MENYUSUI
Perempuan dengan Jenis Payudara Ini Disebut Punya Risiko Kanker Lebih Tinggi, Benarkah?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 20 May 2026 09:10 WIBBunda merasakan payudara lebih keras atau kerap terasa penuh? Kondisi tersebut bisa terjadi karena kondisi payudara padat.
Melansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kepadatan payudara mencerminkan jumlah jaringan fibrosa dan kelenjar di payudara, yang dibandingkan dengan jumlah jaringan lemak. Payudara padat dapat terlihat dari pemeriksaan mammogram.
Kepadatan payudara dapat berubah seiring waktu. Secara umum, seorang perempuan lebih mungkin memiliki payudara yang padat jika usianya lebih muda, sedang hamil atau menyusui, sedang menjalani terapi penggantian hormon, dan memiliki berat badan yang lebih rendah.
Payudara padat dan risiko kanker
Menurut CDC, payudara padat merupakan salah satu dari beberapa faktor risiko kanker payudara. Para ilmuwan hingga kini belum mengetahui secara pasti kaitan antara keduanya.
Namun perlu dicatat, pasien kanker payudara yang memiliki payudara padat tidak lebih mungkin meninggal karena kanker payudara dibandingkan pasien dengan payudara yang tidak padat.
Dalam sebuah studi yang diterbitkan di International Journal of Cancer tahun 2022, kaitan antara payudara padat dan risiko kanker pernah dipelajari oleh para peneliti. Dalam program skrining berbasis populasi ini, perempuan dengan kepadatan payudara tertinggi diketahui memiliki risiko kanker payudara 2,37 kali lipat dibandingkan mereka dengan kepadatan rendah.
Studi ini dilakukan di Denmark pada perempuan berusia 50 hingga 69 tahun. Setiap dua tahun, para perempuan tersebut menjalani skrining dan dipantau untuk kejadian kanker payudara.
"Jika diterjemahkan ke dalam risiko absolut kanker payudara setelah usia 50 tahun, kami menemukan risiko 6,2 persen untuk sepertiga perempuan dengan kepadatan payudara terendah, dan 14,7 persen pada perempuan dengan dengan kepadatan tertinggi," demikian kesimpulan hasil studi.
Ulasan lain dalam studi yang dipublikasikan di European Journal of Radiology tahun 2025 mengungkap bahwa sekitar 10 persen perempuan yang memiliki payudara sangat padat, sehingga risiko terkena kanker payudara menjadi dua kali lipat bila dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki payudara padat.
Skrining untuk deteksi payudara padat
Mengutip laman Mayo Clinic, mammogram merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seorang perempuan memiliki jaringan payudara padat atau tidak. Mammogram merupakan pemeriksaan sinar-X pada jaringan payudara, Bunda.
Secara umum, para profesional kesehatan merekomendasikan agar perempuan dengan risiko rata-rata terkena kanker payudara mulai melakukan skrining mammogram pada usia 40 tahun. Bagi sebagian besar perempuan, skrining harus diulang setiap tahun.
Pemeriksaan skrining kanker tambahan untuk perempuan juga dapat menyelamatkan ratusan nyawa, Bunda. Studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Lancet mengungkap bahwa mammogram rutin bisa kurang efektif dalam mendeteksi kanker pada 10 persen perempuan dengan payudara yang sangat padat, karena jaringan tersebut dapat menyembunyikan tumor pada sinar-X.
Para peneliti dari University of Cambridge mengatakan bahwa pemindaian yang lebih canggih kepada kelompok perempuan ini dapat menemukan 3.500 kasus kanker tambahan dan menyelamatkan 700 nyawa setiap tahun di Inggris.
"Mendapatkan diagnosis kanker sejak dini membuat perbedaan besar bagi pasien dalam hal pengobatan dan prospek. Kita perlu mengubah program skrining nasional, sehingga kita dapat memastikan lebih banyak kanker didiagnosis sejak dini, memberi lebih banyak perempuan kesempatan yang jauh lebih baik untuk bertahan hidup," kata penulis utama studi Prof. Fiona Gilbert, dikutip dari The Guardian.
"Selain relevansinya bagi program skrining kanker payudara di Inggris, studi ini memiliki implikasi global bagi semua negara tempat skrining dilakukan untuk perempuan dengan jaringan payudara padat."
Studi ini melibatkan 9.361 perempuan di Inggris yang memiliki payudara padat dan telah menerima hasil mammogram negatif (tidak ada kanker). Ketika metode pemindaian tambahan dicoba, ditemukan 85 kasus kanker tambahan.
Dua metode yang diteliti adalah mammografi dengan kontras (CEM), di mana pewarna digunakan untuk membuat pembuluh darah lebih terlihat, dan pencitraan resonansi magnetik singkat (Ab-MRI), yang lebih cepat daripada MRI biasa.
Metode pemindaian ketiga yang digunakan dalam uji coba adalah ultrasonografi payudara otomatis (Abus). Metode ini memang dapat mendeteksi kanker, tetapi jauh kurang efektif dibandingkan CEM dan Ab-MRI.
Para peneliti mengatakan bahwa menambahkan salah satu metode (CEM atau Ab-MRI) ke skrining yang sudah ada dapat mendeteksi 3.500 kasus kanker tambahan setiap tahun di Inggris. Dengan skrining yang mengurangi angka kematian sekitar 20 persen dari kanker yang terdeteksi, pemeriksaan tambahan ini bisa menyelamatkan 700 nyawa setiap tahunnya.
Meskipun uji coba menunjukkan bahwa pemindaian tamabahan dapat mendeteksi kanker kecil, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah pemindaian tersebut dapat mengurangi jumlah kematian, serta memperkirakan rasio biaya dan manfaatnya.
Demikian fakta terkait payudara padat dan risiko kanker payudara pada perempuan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
Kenali Perbedaan Tumor Payudara Jinak & Ganas, Busui Perlu Tahu
4 Jenis Tes Kesehatan Payudara dan Kisaran Biayanya, Simak Bun
Cara Bedakan Benjolan Payudara Akibat Masalah Menyusui dan Kanker
TERPOPULER
Kaba Anak Zaskia Adya Mecca Jalani Operasi Hidung karena Radang dan Alergi
Jarang Disadari, Ini 10 Ciri Kepribadian Orang Tulus & Baik Hati Menurut Psikologi
Korban Keracunan MBG di Jawa Timur Capai 664 Siswa, Begini Kondisinya Saat Ini...
Seberapa Aman Minyak Jarak untuk Bayi? Ketahui Manfaat hingga Risikonya
Kisah Syahrini Kenang Pengalaman Alami Keguguran Dua Kali, Salah Satunya Kembar
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Fakta di Balik Foto Baby Bump Zendaya yang Viral dan Picu Rumor Hamil
Kaba Anak Zaskia Adya Mecca Jalani Operasi Hidung karena Radang dan Alergi
Seberapa Aman Minyak Jarak untuk Bayi? Ketahui Manfaat hingga Risikonya
Korban Keracunan MBG di Jawa Timur Capai 664 Siswa, Begini Kondisinya Saat Ini...
Jarang Disadari, Ini 10 Ciri Kepribadian Orang Tulus & Baik Hati Menurut Psikologi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Wajah Tirus Sebelum Acara Besar? Kenalan dengan Treatment Korean V-Lift
-
Beautynesia
5 Barang yang Sebaiknya Tidak Dipinjamkan ke Orang Lain
-
Female Daily
Mencoba Tren Anti-Blush. Apakah Cocok di Kulit Light Medium?
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
3 Hot Spot Estetik di Bandung, Kafe dalam Klinik hingga Resto Berusia 1/2 Abad
-
Mommies Daily
Jangan Langsung Murka saat Tahu Anak Sering Bohong, Kenali Penyebab dan Cara Menghadapinya