HaiBunda

MENYUSUI

Punya Puting Kecil, Datar, atau Tenggelam? Begini Cara Tetap Sukses Menyusui

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Senin, 03 Aug 2026 08:30 WIB
Punya Puting Kecil, Datar, atau Tenggelam? Begini Cara Tetap Sukses Menyusui/Foto: Getty Images/oksix
Jakarta -

Menyusui sering kali menjadi momen yang dinanti sekaligus membuat banyak ibu baru merasa cemas. Mulai dari kekhawatiran produksi ASI yang tidak cukup, bayi mengalami tongue-tie, hingga rasa sakit saat menyusui. Namun, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yaitu bentuk puting payudara.

Sebagian Bunda mungkin memiliki puting berukuran kecil, datar (flat nipple), atau bahkan tenggelam (inverted nipple). Kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan, apakah masih bisa menyusui dengan lancar? Jawabannya tentu bisa, ya Bunda.

Dengan memahami cara tepat menyusui puting kecil, datar dan tenggelam serta menerapkan teknik perlekatan (latch) yang benar, sebagian besar ibu tetap dapat memberikan ASI secara optimal kepada Si Kecil.


Lantas, bagaimana cara menyusui jika memiliki puting kecil, datar maupun tenggelam? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apakah puting kecil, datar, atau tenggelam memengaruhi menyusui?

Mengutip laman Global, bentuk dan ukuran puting memang dapat memengaruhi kemudahan bayi saat pertama kali belajar menyusu. Dalam kondisi ideal, ketika bayi melekat dengan benar, puting akan memanjang hingga mencapai langit-langit lunak (soft palate) di dalam mulut bayi. Posisi tersebut membantu merangsang refleks mengisap sehingga ASI dapat keluar secara optimal.

Pada ibu yang memiliki puting kecil, pendek, datar, atau tenggelam, bayi terkadang membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan pelekatan yang baik. Namun, perlu dipahami bahwa bayi sebenarnya menyusu pada payudara, bukan hanya pada puting. Artinya, selama sebagian areola masuk ke mulut bayi dan posisi menyusu sudah benar, bentuk puting bukanlah penghalang utama keberhasilan menyusui.

Kondisi puting datar dan puting tenggelam

Puting tenggelam (inverted nipples) adalah kondisi ketika puting mengarah ke dalam menuju tubuh, bukan menonjol ke luar. Meskipun tidak seumum puting yang menonjol, sekitar 10–20 persen orang memiliki satu atau kedua puting yang datar atau tenggelam.

Bahkan, seseorang bisa memiliki satu puting yang menonjol dan satu lagi terbenam. Kondisi tersebut termasuk variasi anatomi yang normal.

Menariknya, bentuk puting juga dapat berubah setelah menjalani masa menyusui. Pada sebagian perempuan, puting yang sebelumnya terbenam dapat menjadi lebih menonjol setelah menyusui dalam jangka waktu tertentu.

  • Cara mengetahui jenis puting payudara

Jika Bunda khawatir bentuk puting akan memengaruhi proses menyusui, cobalah mengenali jenis puting dengan langkah-langkah berikut:

  1. Mulailah dengan meremas atau menstimulasi puting secara lembut agar puting bereaksi secara alami.
  2. Tunggu sekitar 30–60 detik, lalu perhatikan bentuk puting.
  3. Jika puting tidak menonjol sama sekali atau hanya sedikit menonjol melewati areola (bagian kulit berwarna lebih gelap di sekitar puting), kemungkinan Bunda memiliki puting datar.
  4. Jika puting justru tertarik masuk ke arah areola, berarti Bunda memiliki puting tenggelam.
  5. Jika puting menonjol ke luar, berarti Bunda memiliki puting yang menonjol, yang merupakan bentuk paling umum.

Apabila puting Bunda tidak terlalu menonjol, tidak perlu khawatir. Setiap tubuh memiliki bentuk yang berbeda, begitu pula setiap bayi memiliki bentuk mulut yang unik. Karena itu, bentuk puting tidak selalu menjadi penghalang untuk menyusui, dan banyak ibu dengan puting datar atau tenggelam tetap dapat menyusui bayinya tanpa kendala berarti.

  • Bisakah ibu dengan puting kecil atau tenggelam menyusui?

Jawabannya adalah bisa ya, Bunda. Baik memiliki puting kecil, datar, maupun tenggelam tidak memengaruhi kemampuan tubuh memproduksi ASI. Yang dibutuhkan hanyalah sedikit penyesuaian selama proses menyusui, terutama pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan.

Perlu diketahui bahwa kemampuan bayi untuk menyusu tidak terlalu ditentukan oleh seberapa menonjol puting payudara. Bayi sebenarnya menyusu pada payudara, bukan hanya pada puting. Meski begitu, proses mendapatkan latch yang tepat pada puting datar atau tenggelam mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian, baik dari Bunda maupun Si Kecil. Seiring waktu, dengan kesabaran dan latihan, bayi umumnya akan mampu beradaptasi dengan bentuk puting Bunda.

Cara tepat menyusui puting kecil, datar atau tenggelam

Baik Bunda memiliki puting yang kecil, datar, maupun tenggelam, ada berbagai cara tepat menyusui dan alat bantu yang dapat mempermudah proses menyusui. Bahkan, dalam beberapa kasus, Bunda cukup menggunakan tangan untuk membantu puting lebih menonjol sebelum menyusui.

1. Gunakan penarik puting (nipple everter)

Nipple everter adalah alat berbentuk pompa hisap kecil yang berfungsi menarik puting keluar sebelum sesi menyusui. Alat ini membantu puting menjadi lebih menonjol untuk sementara waktu sehingga bayi lebih mudah mendapatkan latch atau pelekatan yang baik.

2. Coba pelindung puting (nipple shield)

Nipple shield merupakan pelindung puting berbahan silikon tipis yang dikenakan di atas puting saat menyusui. Alat ini meniru bentuk puting yang lebih tegas dan menonjol sehingga dapat membantu bayi yang kesulitan melekat langsung pada payudara. Penggunaan nipple shield sebaiknya dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan atau konselor laktasi agar proses menyusui tetap optimal.

3. Gunakan pompa ASI sebelum menyusui

Pompa ASI juga dapat digunakan beberapa menit sebelum menyusui untuk merangsang puting agar lebih menonjol dan memudahkan bayi melekat. Selain membantu mempersiapkan sesi menyusui, pompa ASI juga dapat digunakan untuk memerah ASI jika Bunda memilih memberikan ASI perah melalui botol atau alat bantu pemberian ASI lainnya, terutama bila menyusui langsung masih terasa sulit.

Yang terpenting, jangan berkecil hati jika proses menyusui terasa lebih menantang di awal. Dengan teknik yang tepat, latihan, serta dukungan dari konselor laktasi atau tenaga kesehatan, sebagian besar ibu dengan puting kecil, datar, atau terbenam tetap dapat menyusui bayinya dengan sukses.

4. Bantalan puting (nipple cushions

Bantalan puting dapat meningkatkan kenyamanan saat memompa ASI.  Jika Bunda memompa ASI dan merasakan ketidaknyamanan atau nyeri, bantalan puting (nipple cushions) dapat membantu membuat corong pompa ASI lebih pas dengan ukuran puting. Bantalan ini terbuat dari silikon yang lembut dan fleksibel sehingga dapat meningkatkan kenyamanan selama proses memompa.

Bagi Bunda yang memiliki puting berukuran kecil atau datar sehingga kurang sesuai dengan ukuran corong pompa ASI standar, penggunaan bantalan puting dapat menjadi solusi untuk membantu proses memerah ASI menjadi lebih nyaman dan efektif. Bantalan puting umumnya tersedia dalam beberapa pilihan ukuran agar dapat disesuaikan dengan ukuran puting setiap ibu.

Cara tepat menyusui puting kecil agar bayi mudah melekat

Ada beberapa cara tepat menyusui yang dapat membantu bayi mendapatkan latch yang baik meski Bunda memiliki puting kecil, datar dan tenggelam.

1. Tekan payudara dengan lembut

Gunakan satu tangan untuk menekan atau membentuk jaringan payudara agar lebih mudah masuk ke mulut bayi. Cara ini dapat membantu bayi melekat lebih baik pada puting yang kecil, pendek, datar, atau tenggelam

2. Rangsang puting sebelum menyusui

Memberikan stimulasi pada puting sebelum menyusui dapat membantu puting menjadi lebih menonjol. Bunda dapat menggosok puting secara perlahan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk atau mengompresnya sebentar dengan kain dingin yang lembap.

3. Cubit puting secara perlahan

Mencubit puting dengan lembut sebelum menyusui juga dapat membantu puting lebih menonjol sehingga bayi lebih mudah melekat. Lakukan dengan tekanan ringan agar tidak menimbulkan rasa sakit.

4. Topang payudara saat menyusui

Memegang payudara selama menyusui membantu Bunda mengontrol posisi payudara sehingga bayi lebih mudah mendapatkan latch. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah C-hold, yaitu memegang payudara membentuk huruf "C" untuk memudahkan bayi memasukkan puting dan sebagian areola ke dalam mulutnya.

5. Ubah posisi menyusui

Mencoba berbagai posisi menyusui juga dapat membantu bayi melekat dengan lebih baik. Misalnya, posisi cross-cradle hold, football hold, atau posisi berbaring menyamping (side-lying). Bunda dapat memilih posisi yang paling nyaman bagi diri sendiri dan bayi.

6. Perah ASI dengan tangan

Memerah sedikit ASI menggunakan tangan sebelum menyusui dapat membantu puting menjadi lebih menonjol. Pastikan tangan dalam keadaan bersih dan hangat, kemudian tekan puting secara lembut dengan ibu jari dan jari telunjuk sambil mengarahkan tekanan ke belakang menuju dada hingga beberapa tetes ASI keluar.

7. Menggunakan pompa ASI untuk puting datar atau tenggelam

Apabila bayi masih kesulitan melekat pada puting datar atau puting yang tenggelam, terutama jika puting masuk cukup dalam ke jaringan payudara, Bunda dapat menggunakan pompa ASI sebelum menyusui. Pompa dapat membantu menarik puting agar lebih menonjol sehingga bayi lebih mudah mendapatkan latch.

Jika setelah berbagai upaya bayi tetap belum dapat menyusu langsung secara efektif, Bunda juga dapat mempertimbangkan memberikan ASI perah sebagai alternatif sementara atau eksklusif, sesuai dengan saran tenaga kesehatan atau konselor laktasi.

Sama seperti menyusui langsung, memompa ASI pada ibu dengan puting kecil, datar, atau tenggelam tetap aman dilakukan. Cara ini juga membantu memastikan bayi tetap memperoleh ASI yang cukup ketika proses menyusu langsung masih mengalami kendala.

Semoga informasi tentang cara tepat menyusui puting kecil, datar dan tenggelam bermanfaat ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bayi Menyusu Lama tapi Berat Tak Naik, Kenapa?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?

Mom's Life Amira Salsabila

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Parenting Annisa Karnesyia

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

Parenting Tim HaiBunda

Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa

Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?

5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK