HaiBunda

MENYUSUI

Beragam Cara Cerdas dan Kreatif Bunda Manfaatkan Sisa ASI

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Jumat, 24 Apr 2026 09:10 WIB
Beragam Cara Cerdas dan Kreatif Bunda Manfaatkan Sisa ASI/Foto: iStock
Jakarta -

Bunda, pernah merasa sayang saat melihat ada sisa ASI yang tidak diminum Si Kecil? Entah karena bayi sudah kenyang atau sisa dari pumping, momen ini sering bikin dilema. Dibuang rasanya berat, tapi disimpan juga bingung mau dipakai untuk apa.

Padahal, setiap tetes ASI itu sangat berharga. Bahkan, bukan hanya sebagai makanan, ASI juga dikenal sebagai 'cairan ajaib' karena kandungan nutrisinya yang luar biasa.

Menurut World Health Organization, ASI mengandung kombinasi lengkap nutrisi sekaligus zat bioaktif seperti antibodi dan enzim yang membantu melindungi bayi dari infeksi. Menariknya, kandungan ini juga membuat ASI memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi, sehingga bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk diminum, tetapi juga untuk penggunaan luar.


Kabar baiknya, ada beberapa cara cerdas dan aman yang bisa Bunda lakukan.

Cara kreatif memanfaatkan sisa ASI

Bunda bisa mencoba beberapa cara berikut:

1. Milk bath (mandi ASI)

Salah satu cara paling populer adalah menjadikan sisa ASI sebagai campuran air mandi bayi atau dikenal dengan “milk bath”. Campurkan sisa ASI ke dalam air mandi bayi untuk membantu melembapkan kulit dan meredakan iritasi ringan seperti ruam popok.

Secara ilmiah, kandungan lemak dan vitamin dalam ASI membantu:

  • Melembapkan kulit bayi
  • Meredakan iritasi ringan
  • Membantu mengatasi ruam popok

Penelitian keperawatan berbasis bukti dari Universitas Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan ASI secara topikal dapat membantu memperbaiki kondisi kulit bayi, termasuk ruam dan iritasi ringan.

2. Dioles untuk masalah kulit ringan

ASI bisa digunakan untuk membantu mengatasi jerawat bayi, kemerahan, atau luka kecil karena sifat antibakterinya. Hal ini didukung oleh studi yang menunjukkan bahwa ASI memiliki efek antiinfeksi alami yang membantu mempercepat penyembuhan luka ringan dan mengurangi peradangan.

4. Diolah jadi sabun atau lotion alami

Kandungan lemak dan nutrisi dalam ASI membuatnya lembut di kulit, cocok untuk bayi maupun Bunda yang punya kulit sensitif. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa komponen bioaktif dalam ASI berperan dalam menjaga kesehatan jaringan kulit dan melawan mikroorganisme.

5. Campuran MPASI (jika masih layak)

Jika ASI masih dalam kondisi baik, Bunda bisa mencampurkannya ke makanan bayi agar lebih bernutrisi dan terasa familiar.

Menariknya, penggunaan ASI untuk kulit ini bukan sekadar mitos, Bun. Beberapa studi keperawatan menunjukkan bahwa ASI memang memiliki efek antiinflamasi dan dapat membantu memperbaiki kondisi kulit bayi.

Hal penting yang wajib diperhatikan saat menggunakan sisa ASI

Meskipun sisa ASI masih bisa dimanfaatkan dengan berbagai cara, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan: tidak semua sisa ASI aman untuk digunakan kembali. Di sinilah pentingnya Bunda lebih teliti sebelum memutuskan untuk memakainya lagi.

Menurut American Academy of Pediatrics dan Ikatan Dokter Anak Indonesia, ASI yang sudah diminum langsung oleh bayi sebaiknya hanya digunakan dalam waktu 1–2 jam. Setelah melewati waktu tersebut, risiko kontaminasi bakteri meningkat sehingga tidak disarankan untuk digunakan kembali, baik diminum maupun untuk keperluan lain.

Selain itu, cara penyimpanan juga sangat memengaruhi kualitas ASI. Suhu yang tidak tepat bisa membuat kandungan di dalamnya berubah dan tidak lagi optimal. Karena itu, penting bagi Bunda untuk memastikan ASI disimpan sesuai dengan anjuran, baik di suhu ruang, kulkas, maupun freezer.

Bunda juga perlu lebih peka terhadap kondisi fisik ASI. Jika ASI sudah berbau tidak sedap, berubah warna secara mencolok, atau terlihat tidak segar, sebaiknya tidak digunakan lagi. Meskipun terasa sayang, membuang ASI dalam kondisi seperti ini adalah keputusan yang lebih aman.

Memanfaatkan sisa ASI memang boleh dan bahkan bisa sangat bermanfaat. Namun, keamanan si kecil tetap menjadi prioritas utama. Jadi, sebelum digunakan, pastikan ASI masih dalam kondisi baik dan layak, ya Bun. Karena setiap keputusan kecil yang Bunda ambil hari ini, berdampak besar untuk kesehatan Si Kecil ke depannya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ciri Gumoh Bayi yang Berbahaya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Hemat Banget! Tarif MRT, LRT Jakarta, hingga Transjakarta Hari Ini Cuma Rp1

Mom's Life Tim HaiBunda

Kisah Bayi Pertama di Dunia yang Lahir melalui Ibu Pengganti, Kini Rayakan Ulang Tahun ke-40

Kehamilan Annisa Karnesyia

Alasan Rossa Laporkan 78 Akun Pencemaran Nama Baik, Berimbas pada Pekerjaan

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Artis Rayakan Hari Kartini, Anggun dan Penuh Makna

Mom's Life Angella Delvie & Fauzan Julian Kurnia

Jangan Kasih 5 Hal Ini ke Bayi 0-6 Bulan, Bunda Perlu Tahu

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

8 Tahun Tinggal di RI, Bule Cantik Ini Nangis Terharu saat Resmi Jadi WNI

Liburan Lebih Hemat! Dapatkan Diskon 20% Pakai Allo Paylater di Antavaya

Kisah Bayi Pertama di Dunia yang Lahir melalui Ibu Pengganti, Kini Rayakan Ulang Tahun ke-40

Hemat Banget! Tarif MRT, LRT Jakarta, hingga Transjakarta Hari Ini Cuma Rp1

5 Potret Artis Rayakan Hari Kartini, Anggun dan Penuh Makna

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK