MENYUSUI
Enggan ke Dokter karena Takut Dihakimi Masih Menyusui Balita, Bunda Ini Berakhir Didiagnosis Kanker
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Sabtu, 11 Apr 2026 08:50 WIBMenjadi ibu menyusui balita sering kali tidak hanya soal kesehatan, tetapi juga menghadapi stigma sosial. Tak sedikit Bunda yang merasa dihakimi karena masih memberikan ASI di usia anak di atas dua tahun.
Sayangnya, tekanan seperti ini bisa berdampak serius. Seorang Bunda sempat viral karena mengaku menunda pemeriksaan ke dokter akibat takut di-judge. Keputusan tersebut berujung pahit: Ia didiagnosis kanker dalam kondisi yang sudah cukup lanjut. Berikut kisahnya dikutip dari MSN dan People.
Takut di-judge, gejala awal terabaikan
Bunda bernama Helen Christopher awalnya merasakan nyeri pada payudara saat masih menyusui anaknya. Ia mengira kondisi tersebut hanyalah mastitis atau saluran ASI tersumbat, hal yang umum terjadi pada ibu menyusui. Namun, ia juga mengaku menunda ke dokter karena takut dihakimi atas pilihannya menyusui balita. Rasa khawatir ini membuatnya memilih untuk mengabaikan gejala yang sebenarnya sudah cukup serius.
"Saya menyusui anak sulung saya selama tiga tahun, dan yang ini selama tiga tahun, jadi saya merasa sangat yakin bahwa itu adalah mastitis lagi atau mungkin saluran ASI yang tersumbat," kata Helen.
"Saya pernah mengalami saat-saat para profesional medis agak menghakimi tentang menyusui dalam jangka waktu lama. Saya berpikir, 'Saya tahu saya akan pergi dan itu akan menjadi sesuatu seperti saluran ASI tersumbat, seseorang akan menyuruh saya untuk tidak menyusui dan itu hanya akan menjadi percakapan yang menyebalkan yang tidak perlu saya alami,'" sambungnya.
Bunda, menyusui anak hingga usia balita sebenarnya bukan hal yang salah. Bahkan, organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI hingga usia 2 tahun atau lebih. Namun di dunia nyata, tidak semua ibu mendapatkan dukungan yang sama. Seperti halnya kisah Helen.
Diagnosis terlambat, risiko lebih besar
Hari demi hari berlalu. Rasa nyeri yang awalnya terasa ringan mulai berubah menjadi sesuatu yang sulit diabaikan. Sampai akhirnya, ia tidak bisa lagi menunda. Dengan segala rasa cemas, ia pergi ke dokter. Dan di situlah hidupnya berubah.
Ketika akhirnya memeriksakan diri, hasilnya cukup mengejutkan: kanker sudah berkembang dan membutuhkan penanganan lebih kompleks. Helen didiagnosis kanker payudara stadium 3, kanker yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening dan leher.
Padahal, dalam dunia medis, keterlambatan pemeriksaan menjadi salah satu penyebab utama kanker terdeteksi di stadium lanjut. Sebuah studi dalam Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak (2025) menyebutkan bahwa sekitar 70 persen kasus kanker payudara di Indonesia baru terdeteksi pada stadium lanjut, yang berdampak pada tingginya angka kematian .
Menurut berbagai penelitian medis, deteksi dini kanker sangat menentukan peluang kesembuhan. Semakin cepat ditemukan, semakin besar kemungkinan untuk ditangani secara efektif.
Rasa takut yang dulu ia hindari justru berubah menjadi kenyataan yang jauh lebih besar. Helen harus menjalani berbagai pengobatan, mulai dari operasi hingga kemoterapi. Namun perjuangannya tidak berhenti di situ. Kanker tersebut sempat kembali, membuatnya harus menjalani perawatan paliatif. Di titik ini, Helen tidak lagi hanya berjuang untuk sembuh, tetapi juga untuk tetap hadir untuk anaknya.
"Ini bukan lagi tentang 'Bisakah kita membuat Anda lebih baik? Tidak ada kanker.' Ini tentang berapa tahun kita bisa membuat Anda tetap hidup dan nyaman. Itu adalah berita yang sangat sulit untuk dihadapi ketika Anda memiliki dua anak kecil dan Anda ingin berada di sana untuk membesarkan mereka," tuturnya.
Menyusui balita justru punya banyak manfaat
Menariknya, ketakutan Bunda ini sebenarnya tidak berdasar secara medis. Justru, banyak penelitian menunjukkan bahwa menyusui memiliki manfaat besar, baik untuk anak maupun ibu. WHO dan UNICEF menegaskan bahwa menyusui sebaiknya dilanjutkan hingga usia 2 tahun atau lebih sesuai keinginan ibu dan anak. Praktik menyusui optimal bahkan dapat mencegah lebih dari 20.000 kasus kanker payudara setiap tahun secara global.
Selain itu, studi meta-analisis di Indonesia menemukan bahwa, semakin lama seorang ibu menyusui, risiko kanker payudara dapat menurun karena pengaruh hormon estrogen yang lebih rendah selama masa menyusui. Bukan hanya itu, menyusui juga dapat menurunkan risiko kanker lain, seperti kanker ovarium hingga sekitar 55 persen dalam beberapa studi kasus kontrol. Artinya, menyusui balita bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan justru memberikan efek perlindungan bagi kesehatan ibu.
Tekanan sosial bisa berdampak nyata pada kesehatan
Fenomena ini juga berkaitan dengan faktor psikologis. Rasa takut dihakimi atau stigma sosial bisa membuat seseorang, menunda pemeriksaan medis, mengabaikan gejala penting dan enggan terbuka kepada tenaga kesehatan. Padahal, WHO menekankan pentingnya dukungan dari tenaga kesehatan dan lingkungan agar ibu merasa nyaman dalam menjalani proses menyusui dan menjaga kesehatannya .
Pentingnya deteksi dini dan kesadaran diri
Dalam kasus seperti kanker payudara, deteksi dini adalah kunci utama. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang untuk ditangani dengan baik dan sembuh.
Menurut World Health Organization (WHO), deteksi dini bisa membantu menurunkan angka kematian akibat kanker secara signifikan karena pengobatan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
Jangan anggap sepele perubahan kecil, apalagi jika terasa tidak biasa. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Muncul benjolan di payudara atau area sekitar
- Nyeri yang tidak kunjung hilang
- Perubahan bentuk atau ukuran payudara
- Kulit payudara tampak kemerahan atau seperti tertarik
- Keluar cairan yang tidak biasa dari puting
- Meski sedang menyusui, tanda-tanda ini tetap perlu diperiksa lebih lanjut.
- Bunda tidak harus langsung melakukan pemeriksaan yang rumit. Cukup mulai dari hal kecil, seperti:
- Rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di rumah
- Tidak menunda konsultasi jika ada keluhan
- Berani terbuka kepada tenaga medis tanpa takut dihakimi
- Deteksi dini seperti pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan konsultasi ke dokter bisa menyelamatkan nyawa.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Dukung ASI, Negara Ini Tertibkan Iklan Susu Formula
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
Kenali Perbedaan Tumor Payudara Jinak & Ganas, Busui Perlu Tahu
4 Jenis Tes Kesehatan Payudara dan Kisaran Biayanya, Simak Bun
Cara Bedakan Benjolan Payudara Akibat Masalah Menyusui dan Kanker
TERPOPULER
Curhat Shenina Cinnamon Pertama Kali Kerja setelah Melahirkan: Rasanya Campur Aduk!
Terpopuler: Zahwa Massaid Kunjungi Rumah Sang Nenek di Belanda
Ciri Orang Pura-Pura Bahagia Padahal Sedang Sedih, Jangan Tertipu dari Senyumnya
Ciri-Ciri Orang yang Suka Mencari Perhatian Tanpa Disadari dalam Kehidupan Sehari-hari
Kisah Rossa Adopsi Anak Perempuan, Yoyo Padi Bersedia Jadi Figur Ayah
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Sedang Naik Daun, Ini 5 Potret Jing Boran Pemeran Luke di Drama China 'The Early Spring'
Curhat Shenina Cinnamon Pertama Kali Kerja setelah Melahirkan: Rasanya Campur Aduk!
Ciri Orang Pura-Pura Bahagia Padahal Sedang Sedih, Jangan Tertipu dari Senyumnya
Terpopuler: Zahwa Massaid Kunjungi Rumah Sang Nenek di Belanda
Ciri-Ciri Orang yang Suka Mencari Perhatian Tanpa Disadari dalam Kehidupan Sehari-hari
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kamar Bayi Aman dari Abu Vulkanik? Air Purifier HEPA Ini Bisa Jadi Andalan
-
Beautynesia
Hari Cantik Sedunia: 5 Tanda Kamu Sudah Tidak Terpengaruh oleh Standar Kecantikan
-
Female Daily
Adidas Originals Sport: Koleksi Baju Olahraga yang Bikin Workout Makin Stylish
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Viral Jungkook BTS Bikin Geger Pamer Sixpack di Konser Los Angeles
-
Mommies Daily
10 Rekomendasi Body Lotion Bayi dan Anak, Favorit para Mommies di 2026