HaiBunda

MENYUSUI

7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Rabu, 12 Aug 2026 08:55 WIB
7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya/Foto: Getty Images/shih-wei
Jakarta -

Menyusui adalah momen berharga yang dapat mempererat ikatan antara Bunda dan Si Kecil. Namun, bagi Bunda yang melahirkan di usia 35 tahun ke atas, proses menyusui terkadang menghadirkan tantangan tersendiri. Perubahan hormon, proses pemulihan pasca persalinan yang mungkin lebih lama, hingga kondisi kesehatan tertentu dapat memengaruhi pengalaman menyusui.

Meski begitu, usia bukanlah penghalang untuk memberikan ASI eksklusif. Dengan penanganan yang tepat dan dukungan dari keluarga maupun tenaga kesehatan, Bunda tetap bisa menyusui dengan nyaman. Berikut beberapa tantangan menyusui yang umum dialami Bunda usia 35+ beserta solusinya.

7 Tantangan menyusui Bunda di usia 35+

Berikut beberapa tantangan yang mungkin dihadapi:


1. Produksi ASI terasa lambat keluar

Setelah melahirkan, sebagian Bunda usia 35 tahun ke atas mungkin merasa ASI belum keluar atau jumlahnya masih sedikit. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh perubahan hormonal, persalinan melalui operasi caesar, obesitas, diabetes, atau tekanan emosional.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Breastfeeding Medicine menyebutkan bahwa ibu dengan usia ≥35 tahun lebih rentan mengalami kesulitan dalam memulai dan mempertahankan produksi ASI dibandingkan ibu yang lebih muda. 

Selain itu, penelitian yang diterbitkan oleh American Academy of Pediatrics, menunjukkan bahwa menyusui lebih sering dan pelekatan yang baik merupakan cara paling efektif untuk meningkatkan produksi ASI.

Solusinya:

  • Susui bayi sesering mungkin, minimal 8-12 kali dalam 24 jam.
  • Lakukan kontak kulit dengan bayi (skin-to-skin contact) segera setelah lahir bila memungkinkan.
  • Pastikan pelekatan (latch) sudah benar.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup cairan.
  • Bila diperlukan, konsultasikan dengan konselor laktasi.

2. Pemulihan tubuh lebih lama

Pada sebagian Bunda, proses pemulihan setelah melahirkan di usia 35 tahun ke atas bisa berlangsung lebih lama, terutama bila mengalami persalinan caesar atau komplikasi kehamilan. Kondisi ini dapat membuat Bunda mudah lelah saat menyusui.

Penelitian yang dikutip dari Timesofindia menunjukkan bahwa tantangan menyusui setelah persalinan caesar lebih banyak disebabkan keterlambatan inisiasi menyusu dan kurangnya kontak kulit ke kulit dibandingkan tindakan operasinya sendiri. 

Solusinya:

  • Beristirahat ketika bayi tidur.
  • Minta bantuan pasangan atau keluarga untuk mengurus pekerjaan rumah.
  • Gunakan posisi menyusui yang nyaman, misalnya side-lying atau football hold.
  • Jangan ragu meminta bantuan bila merasa kewalahan.

3. Nyeri puting dan payudara

Puting lecet, payudara bengkak (engorgement), atau saluran ASI tersumbat bisa dialami semua ibu menyusui, termasuk Bunda usia 35+.

Solusinya:

  • Periksa kembali posisi dan pelekatan bayi.
  • Kompres hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelah menyusui bila payudara terasa nyeri.
  • Susui bayi secara teratur agar payudara tidak terlalu penuh.
  • Gunakan ASI sebagai pelembap alami pada puting yang lecet.

4. Mudah lelah dan kurang energi

Merawat bayi baru lahir sambil menjalani pemulihan dapat membuat Bunda cepat lelah. Kurang tidur juga dapat memengaruhi suasana hati dan semangat menyusui.

Solusinya:

  • Prioritaskan tidur dan istirahat.
  • Konsumsi makanan kaya protein, zat besi, kalsium, dan vitamin.
  • Minum air putih yang cukup.
  • Jangan sungkan meminta bantuan orang terdekat untuk bergantian menjaga bayi.

5. Memiliki penyakit penyerta

Sebagian Bunda usia 35 tahun ke atas mungkin memiliki kondisi seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan tiroid. Penyakit tersebut tidak selalu menjadi penghalang untuk menyusui, tetapi memerlukan pemantauan khusus.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebagian besar kondisi medis kronis tetap memungkinkan ibu memberikan ASI dengan pengawasan dokter.

Solusinya:

  • Kontrol rutin sesuai anjuran dokter.
  • Pastikan obat yang dikonsumsi aman untuk ibu menyusui.
  • Jangan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

6. Risiko stres dan baby blues

Perubahan hormon, rasa lelah, serta tuntutan mengurus bayi dapat meningkatkan risiko stres, baby blues, bahkan depresi pasca persalinan pada sebagian Bunda.

Penelitian dalam jurnal Midwifery menemukan bahwa ibu pertama berusia di atas 35 tahun memiliki kebutuhan dukungan yang berbeda. Mereka cenderung memiliki ekspektasi tinggi terhadap keberhasilan menyusui dan membutuhkan pendampingan yang lebih personal selama masa nifas. 

Dikutip dari Parents, survei terhadap 2.000 ibu menyusui menemukan bahwa 73 persen merasa sangat kelelahan selama masa menyusui dan menilai dukungan pasangan menjadi faktor penting dalam keberhasilan menyusui.

Solusinya:

  • Ceritakan perasaan Bunda kepada pasangan atau keluarga.
  • Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai.
  • Bergabung dengan komunitas ibu menyusui.
  • Bila kesedihan berlangsung lebih dari dua minggu atau mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater.

7. Kurang percaya diri karena faktor usia

Tidak sedikit Bunda yang merasa khawatir usia memengaruhi kualitas ASI atau kemampuan menyusui. Padahal, usia bukan penentu utama keberhasilan menyusui.

Solusinya:

  • Fokus pada kebutuhan bayi, bukan usia Bunda.
  • Cari informasi dari sumber terpercaya mengenai menyusui.
  • Ikuti kelas laktasi atau konsultasi dengan konselor menyusui.
  • Ingat bahwa setiap perjalanan menyusui berbeda-beda.

Tips agar menyusui tetap lancar di usia 35+

Selain mengatasi berbagai tantangan di atas, Bunda juga bisa melakukan beberapa langkah berikut agar proses menyusui berjalan lebih nyaman:

  • Susui bayi sesuai tanda lapar, bukan berdasarkan jadwal semata.
  • Pastikan posisi menyusui nyaman untuk Bunda dan bayi.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Minum air putih yang cukup setiap hari.
  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol.
  • Rutin melakukan kontrol kesehatan setelah melahirkan.
  • Jangan ragu meminta bantuan konselor laktasi bila mengalami kesulitan.

Demikian penjabaran 7 tantangan menyusui usia 35+ dan solusinya. Tetap semangat, Bunda. Setiap tetes ASI adalah bentuk kasih sayang terbaik untuk Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Blind Ranking, Seberapa Challenging Jadi Bunda Menyusui

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya

Menyusui Annisa Aulia Rahim

Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional

Bangga! Potret Hengky Kurniawan & Sonya Fatmala Dampingi Sang Putra Menang Lomba Matematika

7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik

7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya

7 Drama Korea Cha Woo Min Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'My Bias, My Boss'

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK