Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Apakah Ibu Menyusui Berbadan Kurus Memproduksi ASI Lebih Sedikit? Ini Faktanya

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Jumat, 20 Mar 2026 07:30 WIB

Produksi ASI yang sedikit tidak hanya berkaitan dengan berat badan yang kurus, melainkan banyak faktor seperti nutrisi, cara pemberian ASI, dan hormon.
Apakah Ibu Menyusui Berbadan Kurus Memproduksi ASI Lebih Sedikit? Ini Faktanya/Foto: iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Saat menyusui, produksi ASI tentu menjadi perhatian para ibu. Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah mengenai keterkaitan berat badan dengan jumlah produksi ASI, terutama bagi ibu yang berbadan kurus atau sulit menambah berat badan selama hamil.

Ahli sekaligus direktur Departemen Obstetri & Ginekologi di Cloudnine Group of Hospitals, Dr. Chetna Jain, menjelaskan bahwa tubuh kurus tidak selalu mempengaruhi produksi ASI. Jika tubuh kurus tetapi tetap sehat, biasanya tidak akan menimbulkan masalah.

Menurutnya, berat badan bukan satu-satunya patokan untuk melihat banyak atau sedikitnya jumlah produksi ASI. Bunda perlu mengingat bagaimana keseimbangan nutrisi, hormon, bahkan kebutuhan bayi, yang juga berperan penting dalam kelancaran proses menyusui.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


“Itu tidak selalu menjadi penyebabnya. Ibu yang kurus tetap bisa menghasilkan ASI cukup selama kebutuhan kalori terpenuhi, tubuh terhidrasi dengan baik, pelekatan menyusui tepat, dan frekuensi menyusui cukup,” jelasnya dikutip dari laman Onlymyhealth.

Agar proses menyusui menjadi lebih tenang, Bunda dapat menyimak fakta serta penjelasan lengkap dari ahlinya mengenai produksi ASI pada ibu menyusui yang berbadan kurus berikut ini.

Apakah produksi ASI tetap bisa berkurang?

Benar, produksi ASI tetap bisa berkurang, Bunda. Menurut Dr. Jain, meskipun kekurangan berat badan bukan faktor utama yang membuat produksi ASI berkurang, kondisi itu dapat mempengaruhi kadar hormon prolaktin, hormon yang berperan dalam memproduksi ASI.

Kemudian, kekurangan berat badan bisa ditandai dengan kurangnya asupan nutrisi dan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Maka, apabila tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi dan cairan yang cukup, produksi ASI pun menjadi berkurang.

Selain itu, produksi ASI juga dipengaruhi oleh proses pengosongan payudara. Jika bayi jarang menyusu atau Bunda jarang memompa ASI untuk mengosongkan payudara, nantinya tubuh akan menerima sinyal untuk mengurangi produksi ASI.

Dr. Jain juga menyebutkan beberapa faktor lain yang dapat menurunkan produksi ASI, sebagai berikut:

  • Kekurangan gizi dan dehidrasi
  • Anemia
  • Kelelahan berat atau pemulihan pasca persalinan yang sulit
  • Gangguan hormon atau masalah tiroid
  • Frekuensi menyusui yang jarang
  • Pelekatan bayi yang kurang tepat

Ia juga menekankan kepada ibu yang mengalami gangguan, seperti anemia, kelelahan ekstrem, atau gangguan hormon, untuk segera menghubungi penyedia layanan kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat sehingga produksi ASI bisa kembali optimal

Cara meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui berbadan kurus

Berikut beberapa langkah untuk meningkatkan produksi ASI yang bisa diterapkan oleh Bunda, menurut Dr. Jain yang dikutip dari laman Onlymyhealth.

1. Frekuensi menyusui yang lebih sering

Usahakan Bunda menyusui setiap 2 sampai 3 jam, serta jangan melewatkan sesi menyusui di malam hari. Ini penting karena di malam hari hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI cenderung meningkat.

2. Menyusui dari kedua payudara

Cara menyusui juga perlu diperhatikan, Bunda. Ada baiknya biarkan bayi menyusu pada satu payudara hingga terasa kosong terlebih dahulu. Jika Si Kecil masih lapar, barulah Bunda dapat berpindah ke payudara yang lainnya.

3. Memastikan pelekatan yang tepat

Tanda pelekatan yang tepat menurut Dr. Jain seperti mulut bayi terbuka lebar, sebagian besar areola masuk ke mulut bayi, dan terdengar suara bayi menelan ASI. Bila pelekatan tidak tepat, produksi ASI pun dipercaya akan menjadi berkurang.

4. Mengonsumsi cukup kalori

Dr. Jain menjelaskan, setidaknya ibu menyusui membutuhkan kalori sekitar 400 sampai 500 kkal dalam sehari. Jika kebutuhan dasar kalori yang harus dicapai adalah 1800 kkal, maka ibu menyusui memerlukan kalori sekitar 2200 sampai 2300 kkal setiap hari.

Makanan untuk memperoleh kalori di antaranya adalah kacang-kacangan dan produk susu, telur, ayam, dan ikan, lemak sehat seperti alpukat, biji-bijian, dan kacang, serta biji-bijian utuh sebagai pengganti tepung olahan.

5. Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Dalam sehari, setidaknya Bunda perlu minum sebanyak 8 gelas atau sekitar 2-2,5 liter air. Selain itu, tambahan sekitar 750 ml hingga 1 liter cairan juga dapat membantu menjaga kelancaran produksi ASI menurut Dr. Jain.

6. Melakukan skin-to-skin dengan bayi

Meskipun sepele, ternyata skin-to-skin atau kontak kulit ke kulit antara ibu dengan bayi bisa meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin, Bunda. Kedua hormon ini berperan penting dalam produksi dan pengeluaran ASI, serta memperkuat ikatan antara ibu dan bayi.

7. Memompa ASI setelah menyusui

Tidak ada salahnya bila Bunda memompa ASI setelah sesi menyusui. Cukup lakukan selama 10 sampai 15 menit agar memberikan stimulasi tambahan pada payudara sehingga produksi ASI menjadi meningkat.

8. Istirahat yang cukup dan kelola stres

Kelelahan dan stres berlebih dapat mempengaruhi produksi ASI, Bunda. Maka dari itu, ibu menyusui disarankan untuk mendapatkan istirahat yang cukup dan menghindari stres berlebih selama masa menyusui.

9. Konsumsi makanan alami dan ASI booster

Beberapa bahan alami seperti fenugreek, oat, daun kelor, dan biji adas dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI. Selain itu, pemberian ASI booster juga dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung kelancaran produksi ASI.

Nah, demikian informasi dan fakta mengenai produksi ASI pada ibu menyusui berbadan kurus. Semoga menjawab kekhawatiran Bunda yang sedang menyusui dan semangat mengASIhi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda