MENYUSUI
Amankah Bunda Tidur Pisah Ranjang dengan Bayi di Kamar saat Menyusui?
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Kamis, 10 Sep 2026 08:55 WIBTidur di tempat tidur berbeda dari bayi bukan berarti Bunda tidak bisa tetap memberikan ASI. Dengan pengaturan yang tepat, Bunda tetap dapat menyusui langsung maupun memberikan ASI perah.
Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan, terutama bila Si Kecil masih bayi baru lahir. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bayi tidur sekamar dengan orang tua, tetapi di tempat tidur yang terpisah, terutama setidaknya selama 6 bulan pertama.
Pengaturan ini disebut room-sharing without bed-sharing. Menurut AAP, tidur sekamar dengan bayi dapat membantu orang tua lebih mudah menyusui, menenangkan, dan memantau bayi sekaligus menurunkan risiko kematian terkait tidur.
Bolehkah Bunda tidur pisah ranjang dengan bayi?
Bisa saja dalam kondisi tertentu, tetapi perlu mempertimbangkan usia dan kondisi bayi. Untuk bayi terutama pada 6 bulan pertama, AAP lebih merekomendasikan room-sharing, yaitu bayi tidur di kamar yang sama dengan orang tua tetapi di tempat tidur terpisah.
Sementara dari sisi menyusui, Bunda yang tidak selalu menyusui langsung tetap dapat memberikan ASI melalui ASI perah. Yang perlu diperhatikan adalah menjaga pemberian ASI sesuai kebutuhan bayi dan mempertahankan stimulasi payudara melalui menyusui atau memerah.
Jadi, tidur terpisah tidak otomatis membuat Bunda harus berhenti menyusui. Kuncinya adalah menemukan pola yang tetap memenuhi kebutuhan Si Kecil sekaligus memberikan Bunda kesempatan untuk beristirahat.
Tips lancar menyusui bila Bunda tidur pisah ranjang dengan bayi
Jadi, kalau Bunda ingin tidur terpisah karena alasan tertentu, sebaiknya pertimbangkan usia dan kondisi bayi terlebih dahulu.
1. Tetap ikuti kebutuhan menyusu bayi
Bayi baru lahir biasanya belum memiliki pola tidur malam yang panjang. Mereka perlu menyusu secara berkala untuk mendapatkan asupan yang cukup.
Karena itu, jangan sengaja membuat bayi tidur lebih lama hanya supaya Bunda bisa mendapatkan waktu istirahat lebih panjang, terutama jika bayi masih kecil atau pertambahan berat badannya belum optimal.
Jika bayi terbangun dan menunjukkan tanda lapar, segera berikan ASI. Bila Bunda tidak berada di kamar bayi, pasangan atau pengasuh dapat membantu membawa bayi kepada Bunda.
2. Bila tidak menyusui langsung, tetap perah ASI
Nah, ini penting untuk Bunda yang tidur di kamar berbeda. Jika satu sesi menyusui langsung dilewati, Bunda dapat memerah ASI pada waktu yang kurang lebih sama. Prinsipnya, payudara yang dikosongkan secara rutin membantu memberikan sinyal kepada tubuh untuk terus memproduksi ASI.
Penelitian tentang fisiologi laktasi menunjukkan bahwa pengeluaran ASI secara teratur berperan penting dalam mempertahankan produksi. Karena itu, ketika bayi menyusu lebih jarang, memerah ASI dapat membantu mempertahankan stimulasi payudara.
Bunda tidak harus terpaku pada jam yang sama persis setiap malam. Yang lebih penting adalah menyesuaikan frekuensi menyusui atau memerah dengan kebutuhan bayi dan kondisi produksi ASI Bunda.
3. Siapkan ASI perah untuk malam hari
Kalau Bunda ingin mendapatkan waktu tidur yang lebih panjang, ASI perah bisa menjadi salah satu solusinya.
Misalnya, pasangan dapat memberikan ASI perah ketika bayi terbangun pada malam hari, sementara Bunda tetap memerah ASI pada waktu yang sudah disepakati.
Dengan begitu, pasangan juga bisa ikut mengambil peran dalam merawat Si Kecil, tanpa harus mengganti ASI dengan susu formula jika Bunda memang ingin memberikan ASI eksklusif.
4. Jangan melewatkan sesi memerah terlalu lama
Bunda mungkin tergoda untuk berkata, "Mumpung bayi tidur, aku juga mau tidur saja."
Boleh banget memanfaatkan waktu bayi tidur untuk beristirahat. Namun, jika terlalu sering melewatkan sesi menyusui atau memerah, terutama pada masa awal menyusui, produksi ASI bisa ikut terdampak pada sebagian ibu.
Jadi, Bunda bisa mencari titik tengah antara kebutuhan istirahat dan kebutuhan mempertahankan produksi ASI.
5. Pertimbangkan tidur sekamar, terutama pada 6 bulan pertama
AAP merekomendasikan bayi tidur di kamar yang sama dengan orang tua, tetapi di permukaan tidur yang berbeda, seperti boks atau bassinet. Rekomendasi tersebut terutama berlaku setidaknya selama 6 bulan pertama kehidupan.
Berdasarkan tinjauan bukti yang digunakan AAP, room-sharing without bed-sharing dapat menurunkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS) hingga sekitar 50% dibandingkan kondisi tidur tertentu yang tidak melibatkan room-sharing.
Artinya, kalau alasan Bunda ingin tidur terpisah adalah supaya tidak terganggu ketika bayi bergerak atau menyusu, sebenarnya ada pilihan lain: bayi tetap berada di kamar yang sama, tetapi tidur di tempat tidurnya sendiri.
6. Pastikan tempat tidur bayi aman
Di mana pun bayi tidur, jangan lupa prinsip safe sleep. AAP merekomendasikan bayi tidur telentang, di permukaan yang rata dan kokoh, tanpa bantal, selimut longgar, boneka, bumper, atau benda lembut lain di area tidurnya.
Bunda juga sebaiknya menghindari menyusui sambil duduk di sofa atau kursi empuk ketika sangat mengantuk. AAP menyebut sofa dan kursi berlengan sebagai tempat yang sangat berisiko jika orang tua tertidur saat menyusui.
7. Bagikan tugas malam dengan pasangan
Menyusui memang dilakukan oleh Bunda, tetapi bukan berarti seluruh pekerjaan malam harus Bunda lakukan sendirian.
Pasangan bisa membantu mengambil bayi, mengganti popok, membawa bayi kembali ke tempat tidur, mencuci dan menyiapkan alat pompa, atau memberikan ASI perah.
Dengan pembagian tugas seperti ini, Bunda tetap bisa mendapatkan waktu istirahat tanpa harus mengurangi kesempatan bayi mendapatkan ASI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Jangan Asal Pilih Bra Setelah Melahirkan, Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Benarkah Bunda dengan Ekonomi Mapan Cenderung Lebih Sukses Menyusui?
Penting! 6 Tips Menyusui untuk Ibu Baru, Bunda Perlu Tahu
Penyebab Cemas & Rasa Bersalah Sering Hantui Ibu Menyusui
Tips Nyaman Menyusui di Tempat Umum
TERPOPULER
Potret Amel Putri Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama Kuliah Kedokteran Hewan di IPB
Di Balik Istri yang Sering Marah-marah pada Suami Menurut Psikologi
11 Kebiasaan Sederhana Orang yang Disegani dan Dihormati Banyak Orang
Suami Mudik ke Indonesia usai Lama di AS, Terry Putri Ajak Cicip Kuliner Legendaris Bandung
Ketahui Cara Perpanjangan KIA Anak Secara Online, Apa Saja Syaratnya?
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Amel Putri Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama Kuliah Kedokteran Hewan di IPB
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Di Balik Istri yang Sering Marah-marah pada Suami Menurut Psikologi
11 Kebiasaan Sederhana Orang yang Disegani dan Dihormati Banyak Orang
Resep Mango Sago Creamy dan Segar, Dessert Mangga Kekinian yang Mudah Dibuat
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sering Main Game Sambil Lesehan? Kursi Lesehan Ini Bisa Jadi Pilihan
-
Beautynesia
7 Cara Mengenali Kamu Sedang Berhadapan dengan Orang Jahat Dilihat dari Perilakunya
-
Female Daily
Ada Brand Lokal hingga Luxury, Intip Koleksi Tas Gemas Ify Alyssa!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Elegan Calon Ratu Spanyol Saat Beri Penghargaan untuk Messi
-
Mommies Daily
8 Kesalahan Oral Seks yang Sering Dilakukan Laki-Laki, Bisa Bikin Istri Turn Off!