HaiBunda

MENYUSUI

Ini yang Terjadi pada Payudara Bunda bila Berhenti Menyusui Si Kecil

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Selasa, 18 Aug 2026 08:55 WIB
Ini yang Terjadi pada Payudara Bunda bila Berhenti Menyusui Si Kecil/Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur
Jakarta -

Pernahkah Bunda bertanya-tanya, hal apa yang terjadi pada payudara bila berhenti menyusui Si Kecil? Proses menyusui memang membawa banyak perubahan fisik, mulai dari ukuran payudara yang membesar, warna puting dan areola yang menggelap, hingga munculnya garis-garis stretch mark.

Namun, setelah masa menyusui berakhir (weaning atau sapih), payudara Bunda akan kembali mengalami serangkaian penyesuaian alami.

6 Hal yang terjadi pada payudara setelah berhenti menyusui:

Mengutip dari laman Parent, berikut adalah 6 hal yang terjadi pada payudara Bunda setelah berhenti menyusui:


1. Produksi ASI berhenti secara bertahap

Saat Bunda memutuskan untuk berhenti menyusui, baik menyusui langsung (direct breastfeeding) maupun memompa, tubuh membutuhkan waktu untuk menerima sinyal dan menghentikan produksi ASI secara total.

Secara umum, produksi ASI akan benar-benar berhenti sekitar 6 minggu setelah proses sapih dimulai. Selama masa transisi ini, Bunda mungkin akan merasakan payudara bengkak dan nyeri (engorgement).

Tips meredakan nyeri pembengkakan:

  • Tempelkan daun kubis dingin yang sudah dicuci bersih ke dalam bra.
  • Perah ASI dengan tangan (hand-express) secukupnya saja untuk mengurangi rasa penuh, jangan sampai mengosongkan payudara.
  • Konsumsi teh herbal seperti sage, peppermint, peterseli, atau melati yang dapat membantu mengurangi produksi ASI secara alami.
  • Jika nyeri berlanjut, obat bebas seperti asetaminofen atau ibuprofen bisa membantu. Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat meresepkan obat seperti cabergoline untuk menghentikan suplai ASI.

2. Payudara masih bisa rembes atau meneteskan ASI

Satu hal yang kerap mengejutkan para Bunda adalah payudara yang masih suka meneteskan ASI meski sudah lama berhenti menyusui.

Katie Prezas, IBCLC, konsultan laktasi dan pemilik Empowering Lactation, menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu sekitar 40 hari setelah sesi menyusui atau memompa terakhir untuk mengatur kembali kadar hormon. Karena itu, rembesan ASI selama periode ini adalah hal yang wajar, bahkan bisa bertahan hingga beberapa bulan.

"Jadi, keluarnya ASI selama periode ini merupakan hal yang umum,” jelas Katie.

Bahkan, konsultan laktasi Rachelle Markham, IBCLC, menyebutkan bahwa beberapa Bunda masih bisa memerah beberapa tetes ASI hingga bertahun-tahun setelah menyusui. Namun, jika payudara Bunda sudah lama berhenti menetes lalu tiba-tiba kembali mengeluarkan cairan secara mendadak, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

"Keluarnya ASI biasanya akan berhenti cukup cepat setelah menyapih atau bahkan selama proses penyapihan. Namun, bukan hal yang tidak biasa jika seseorang masih dapat mengeluarkan beberapa tetes ASI dengan menekan payudara selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah menyapih,” tambah Rachelle.

3. Ukuran payudara kembali berubah

Hal yang terjadi pada payudara bila berhenti menyusui ketiga yakni ukuran payudara Bunda akan kembali menyesuaikan. Kebanyakan payudara akan kembali ke ukuran yang mirip dengan sebelum hamil.

Meski begitu, Katie Prezas menambahkan bahwa selama kehamilan, tubuh membentuk lebih banyak jaringan kelenjar di dalam payudara. Hal ini dapat membuat ukuran payudara sebagian Bunda tetap sedikit lebih besar dibanding sebelum hamil.

"Secara umum, payudara akan kembali ke ukuran yang mirip dengan sebelum hamil. Namun, pada setiap kehamilan, tubuh membentuk lebih banyak jaringan kelenjar di dalam payudara. Karena itu, ada kemungkinan payudara tetap sedikit lebih besar dibandingkan sebelum hamil,” jelas Katie.

Bila selama menyusui ukuran payudara Bunda tampak besar sebelah (asimetris karena salah satu payudara memproduksi ASI lebih banyak), Bunda tidak perlu khawatir. Seiring matinya sel-sel pembuat ASI, jaringan payudara akan berubah bentuk dan tingkat simetrisnya akan membaik seperti sedia kala.

Menurut Rachelle, pada sebagian besar orang, perbedaan ukuran tersebut akan berkurang setelah proses menyapih selesai.

"Ketika sel-sel yang memproduksi ASI mulai berhenti bekerja, jaringan payudara akan mengalami perubahan bentuk," jelasnya.

Setelah proses tersebut selesai, payudara umumnya akan kembali memiliki tampilan yang mirip dengan kondisi sebelum menyusui. Perbedaan ukuran atau bentuk payudara yang muncul akibat proses laktasi juga biasanya akan berangsur-angsur berkurang.

4. Payudara mungkin terlihat mengendur dibandingkan sebelum hamil

Bunda mungkin pernah mendengar bahwa payudara akan menjadi lebih kendur setelah menyusui. Hal ini sebagian memang benar, tetapi menyusui sebenarnya tidak terlalu berperan besar dalam perubahan tersebut seperti yang selama ini banyak dipercaya.

Payudara yang tampak lebih kendur setelah memiliki anak lebih berkaitan dengan pertambahan ukuran payudara selama kehamilan, terlepas dari apakah Bunda menyusui atau tidak.

Penelitian menunjukkan bahwa payudara membesar rata-rata hingga 22 persen selama kehamilan. Pertumbuhan ini meregangkan kulit payudara. Ketika ukurannya menyusut kembali setelah melahirkan atau menyusui, wajar jika ada sedikit kekenduran.

Jadi, perubahan bentuk payudara setelah memiliki anak tidak semata-mata disebabkan oleh proses menyusui. Kehamilan itu sendiri sudah dapat memberikan pengaruh terhadap ukuran, bentuk, dan elastisitas payudara.

Menurut Dominique Gallo, IBCLC, konsultan laktasi dalam praktik pribadi, proses menyusui justru membantu payudara tetap terlihat lebih berisi dalam waktu yang lebih lama setelah kehamilan, sebelum akhirnya mulai mengalami pengenduran.

Selain itu, Gallo menjelaskan bahwa sebagian orang juga dapat mengalami payudara kendur meskipun tidak pernah hamil atau menyusui. Artinya, perubahan bentuk payudara tidak selalu berkaitan dengan kehamilan maupun proses menyusui.

Cara meminimalkan payudara kendur:

  • Lakukan proses menyapih secara bertahap (tidak mendadak).
  • Turunkan berat badan pasca melahirkan secara perlahan.
  • Lakukan latihan otot dada (chest exercise).
  • Gunakan bra penopang (supportive bra) yang pas selama masa menyusui dan menyapih.

Meski begitu, banyak faktor yang memengaruhi kekencangan payudara dan tidak semuanya dapat dikendalikan. Faktor seperti perubahan alami tubuh, elastisitas kulit, usia, dan perubahan ukuran payudara juga dapat berperan terhadap bentuk payudara setelah kehamilan dan menyusui.

5. Puting, pembuluh darah, dan stretch mark mulai memudar

Saat hamil dan menyusui, puting dan areola mengelap serta muncul bintik-bintik kecil di sekitar areola (kelenjar montgomery) untuk memudahkan Si Kecil menemukan puting saat latch on. Pembuluh darah juga terlihat lebih jelas karena aliran darah meningkat.

"Perubahan-perubahan ini terjadi untuk membantu bayi lebih mudah menemukan payudara dan melakukan pelekatan saat menyusu," jelas Katie Prezas, IBCLC.

Hal yang terjadi pada payudara bila berhenti menyusui

  • Warna puting dan areola akan memudar dan kembali ke warna asalnya.
  • Kelenjar Montgomery akan mengecil kembali.
  • Pembuluh darah yang menonjol akan berkurang.
  • Garis-garis stretch mark akan menyamar dan memudar seiring waktu, meskipun tidak bisa hilang 100 persen.

6. Sel-sel pembuat ASI menghilang (proses involusi)

Hal yang terjadi pada payudara bila berhenti menyusui terakhir adalah sel-sel pembuat ASI menghilang.  Selama masa kehamilan dan menyusui, dalam payudara terbentuk kelenjar dan sel-sel pembuat ASI secara melimpah. Ketika Bunda berhenti menyusui, tubuh akan memulai proses alami yang disebut involusi.

Dalam proses involusi ini, sel-sel penyekresi ASI yang sudah tidak terpakai akan mati atau diserap kembali oleh sel-sel tubuh lainnya, kemudian digantikan kembali oleh sel-sel lemak. Ini adalah cara alami tubuh Bunda untuk merestrukturisasi jaringan payudara kembali ke kondisi istirahat (resting state).

"Ini sangat menarik,” kata Rachelle. 

Rachelle Markham memperkirakan bahwa proses tersebut tidak melibatkan sebagian besar saluran ASI. Pasalnya, diketahui bahwa jumlah saluran ASI akan bertambah setiap kali seseorang mengalami kehamilan.

"Jadi, kemungkinan hanya sebagian kecil sel yang dieliminasi setelah proses penyapihan," jelasnya.

Dengan demikian, setelah Bunda berhenti menyusui, payudara tidak hanya berhenti memproduksi ASI. Jaringan di dalam payudara juga secara perlahan mengalami perubahan dan beradaptasi kembali setelah masa laktasi berakhir.

Itulah penjelasan tentang hal yang terjadi pada payudara bila berhenti menyusui. Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Blind Ranking, Seberapa Challenging Jadi Bunda Menyusui

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Keluarga Artis Ramaikan Perayaan 17 Agustus, Kompak dan Seru!

Mom's Life Annisa Karnesyia

150 Nama Bayi Terinspirasi Api dan Artinya untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

10 Ciri Kepribadian Anak Sering Pindah Rumah Sejak Kecil Menurut Psikolog

Parenting Asri Ediyati

Ini yang Terjadi pada Payudara Bunda bila Berhenti Menyusui Si Kecil

Menyusui Amrikh Palupi

Ciri-Ciri Kepribadian Seseorang Dilihat dari Obrolan Singkat & Mandinya Lama

Mom's Life Elia Amaliana

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bayi Kelainan Jantung, Ibu Pengganti Tolak Permintaan Ortu Biologis Gugurkan Kandungan

150 Nama Bayi Terinspirasi Api dan Artinya untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

Potret Keluarga Artis Ramaikan Perayaan 17 Agustus, Kompak dan Seru!

10 Ciri Kepribadian Anak Sering Pindah Rumah Sejak Kecil Menurut Psikolog

Ini yang Terjadi pada Payudara Bunda bila Berhenti Menyusui Si Kecil

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK