HaiBunda

MENYUSUI

5 Kondisi yang Paling Bikin Busui Cemas saat MengASIhi, Bunda Juga?

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Rabu, 22 Apr 2026 09:10 WIB
5 Kondisi yang Paling Bikin Busui Cemas saat MengASIhi, Bunda Juga?/Foto: Getty Images/Tran Van Quyet
Jakarta -

Masa menyusui adalah momen penuh kedekatan antara Bunda dan Si Kecil. Namun di balik kehangatan itu, tidak sedikit ibu menyusui (busui) yang diliputi rasa khawatir mulai dari produksi ASI hingga kondisi kesehatan bayi.

Menurut penelitian dari Loma Linda University Health, banyak ibu mengalami kesulitan saat mulai menyusui dan itu adalah hal yang sangat wajar

5 Kondisi bikin ibu menyusui cemas

Kekhawatiran ini bisa diatasi dengan pemahaman yang tepat. Yuk, kenali 5 kondisi yang paling sering bikin busui cemas!


1. ASI terasa sedikit atau tidak keluar

Ini adalah kekhawatiran nomor satu bagi banyak ibu. Padahal, menurut World Health Organization, sebagian besar ibu sebenarnya mampu memproduksi ASI yang cukup untuk bayinya. Produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang diproduksi.

Tanda ASI cukup:

  • Bayi buang air kecil minimal 6 kali sehari (setelah usia 5 hari), dengan warna urine jernih atau kuning pucat
  • Berat badan bayi naik secara bertahap setelah sempat turun di awal (kembali normal dalam 10–14 hari)
  • Bayi terlihat puas dan tenang setelah menyusu, tidak terus-menerus rewel
  • Menyusu cukup sering, sekitar 8–12 kali dalam 24 jam
  • Terdengar bunyi menelan saat menyusu
  • Payudara terasa lebih lembut setelah menyusui
  • Bayi tampak aktif, responsif, dan tidur cukup

Jika Bunda merasa ASI sedikit, coba tingkatkan frekuensi menyusui dan pastikan perlekatan (latch) sudah benar.

2. Bayi sering menyusu (cluster feeding)

Banyak busui panik saat bayi terus ingin menyusu, bahkan setiap jam. Padahal ini disebut cluster feeding, kondisi normal terutama pada bayi baru lahir atau saat mengalami growth spurt. Ini bukan berarti ASI kurang, melainkan cara bayi meningkatkan produksi ASI.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, fase ini biasanya terjadi di usia 2–3 minggu dan 6 minggu. Semakin sering bayi menyusu, tubuh ibu akan merespons dengan memproduksi ASI lebih banyak (prinsip supply and demand).

Jadi, jika Si Kecil tiba-tiba jadi lebih 'nempel' dan sering minta menyusu di usia tersebut, Bunda tidak perlu panik ya. Tetap susui sesering mungkin dan pastikan Bunda juga cukup makan serta istirahat

3. Payudara nyeri atau puting lecet

Rasa sakit saat menyusui sering membuat Bunda stres bahkan ingin berhenti. Di minggu-minggu pertama, rasa tidak nyaman ringan masih tergolong normal. Namun, nyeri yang tajam, berkepanjangan, atau sampai luka bukan hal yang boleh dianggap sepele.

Selain itu, penyebab paling umum adalah pelekatan yang kurang tepat. Selain itu, kondisi seperti mastitis juga bisa terjadi jika ada penyumbatan saluran ASI. Menurut berbagai studi laktasi, penyebab paling umum adalah posisi perlekatan (latch) yang kurang tepat. Saat bayi tidak menempel dengan benar, puting akan tertarik dan tertekan, sehingga menimbulkan rasa sakit.

Menurut American Academy of Pediatrics, posisi dan pelekatan yang benar bisa mencegah sebagian besar masalah ini. Artinya, banyak keluhan seperti puting lecet, nyeri saat menyusui, hingga bayi tidak menyusu optimal sebenarnya bisa dihindari jika teknik menyusui sudah tepat sejak awal. 

Jika pelekatan kurang tepat, biasanya Bunda akan merasakan sakit, dan bayi pun tidak mendapatkan ASI secara maksimal. Jadi, penting banget untuk memastikan posisi menyusui sudah benar ya, Bun.

4. Bayi rewel setelah menyusu

Bunda mungkin bertanya-tanya, “Kenapa ya bayi masih menangis padahal sudah menyusu?”

Belum tentu karena ASI kurang, Bunda. Bisa jadi karena:

  • Bayi ingin digendong
  • Perut kembung
  • Mengantuk tapi sulit tidur

Penelitian dalam jurnal Pediatri menunjukkan bahwa tangisan bayi sering kali bukan hanya soal lapar, tapi juga kebutuhan emosional. Menurut berbagai studi laktasi termasuk dari Loma Linda University Health, rewel setelah menyusu tidak selalu berarti ASI kurang. Ada banyak faktor lain yang bisa jadi penyebabnya.

5. Takut ASI tidak bergizi

Sebagian Bunda khawatir apakah ASI yang diberikan sudah cukup nutrisi, apalagi jika pola makan sedang kurang optimal.

Faktanya, tubuh ibu secara alami memprioritaskan kualitas ASI. Bahkan saat asupan nutrisi ibu kurang, ASI tetap mengandung zat penting untuk bayi. Namun, Bunda tetap disarankan menjaga pola makan seimbang dan cukup cairan agar tubuh tetap sehat dan produksi ASI optimal.

Wajar saja bila Bunda mencemaskan beragam kondisi di atas, tapi tak perlu terlalu khawatir dan cukup berusaha yang terbaik ya. Karena Bunda yang bahagia akan membuat bayi juga akan bahagia. Semangat mengASIhi ya Bunda!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!



(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ciri Gumoh Bayi yang Berbahaya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Anne Hathaway Bagikan Cerita Langka tentang Suaminya, Ternyata...

Mom's Life Natasha Ardiah

Bingung Pilih Metode ILA atau Epidural? Simak Perbedaan dan Keunggulannya Bun

Kehamilan Amrikh Palupi

Viral Rincian Biaya TK Rp43 Juta, Orang Tua Bandingkan dengan Kuliah S2

Parenting Nadhifa Fitrina

PK Yudha Arfandi atas Kasus Meninggalnya Dante Ditolak, Tamara Tyasmara Bersyukur

Mom's Life Nadhifa Fitrina

7 Nama Bayi Cerdas ala Kartini

Nama Bayi Angella Delvie & Muhammad Prima Fadhillah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

40 Contoh Kalimat Sapaan dalam Kehidupan Sehari-hari Beserta Pengertian dan Jenisnya

Bingung Pilih Metode ILA atau Epidural? Simak Perbedaan dan Keunggulannya Bun

Anne Hathaway Bagikan Cerita Langka tentang Suaminya, Ternyata...

Viral Rincian Biaya TK Rp43 Juta, Orang Tua Bandingkan dengan Kuliah S2

PK Yudha Arfandi atas Kasus Meninggalnya Dante Ditolak, Tamara Tyasmara Bersyukur

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK