MENYUSUI
Tak Usah Panik Bun, Segera Lakukan Ini bila ASI Tiba-tiba Seret
Indah Ramadhani | HaiBunda
Kamis, 30 Apr 2026 09:10 WIBIbu menyusui biasanya akan selalu berusaha menjaga produksi ASI. Namun, bila ASI tiba-tiba seret, tak perlu panik ya. Pada waktu tertentu, mungkin Bunda pernah merasa produksi ASI lebih sedikit dari biasanya. Kondisi tersebut sangatlah wajar dan masih dapat diatasi, sehingga tak perlu dikhawatirkan, Bunda.
Menurunnya pasokan ASI merupakan fase yang kerap terjadi pada masa menyusui. Memang kondisi ini dapat dikaitkan dengan berbagai hal, mulai dari yang biasa, seperti fase krisis menyusui, hingga yang lebih serius, seperti komplikasi hormonal.
Namun, para ahli mengatakan bahwa umumnya kondisi tersebut hanya bersifat sementara. Hal ini disebabkan karena tubuh biasanya akan melakukan penyesuaian produksi ASI terhadap kebutuhan bayi terlebih dahulu.
Oleh karena itu, tenang menjadi kunci agar kegiatan menyusui tetap berjalan lancar. Apabila membutuhkan cara untuk meningkatkan produksi ASI, simak informasi lengkapnya berikut ini, yuk.
Faktor penyebab ASI tiba-tiba seret
Melansir dari La Leche League Canada, penyebab paling umum dari menurunnya pasokan ASI adalah pelekatan dan hisapan yang kurang baik. Apabila pelekatan tidak dilakukan dengan baik maka bayi tidak akan mendapatkan cukup ASI dan puting Bunda akan lecet.
Selain itu, terdapat beberapa penyebab lain yang dapat membuat ASI seret meliputi:
- Pengeluaran ASI yang tidak efektif: Selain masalah pelekatan dan hisapan, kondisi lain seperti bayi yang memiliki lidah pendek juga dapat menghambat kelancaran produksi ASI Bunda.
- Pemberian ASI yang terjadwal: Membatasi pemberian ASI di hari-hari dan minggu-minggu awal dapat menurunkan produksi ASI di kemudian hari. Lebih baik Bunda rutin memberikan ASI saat Si Kecil lapar daripada menjadwalkannya berdasarkan waktu.
- Pemberian susu formula: Penggunaan susu formula selama beberapa minggu pertama dapat mengurangi produksi ASI. Jika bayi perlu diberi susu formula tambahan, penting bagi Bunda untuk memompa ASI agar produksinya tetap terjaga.
- Komplikasi hormonal: Kondisi ini disebut juga sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau kelainan tiroid yang dapat memengaruhi produksi ASI.
- Operasi payudara: Saluran susu atau saraf yang dipotong setiap operasi payudara dapat memengaruhi produksi ASI Bunda. Operasi tersebut meliputi operasi pengecilan payudara, operasi dada, atau pengangkatan jaringan payudara.
Tanda payudara kekurangan ASI
Fluktuasi atau naik-turunnya produksi ASI merupakan hal yang wajar. Namun, Bunda juga perlu mengenali tandanya saat produksi menurun sehingga bayi tidak akan kekurangan asupan. Berikut beberapa tanda kekurangan ASI yang perlu Bunda ketahui:
1. Berat badan bayi tidak bertambah atau memburuk
Sebagian besar bayi harus kembali ke berat lahirnya pada usia dua minggu dan akan terus bertambah sebanyak 5-7 ons per minggu. Bila bayi tidak mencapai target tersebut, maka ada hal yang harus diperhatikan.
2. Produksi feses dan urine tidak memadai
Pada bayi yang berusia satu minggu, mereka harus memiliki setidaknya 6-8 popok basah dalam sehari. Sementara untuk feses, sekitar 3-5 dalam sekali pup. Jika popok basah sangat sedikit dan jumlah feses sangat sedikit, maka Bunda perlu mewaspadainya.
Cara mengatasi ASI tiba-tiba seret
Tak perlu overthinking, Bunda. Menurunnya pasokan ASI tetap dapat diatasi. Berikut beberapa cara dalam meningkatkan pasokan ASI yang menurun, dikutip dari laman The Lactation Network:
- Bangun pasokan ASI yang sehat sejak awal: Agar menyusui dapat berjalan lancar ke depannya, cobalah memompa ASI atau menyusui dalam satu jam pertama setelah melahirkan. Kegiatan ini dapat merangsang keluarnya kolostrum yang nantinya akan menjadi ASI.
- Lebih fleksibel dalam menyusui: Alih-alih memaksakan pemberian ASI yang sesuai jadwal, Bunda dapat memberikan ASI di saat bayi lapar (fleksibel). Oleh karenanya, Bunda perlu memperhatikan tanda-tanda lapar pada bayi.
- Menyusui dengan konsisten dengan kedua payudara: Bunda dianjurkan untuk membiarkan bayi menyelesaikan menyusui di payudara sisi pertama terlebih dahulu, kemudian baru tawarkan sisi lainnya. Jika tertidur di payudara pertama, bangunkan dan tawarkan payudara kedua. Disarankan bayi untuk menyusu pada tiap payudara selama 15 menit.
- Pompa ASI di antara sesi menyusui: Setelah sesi menyusui, ASI tidak sepenuhnya kosong, justru produksi ASI berada pada puncaknya. Oleh karena itu, menyusui bayi lebih sering dan memompa ASI secara teratur di antara sesi menyusui dapat meningkatkan produksi ASI.
- Tetapkan jadwal memompa sejak dini: Setiap orang tua dan bayi memiliki pola menyusui yang berbeda. Maka dari itu, membuat jadwal yang sesuai menjadi salah satu langkah agar pasokan ASI stabil dan tidak berkurang.
Demikian penjelasan mengenai cara mengatasi ASI yang tiba-tib seret selama menyusui Si Kecil. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Ciri Gumoh Bayi yang Berbahaya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Adakah Makanan Ibu Menyusui yang Tak Disukai Bayi dan Membuatnya Rewel?
6 Cara agar Produksi ASI Stabil, Nomor Satu yaitu Rajin Menyusui
Ingin ASI Melimpah? Coba Lahap 5 Makanan Enak Ini Bun
Kandungan ASI Penting yang Dibutuhkan Bayi, Bunda Perlu Tahu
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
200 Pertanyaan Lomba Cerdas Cermat seputar Kemerdekaan 17 Agustus 2026, Soal Tingkat SD-SMP
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Alat Penerjemah AI Genggam Ini Diklaim Kuasai 148 Bahasa, Beneran Bisa Diandalkan?
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Meghan Markle Pakai Anting Putri Diana Saat Momen Langka dengan Pangeran Harry
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif