusui, gendong bayi dalam posisi yang tepat di bahu dan pijat punggungnya dengan lembut untuk membantu mengeluarkan gas
4. Hindari memberi susu dengan botol pada malam hari. Berikan makan terakhir 1-2 jam sebelum mereka tidur, Bun
5. Hentikan pemberian makan segera setelah bayi menolak menyusu
6. Hindari makanan dan kebiasaan makan yang dapat menyebabkan kembung, mulas, dan gas
7. Setelah menyusui, jaga agar bagian kepala tempat tidur tetap terangkat pada sudut 10-20 derajat
8. Dorong bayi untuk tidur dengan kepala menoleh ke kiri
Semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Ibu Hamil Simpan Kolostrum Sebelum Bayi Lahir, Ini Kata Ahli
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mandikan Bayi dengan ASI Sisa, Bolehkah? Simak juga Caranya Bun
Pecahkan Rekor Dunia, Bunda Ini Jadi Donatur ASI Terbanyak Hampir 1.600 Liter
Viral Bayi Usia Satu Hari Diberi Air Putih, Ini Kata Dokter
Bayi Baru Lahir Bisa Bertahan 3 Hari Tanpa Minum ASI, Mitos atau Fakta?
TERPOPULER
Kaba Anak Zaskia Adya Mecca Jalani Operasi Hidung karena Radang dan Alergi
Jarang Disadari, Ini 10 Ciri Kepribadian Orang Tulus & Baik Hati Menurut Psikologi
Korban Keracunan MBG di Jawa Timur Capai 664 Siswa, Begini Kondisinya Saat Ini...
Fakta di Balik Foto Baby Bump Zendaya yang Viral dan Picu Rumor Hamil
Seberapa Aman Minyak Jarak untuk Bayi? Ketahui Manfaat hingga Risikonya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
500 Contoh Kata Sifat dalam Bahasa Indonesia dan Jenisnya
Fakta di Balik Foto Baby Bump Zendaya yang Viral dan Picu Rumor Hamil
Kaba Anak Zaskia Adya Mecca Jalani Operasi Hidung karena Radang dan Alergi
Seberapa Aman Minyak Jarak untuk Bayi? Ketahui Manfaat hingga Risikonya
Korban Keracunan MBG di Jawa Timur Capai 664 Siswa, Begini Kondisinya Saat Ini...
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Wajah Tirus Sebelum Acara Besar? Kenalan dengan Treatment Korean V-Lift
-
Beautynesia
5 Barang yang Sebaiknya Tidak Dipinjamkan ke Orang Lain
-
Female Daily
Mencoba Tren Anti-Blush. Apakah Cocok di Kulit Light Medium?
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
3 Hot Spot Estetik di Bandung, Kafe dalam Klinik hingga Resto Berusia 1/2 Abad
-
Mommies Daily
Jangan Langsung Murka saat Tahu Anak Sering Bohong, Kenali Penyebab dan Cara Menghadapinya