MENYUSUI
Apakah Pengidap Kanker Payudara Tetap Bisa Menyusui?
Azhar Hanifah | HaiBunda
Jumat, 21 Aug 2026 20:40 WIBDiagnosis kanker payudara tentu dapat mengubah banyak rencana seorang ibu, termasuk kehamilan dan menyusui. Namun, pernah mengalami kanker payudara bukan berarti seorang ibu otomatis harus berhenti memberikan ASI kepada Si Kecil.
Lantas, apakah pengidap atau penyintas kanker payudara tetap bisa menyusui? Jawabannya bergantung pada jenis pengobatan, tindakan operasi, kondisi payudara, serta obat yang masih dikonsumsi.
Yuk, Bunda, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini agar lebih memahami kemungkinan menyusui setelah kanker payudara.
Apakah penyintas kanker payudara bisa menyusui?
Pada dasarnya, banyak penyintas kanker payudara tetap dapat menyusui setelah pengobatan selesai. Namun, kemampuan memproduksi ASI dapat berubah, terutama pada payudara yang pernah menjalani operasi atau radioterapi.
Mengutip dari laman Times of India, Dr Preetha Joshi, Consultant Neonatal, Pediatric and Cardiac Intensivist, menjelaskan bahwa kemungkinan menyusui bergantung pada tingkat kanker serta jenis pengobatan dan tindakan yang telah dijalani.
“Jawabannya bergantung pada sejauh mana kanker tersebut dan jenis pengobatan serta prosedur yang dilakukan,” ujar Dr Joshi.
Misalnya, ibu yang menjalani lumpektomi atau mastektomi sebagian masih memiliki jaringan payudara. Namun, jika area tersebut kemudian mendapatkan radioterapi, kemampuan menghasilkan ASI dapat berkurang. Radiasi dapat menyebabkan fibrosis atau terbentuknya jaringan parut pada lobulus, yaitu kelenjar kecil yang berperan dalam produksi ASI.
Dr Joshi menjelaskan, “Radiasi menyebabkan fibrosis pada lobulus, yaitu kelenjar kecil yang menghasilkan ASI. Dalam banyak kasus, saluran ASI tidak lagi merespons sinyal hormon kehamilan dengan baik sehingga payudara yang terkena mungkin tidak membesar seperti biasanya.”
Sementara itu, jika seorang ibu menjalani mastektomi total pada satu sisi, payudara yang diangkat tentu tidak dapat menghasilkan ASI. Meski begitu, payudara yang sehat masih berpotensi menghasilkan ASI untuk bayi.
“Setelah mastektomi total atau pengangkatan seluruh payudara, menyusui hanya dengan payudara yang tidak terkena kanker tetap dapat dilakukan,” kata Dr Joshi.
Ia juga menegaskan, “Satu payudara dapat menyusui satu bayi.”
Jadi, menyusui setelah kanker payudara tidak selalu harus dilakukan dengan kedua payudara. Sebagian ibu mungkin dapat memenuhi kebutuhan bayi hanya dengan satu payudara, sedangkan sebagian lainnya membutuhkan tambahan susu sesuai kondisi bayi.
Pemantauan berat badan dan tumbuh kembang bayi oleh dokter anak serta bantuan konselor laktasi dapat membantu menentukan apakah asupan ASI sudah mencukupi.
Apakah ASI dari penyintas kanker payudara aman untuk bayi?
Kekhawatiran lain yang sering muncul adalah anggapan bahwa ASI dari ibu yang pernah mengalami kanker payudara dapat menularkan sel kanker kepada bayi. Namun, riwayat kanker payudara tidak serta-merta membuat ASI menjadi berbahaya.
Dr Joshi meluruskan anggapan tersebut. “Sebagian perempuan mengira ASI dari payudara yang pernah mendapat pengobatan kanker mengandung kanker. Hal itu tidak benar dan tidak ada bukti yang menunjukkan demikian,” tuturnya.
Menurutnya, menyusui setelah kanker payudara juga tidak terbukti meningkatkan risiko kanker kembali kambuh. “Ada juga anggapan bahwa menyusui setelah kanker payudara meningkatkan risiko kekambuhan. Ini juga tidak benar,” ujar Dr Joshi.
Meski demikian, keamanan menyusui sangat bergantung pada pengobatan yang sedang dijalani.
Melansir dari laman WebMD, beberapa obat kanker dapat masuk ke dalam ASI dan berpotensi membahayakan bayi. Karena itu, ibu yang masih menjalani kemoterapi, terapi hormon, atau terapi target umumnya perlu menghentikan sementara kegiatan menyusui sesuai anjuran dokter.
Dr Joshi juga menyebutkan bahwa kemoterapi, tamoxifen, dan aromatase inhibitor tidak kompatibel dengan kegiatan menyusui. Pada kondisi tertentu, terapi hormon mungkin perlu dihentikan sementara apabila ibu ingin menyusui, tetapi keputusan tersebut harus dibuat bersama dokter yang menangani kanker.
“Jika pasien ingin menyusui, penghentian sementara terapi hormon harus direncanakan,” jelas Dr Joshi.
Bunda disarankan untuk berdiskusi dengan dokter sebelum menjalani pengobatan atau kembali menyusui. Konsultan laktasi dapat membantu mempertahankan produksi ASI dan menghadapi kemungkinan penurunan jumlah ASI akibat operasi maupun radioterapi.
Dengan demikian, tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua penyintas kanker payudara. Bagi sebagian ibu, menyusui mungkin dapat dilakukan setelah pengobatan selesai, bahkan hanya menggunakan satu payudara.
Namun, bagi ibu yang masih menjalani terapi tertentu, menyusui perlu ditunda hingga dokter memastikan kondisinya aman.
Yang terpenting, jangan menghentikan atau menunda pengobatan kanker hanya demi menyusui tanpa berkonsultasi dengan dokter. Rencana menyusui sebaiknya dibicarakan sejak sebelum kehamilan atau persalinan agar pilihan yang diambil tetap aman bagi ibu dan bayi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Blind Ranking, Seberapa Challenging Jadi Bunda Menyusui
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
ASI Bisa Bantu Deteksi Kanker Payudara Tahap Awal
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
4 Jenis Tes Kesehatan Payudara dan Kisaran Biayanya, Simak Bun
Cara Bedakan Benjolan Payudara Akibat Masalah Menyusui dan Kanker
TERPOPULER
Cantiknya Guzelim Anak Margin dan Ali Syakieb, Terbaru Tampil Lebih Fresh usai Potong Rambut
Kini 3 dari 4 Kehamilan dengan IVF Dihasilkan dari Embrio Beku
7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Ajak Ngobrol Hewan Peliharaannya seperti Teman
Apakah Pengidap Kanker Payudara Tetap Bisa Menyusui?
Ciri Orang Cerdas dari Kalimat yang Diucapkan saat Menolak Ajakan
REKOMENDASI PRODUK
7 Minyak Kemiri untuk Bayi yang Bagus dan Aman, Ada Pilihan Bunda?
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Merek Panci Anti Lengket Keramik Bebas PFOA dan PTFE
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Glossy Balm, Bikin Bibir Plumpy dan Tampak Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus dan Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Pongki Barata & Sophie Navita Dampingi Anak Wisuda S1 di UGM
Kini 3 dari 4 Kehamilan dengan IVF Dihasilkan dari Embrio Beku
Cantiknya Guzelim Anak Margin dan Ali Syakieb, Terbaru Tampil Lebih Fresh usai Potong Rambut
Apakah Pengidap Kanker Payudara Tetap Bisa Menyusui?
7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Ajak Ngobrol Hewan Peliharaannya seperti Teman
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Hobi Otak-Atik Motor atau Mobil Sendiri di Garasi? Alat Ini Bikin Kerjaan Lebih Cepat
-
Beautynesia
7 Tanda Orang yang Punya Niat Jahat Padamu Menurut Ilmu Psikologi
-
Female Daily
Idol Gen 5 yang Jadi Brand Ambassador, dari Fashion hingga Beauty!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Pevita Pearce Ketemu Hamilton dan Leclerc, Visualnya Curi Perhatian
-
Mommies Daily
10 Tempat Healing Dekat Jakarta untuk Long Weekend, Ramah Anak dan Cocok untuk Quality Time