HaiBunda

MENYUSUI

Panduan Pengunaan Sippy Cup untuk Balita, Perbedaan dengan Straw Cup & Usia Penggunaan yang Tepat

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Jumat, 03 Apr 2026 09:10 WIB
Panduan Pengunaan Sippy Cup untuk Balita, Perbedaan dengan Straw Cup & Usia Penggunaan yang Tepat/Foto: Getty Images/iStockphoto/Love portrait and love the world
Jakarta -

Beranjak besar, Si Kecil memang diharapkan bisa menggunakan cangkir pada umumnya dan meninggalkan botol. Namun, sebelum mereka siap, Bunda bisa memperkenalkan sippy cup. Simak panduan penggunaan sippy cup untuk balita, perbedaan dengan straw cup & usia penggunaan yang tepat.

Saat minum ASI, pemberiannya memang tak melulu disarankan menggunakan botol. Apalagi, seiring usianya semakin besar, bayi pun bisa beralih menggunakan sippy cup. Mereka pun dapat mulai menggunakannya sejak usia 6 bulan di mana sippy cup dapat mempermudah proses penghentian penggunaan botol secara bertahap, Bun.

Kapan anak menggunakan sippy cup untuk minum?

Sippy cup merupakan cangkir transisi untuk Si Kecil dengan tutup yang dapat diputar atau dijepit disertai corong atau sedotan yang memungkinkan Si Kecil minum tanpa tumpah. Di pasaran, Bunda bisa mendapatkan model sesuai kebutuhan baik dengan pegangan atau tanpa pegangan, serta berbagai jenis corong yang tersedia.


Sippy cup diketahui menjadi cara yang bagus untuk membantu bayi beralih dari menyusu botol ke cangkir biasa, Bun. Selain itu, sippy cup juga dapat digunakan untuk meningkatkan koordinasi tangan ke mulut. 

Ketika bayi memiliki keterampilan motorik untuk memegang cangkir tetapi belum cukup umur dan mencegah minuman tumpah, keberadaan sippy cup dapat memberikan mereka kemandirian sambil meminimalisir pembersihan.

Bagi Bunda yang ingin memperkenalkan sippy cup pada Si Kecil, Bunda bisa memulainya ketika anak berusia 6 bulan atau saat mereka mulai mengonsumsi makanan tambahan. Tanda-tanda bayi siap secara perkembangan untuk menggunakan sippy cup yakni mereka mampu duduk tegak, memiliki kontrol leher yang baik, dan tertarik pada makanan, seperti dikutip dari laman Baby Center.

Manfaat anak menggunakan sippy cup

Penggunaan sippy cup pada Si Kecil sebenarnya memiliki beberapa manfaat yang tak banyak diketahui para ibu di luar sana. Salah satunya yakni membantu mencegah kerusakan gigi akibat botol susu dan pembusukan gigi.

Menurut para ahli, mereka memang menyarankan anak beralih dari botol ke sippy cup saat mereka berusia 1 tahun. Kemudian, mereka bisa segera beralih ke gelas sedotan atau gelas terbuka sebelum anak berusia dua tahun. 

Penting Bunda ketahui bahwa pembusukan gigi dapat terjadi ketika cairan selain air menggenang di sekitar gigi anak dalam waktu lama, atau terjadi dengan periode yang sering sepanjang hari. Karenanya, jika bayi tampak sudah siap beralih ke sippy cup, segera dampingi mereka dalam menggunakan gelas tersebut.

Kekurangan anak menggunakan sippy cup

Selain manfaat yang ada di dalam penggunaan sippy cup, ada juga kekurangan anak menggunakan sippy cup, Bun. Salah satunya yakni mereka yang menggunakan sippy cup lebih berisiko tinggi terkena kerusakan gigi dan gangguan gigi berlubang. 

Terlebih lagi, mereka juga mungkin tidak terlalu memiliki nafsu makan makanan padat jika terus menerus menyeruput dari sippy cup.

Para ahli juga berpendapat bahwa anak-anak yang minum dari sippy cup tidak bisa melatih otot mulut mereka dengan cara yang sama seperti jika mereka minum dari sedotan atau sippy cup seperti dikutip dari laman Whattoexpect.

Berikut ini beberapa kekurangan penggunaan sippy cup yang perlu Bunda tahu:

1. Dapat menunda perkembangan menelan yang matang

Mengingat posisi lidah, minum dari sippy cup yang cukup mirip dengan minum dari botol tentunya dapat menghambat anak dalam kemampuannya menelan. Hal ini tentunya dapat mempersulit mereka untuk mencoba makanan baru seiring bertambahnya usia dan dapat membuat makan makanan padat lebih berantakan.

2. Dapat mengubah pola bicara

Menggunakan sippy cup terlalu lama dapat menyebabkan dorongan lidah. Anak-anak dengan kondisi ini terbiasa menempatkan lidah mereka lebih ke depan daripada posisi alaminya. Hal inilah yang dapat menyebabkan cadel. Selain itu, penggunaan sippy cup terlalu lama dapat menunda perkembangan bicara yang tepat seperti dikutip dari laman WebMd.

3. Dapat menyebabkan masalah gigi

Ketika anak-anak minum jus atau susu dari sippy cup, gula akan menempel pada gigi mereka dan dapat menyebabkan gigi berlubang dan kerusakan gigi. Selain itu, dorongan lidah, yaitu posisi lidah ke depan yang disebutkan sebelumnya yang dapat berkembang akibat penggunaan sippy cup yang berkepanjangan, dapat menyebabkan gigi depan tumbuh ke luar. 

4. Dapat menyebabkan minum terlalu banyak

Anak-anak hanya perlu minum ketika mereka haus dan ketika mereka makan. Namun, anak-anak yang terbiasa dengan sippy cup mungkin menganggapnya sebagai benda pengaman dan minum terlalu banyak cairan, yang menyebabkan kebutuhan penggantian popok yang lebih sering.

Cara memperkenalkan sippy cup kepada anak

Saat anak menginjak usia 6 bulan, Bunda bisa mulai menawarkan susu dari sippy cup kepada Si Kecil. Dengan melakukan hal tersebut, tentunya akan membiasakan transisi mereka dari botol ke sippy cup.

Lakukan ide tersebut secara rutin pada waktu makan dan tidak melakukannya sepanjang hari sehingga mereka semakin terbiasa. Balita yang minum dari sippy cup sepanjang hari berisiko mengalami obesitas karena mereka cenderung makan berlebihan dan risiko terkena gigi berlubang karena gigi mereka terendam cairan manis.

Foto: Getty Images/iStockphoto/M-image

Cara memilih sippy cup terbaik untuk bayi?

Cara memilih sippy cup terbaik untuk bayi bisa dimulai dengan memfilter beberapa model sippy cup sesuai kebutuhan dan selera yang Bunda sukai. Tentukan beberapa pilihan yang tepat dengan fitur yang Bunda sukai dan sesuai kebutuhan bayi. Berikut ini beberapa panduannya, Bunda:

1. Pilih yang berbobot di bagian bawah

Memilih gelas minum bayi yang berbobot di bagian bawah jauh lebih kokoh daripada gelas tanpa bobot pada umumnya.

2. Anti tumpah

Belajar minum dari gelas minum bayi tentu akan mudah berantakan. Dengan memilih gelas sippy cup anti tumpah tentunya lebih aman untuk Si Kecil ketika mereka melemparnya dari kursi tinggi sekalipun.

3. Bebas BPA

BPA telah dilarang di AS sejak 2012. Namun, ada beberapa kekhawatiran bahwa gtalat, bahan kimia umum yang ditemukan dalam plastik, dapat mengganggu hormon tubuh.

4. Pilih sippy cup dengan pegangan

Kebanyakan bayi menyukai gelas dengan pegangan yang lebih mudah mereka pegang dengan jari-jarinya. Jadi, carilah sippy cup dengan model pegangan ya, Bun.

5 Tips melatih anak minum dengan sippy cup

Beberapa balita mungkin akan lebih sulit beralih dari botol ke sippy cup. Namun, dengan kesabaran dan treatment yang tepat, peralihan akan berjalan mulus, Bun. Berikut ini tipsnya:

1. Isi dengan cairan yang familiar

Bayi mungkin lebih mudah menerima sippy cup jika diisi dengan cairan yang familiar seperti ASI atau susu formula.

2. Ajak berpartisipasi

Bagi bayi yang biasanya menyusu langsung dari payudara atau menggunakan botol tentu tidak mudah mengajaknya bertransisi ke sippy cup. Agar lebih mudah, ajak mereka berpartisikasi dengan membiasakan diri menggunakan sippy cup. Biarkan mereka menyentuhnya, memeriksanya, bahkan bermain-main dengan sippy cup.

3. Lakukan perlahan

Transisi dari botol ke sippy cup tentu membutuhkan proses yang tak sebentar ya, Bunda. Untuk itu cobalah mendekatkan sippy cup ke mulut bayi secara perlahan. Teteskan secara perlahan dari sippy cup ke mulut mereka. Biarkan mereka menelannya perlahan sebelum menawarkannya kembali.

4. Cari model yang menarik

Di pasaran, ada berbagai macam model sippy cup. Jika satu model tidak membuat mereka tertarik, cobalah model lainnya yang mereka sukai sehingga lebih mudah transisi yang dilakukan.

5. Mulai dengan gelas yang memiliki corong lembut

Sebagai permulaan, perkenalkan bayi dengan sippy cup yang memiliki corong lembut dan lentur. Tekstur ini akan lebih familiar bagi bayi daripada corong plastik yang keras, Bun.

5 Hal penting yang perlu diperhatikan dalam penggunaan sippy cup

Jika Bunda memutuskan untuk menggunakan sippy cup, ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini ya, Bunda:

1. Memeriksa simbol daur ulang pada plastik yang diberikan pada anak-anak termasuk pada sippy cup. Hindari produk yang bertuliskan #3, #6, atau #7 karena produk-produk tersebut kemungkinan besar mengandung bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam plastik. 

2. Selain itu, carilah produk yang secara khusus menyatakan bebas ftalat.

3. Hindari memanaskan gelas untuk sippy cup berbahan plastik. Sebaiknya, cucilah sippy cup dengan tangan dan jangan memasukkannya dalam microwave.

4. Buang atau daur ulang sippy cup plastik yang sudah usang, rusak, atau tergores.

5. Hanya membeli sippy cup plastik yang baru agar Bunda bisa membaca informasi pada kemasan aslinya.

Perbedaan sippy cups dan straw cups, mana yang terbaik?

Seiring pertumbuhan Si Kecil, penggunaan botol memang perlu dialihkan ke cangkir ya, Bunda. Langkah kecil ini akan membuat perbedaan besar dalam kenyamanan serta perkembangan bayi. 

Saat ini, di pasaran banyak sekali tersedia model cangkir yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Termasuk salah satunya sippy cups dan straw cups. Apa sebenarnya perbedaan antara keduanya?

1. Sippy cups

Sippy cups dirancang dengan tutup anti tumpah dan corong yang menjadikannya lebih populer untuk bayi yang sedang beralih dari botol. Cangkir ini sering kali dipilih sebagai upaya pertama bayi ke minum mandiri karena menawarkan aliran yang lebih terkontrol daripada gelas biasa.

Keuntungan dari sippy cups yakni bebas tumpahan, lebih familiar bagi bayi, lebih nyaman di bawa kemana-mana saat bepergian, dan lainnya. 

2. Straw cups

Straw cups merupakan cangkir yang memiliki sedotan terintegrasi dan sering kali anti tumpah. Cangkir ini memungkinkan bayi menghisap cairan melalui sedotan yang meniru cara anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa minum.

Kelebihan straw cups yakni mendorong kebiasaan minum yang tepat, transisi yang lebih mudah ke cangkir terbuka, serta aliran yang lebih alami. Hanya saja, straw cups memang memiliki potensi lebih besar untuk tumpah. Sebab, gelas ini masih dapat bocor saat dimiringkan terutama jika sedotan tidak tertutup dengan benar atau gelas terlalu penuh.

Selain itu, butuh usaha ekstra dalam membersihkan sedotan daripada sippy cups karena Bunda perlu mencuci sedotan secara menyeluruh guna mencegah jamur dan penumpukan residu seperti dikutip dari laman Baby Bertie.

5 Rekomendasi sippy cup terbaik 

Memilih sippy cup terbaik untuk Si Kecil sering kali terasa sulit karena terlalu banyak model yang ada di pasaran ya, Bunda. Agar Bunda lebih mudah memilihkan yang tepat, berikut ini beberapa rekomendasi sippy cup terbaik yang bisa dipilih:

1. Evorie sugar baby tritan sippy cup

Botol air anak Evorie Tritan ini didesain di Australia dengan bahan yang aman dan lebih awet, Bun. Dengan desain anti tumpah dan pegangan yang ada tentunya memudahkan Si Kecil saat menggunakannya. Harga dari produk ini Rp203 ribu.

2. Mommynme sugarbaby tritan sippy cup

Dengan bahan bebas BPA dari bahan tritan premium yang bening seperti kaca membuat sippy cup ini aman digunakan Si Kecil kapan saja. Selain itu, tambahan handle yang ergonomi memudahkan anak dalam menggenggamnya dengan lebih nyaman. Harga dari produk ini Rp96 ribu.

3. Dr Isla training cup

Gelas ini disertai lubang tertutup rapat sehingga anti tersedak dan anti semprot ketika digunakan. Selain itu, desain yang ringan dan tahan jatuh memudahkan Si Kecil ketika memakainya. Harga dari produk ini Rp116 ribu.

4. Philips Avent sippy cups

Menawarkan desain gelas bergelombang yang dapat memudahkan anak berlatih menggenggam dengan kuat. Selain itu, spout-nya dibuat dari silikon lembut sehingga memudahkan anak untuk minum. Harga dari produk ini Rp107 ribu.

5. Pigeon Mag Mag All in One Set

Sippy cup dari Pigeon ini dibuat dari bahan bebas BPA yang aman untuk kesehatan bayi. Dengan tampilan pegangan ergonomis memudahkan bayi dalam memegang dan mengangkat cangkir sendiri. Harga dari produk ini Rp109 ribu.

Nah, apa pun pilihan Bunda memilihkan gelas untuk Si Kecil, tentunya hal tersebut berpulang kembali pada kebutuhan dan kenyamanan anak ya, Bun. Dengan memilihkan mereka cangkir sesuai kebutuhan dan tahapan usianya, peralihan dari botol pun jadi lebih mudah.

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Dukung ASI, Negara Ini Tertibkan Iklan Susu Formula

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Nama Anak Kedua Annisa Pohan dan AHY, Terinspirasi dari Salah Satu Ksatria Hebat

Nama Bayi Indah Ramadhani

Terpopuler: Potret Anggun Ajak Suami Bule Pulang Kampung

Mom's Life Amira Salsabila

Bunda Wajib Tahu! Ini Ciri-Ciri Wajah Anak dengan Autisme

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

Kinal Eks JKT48 Melahirkan Anak Kedua Berjenis Kelamin Laki-laki

Kehamilan Pritadanes

Penampilan Terbaru Nikita Willy Kenakan Hijab setelah Lebaran, Tuai Pujian

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri-ciri Asam Urat dan Kolesterol, Ketahui Bedanya

Tuai Kontroversi, Susu Sekolah Program MBG yang Harusnya Gratis Malah Dijual Rp4 Ribu

28 Jadwal Lengkap Misa Jumat Agung 2026 di Jakarta, Cek Lengkapnya!

Kinal Eks JKT48 Melahirkan Anak Kedua Berjenis Kelamin Laki-laki

Nama Anak Kedua Annisa Pohan dan AHY, Terinspirasi dari Salah Satu Ksatria Hebat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK